Tuhid-ku

Allah

Allah yang Esa

Tuhanku
Tuhanmu
Tuhannya
Tuhan Kami
Tuhan kita
Tuhan mereka

Allah
Tuhanku
Tuhannya para nabi dan orang2 suci
Tuhannya orang Islam, Kristen, Nasrani dan Yahudi
Tuhannya orang Budha, Hindu, dan semua agama
Tuhannya orang-orang yang beragama dan tak beragama

Allah Tuhanku
Tuhannya para malaikat dan para ahli tarekat
Tuhannya para birokrat dan orang2 nekat
Tuhannya para agamis yang berbaju klimis
Tuhannya para teroris, juga para atheis, komunis dan para iblis
Tuhannya para agamawan, dan juga para setan.

Tuhannya para kiai dan pendeta
Juga Tuhannya jin, hantu, dan ruh gentayangan

Tuhannya bunga melati dan wangi kesturi
Juga Tuhannya babi dan sapi
Tuhannya awan dan galaksi
Juga Tuhannya angin dan debu jalanan

Tuhannya pikiran yang jernih, hati yang lembut, dan hidup yang damai
Juga tuhannya pikiran sombong, hati yang rapuh, dan hidup yang angkuh

Tuhan semua yang pernah ada, yang telah hilang, dan yang datang

Tuhan semua makhluk:
yang mau bertuhan dan yang tak mau bertuhankan-Nya

Karena memang demikian adanya
Allah yang Esa: Tiadalah Tuhan selain Allah.

mBogor, 6 Juli15
Tiba2 nemu catatan puisi jadul di berkas tumpukan fileku.

Perkawinan sesama jenis?

Transeksual kan bisa bermacam-macam penyebabnya:
Faktor genetis seperti kelainan kromosom, kelainan hormonal, kelainan fisiologis dan kelainan fisik…
Atau faktor soisial/psikologis
===
Kalau kelainan tersebut karena faktor genetis, mustinya dianggap sebagai kelainan biasa, seperti halnya lahir kembar, mata minus, dan tangan kidal…..dsb.
Kelainan yg ini sulit dan mahal menyembuhkannya.
Perlu pengertian dari masarakat untuk bisa menerimanya.
Kebanyang nggak: kalau kita2 yg heteri-sek dipaksa bercinta dengan sesama? Hiyy….jj!
===
Sementara kalau kelainan yang dikarenakan faktor psikologis-sosial mustinya tidak separah/se-menderita yang faktor genetis.
Secara genetis-hormonal-biologis mereka normal (hetero-sek), tapi ‘memilih’ untuk menjadi homo.
Ini penyakit jiwa, penyembuhannya perlu dilakukan dengan pembinaan….
===
Tentang pernikahannya…
Kalau transeksual karena genetis ya sebaiknya dilakukan operasi saja, dan tentukan gender yang sesuai.
Kalau transek karena life style itu kelainan jiwa…..
 
Demikian pendapat saya.
mBogor, 2 Juli 15

Kalender, sebuah langkah kecil memupuk kedisiplinan

Cara menuju sukses?
Banyak!
Kalau kita google pakai kata kunci sukses, niscaya akan kita temukan berbagai strategi, jalan, tips, cara, …menuju sukses.
Juga tebaran kata-kata mutiara dan motivasi untuk meraih kesuksesan.

But, is that enough?
Sejuta kunci yang kau miliki tak akan membawamu menuju sukses
Segudang strategi yang kau ketahui tak akan merubah nasibmu
Setumpuk kata mutiara yang kau miliki hanya akan menjadi seonggok sampah
Segunung kata bijak dan motivasi hanya akan semakin menyiksamu,
Bila……
Bila…..
Bila tak ada aksi nyata darimu.

Kerja adalah kekuatan.
Action speak louder than words.
Jadi percuma saja kita mengkoleksi kata-kata motivasi dari berbagai sumber, kalau kita tak ada aksi.
No action, talk only
No action dream only
No action, hope only
Trus siapa yang mau mewujudkannya?

Mario Teguh, Robart Kiyosaki, …Rhenald Khasali, Antoni Gio Martin   (aduh nulis namanya bener gak ya?), dan….siapa lagi ya nama2 motivator kita?
Mereka hanyalah penyemangat, tapi pelakunya adalah kita sendiri.

Bahkan Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kalau dia sendiri tidak ada upaya ke arah perbaikan nasibnya.

Aih….kok malah jadi kemana-mana sih…
Gini gue tuh mau sharing kesuksesan gue pake sistem kalender. Huwa…….!

Mengapa?
Well terus terang, saya adalah termasuk penggemar kata-kata mutiara. saya mudah terpesona oleh beragam motivasi. saya juga gampang tergerak oleh trik-trik dan kisah-kisah sukses gitu…
Tapi…..
Terus terang juga, saya juga agak pemalas. dan sangat kurang disiplin. dan sangat kurang dalam kemampuan me-manage waktu.
Saya terbiasa membuat rencana….dan kemudian saya abaikan
Juga sering berjanji (pada diri sendiri) dan ….kemudian saya ingkari sendiri.
Memang sih tidak ada (orang lain) yang dirugikan, akan tetapi berbagai kegagalan yang terjadi membuat saya sedikit kecewa…dan kurang percaya diri.
Hla, kalau kita aja nggak percaya diri sendiri, siapa lagi yang akan mempercayai kita?
Halah!

Padahal gue sadar sepenuhnya, bahwa dari segudang cara untuk mencapai keberhasilan, satu hal yang tak terlepas adalah kemampuan memanage diri, memanage waktu, dan kedisiplinan dalam menjalani setiap prosesnya.

Untungnya, gue sadar akan kelemahan tersebut.
Jadi sejak awal menjalani PhD saya ini, saya cobakan untuk membuat langkah-langkah saya leih accountable pada setiap target-target kecil sebagai penyusun target-target yang lebih besar.

Well, saya mendapatkan beasiswa dari International Rice Research Institute (IRRI) untuk menjalani PhD saya selama kurang lebih 3.5 tahun, berawal dari 5 January 2011 – 30 June 2014.
Sayangnya saat awal saya salah start waktu. Saya memang tergantung sama project penelitian (sebagai sumber dananya). Saya harus segera datang (untuk terjun mengerjakan target-target capaian dari project penelitian pendana tersebut).

Jadilah, saya datang tanggal 5 January. Padahal saat itu semester dimuali June atau November. Jadi January adalah pas tengah2 semester. Terlalu jauh dari semester sebelumnya, dan juga masih terlalu jauh untuk enroll ke semester berikutnya.
Well, nggak papa. Toh memang begitu datang saya harus segera mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya terbengkalai. Walaupun pekerjaan ini tidak termasuk bagian dari thesisku (akhirnya nanti terlihat bahwa kontribusiku pada pekerjaan ini cukup besar, jadi tim pembimbing sepakat memasukkan bagian ini ke dalam bagian dari thesisku). Saat itu saya juga bisa melakukan penelitian pendahuluan berupa optimasi protokol untuk screening (ini kemudian saya jadikan topik untuk salah satu mata kuliah yang kuambil).

Loh, katanya mau ngomong soal kalender. Gimana sih?

Iya. saat awal datang tersebut Bos wedok-ku langsung memberikan time schedule dari project penelitian yang aku ikuti. Ada beberapa pekerjaan yang terbengkalai selama hampir setahun, dan saya harus segera mengerjakannya.
Berdasarkan time schedule tersebut, saya mencoba membuat tim schedule sendiri, yang memerinci pekerjaan ke arah yang lebih praktis.
Dari situlah saya mulai berkenalan dengan kalender.

Saya download template kalender bulanan dari internet.
Ada beberapa situs di internet ang menawarkan template kalender gratis, seperti http://www.wincalendar.com/calendar-maker.html

Nah di kalender itulah saya tuliskan jadwal pekerjaanku dan target-terget mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan yang akan kuraih.

Dalam target semesteran, misalnya, bahwa saya harus selesai melakukan optimasi untuk phenotyping pada semester 1 kuliah saya. Pada semester II saya sudah harus melakukan screening terhadap material genetik yang sesungguhnya. Pada semester III saya harus menuju ke proses genotyping….dsb.
Selain target kegiatan, tentu juga saya tuliskan target kegiatan akademik saya. Akhir semester I saya harus sudah mendapatkan komposisi tim pembimbing yang oke. Semester II saya harus qualifying exam…..etc.

Selanjutnya, di kalender saya tulis kegiatan2 yag lebih praktis dan detil.
Misanya saya jadwalkan untuk melakukan skrining pada bulan April-May.
Maka kutulis kapan saya harus mencari lokasi (green house) yang bisa dipakai.
Setelah itu saya harus dengan cermat menentukan kapan saya harus mempersiapkan benihnya, meng-ovennya (break dormancy), dan mulai mengecambahkannya.
Juga kapan saya akan mempersiapkan alat-alat yang saya butuhkan di green house, kepada siapa saya akan meminjam pH meter, kapan saya harus minta teknisi untuk menyediakan air RO.
Juga kapan saya harus mempersiapkan stock larutan sebagai medianya, dan

Di kalender itu juga catatan-catatan ku simpan.
Misalnya agenda kegiatan seminar, meeting.
Juga adanya tawaran work-shop, kursus, trip, etc.
Dan tentu saja, rencana2 liburan, pesta, etc.

Bukan hanya kegiatan official, kegiatan pribadipun tak jarang kutulis di kalender.
Misalnya saat datang bulan….(hahaha).
Dari situ saya jadi tahu bagaimana siklus bulanan saya (hihihi….).

Saya juga tulisan capaian2 saya di kalender.
Ada capaian2 seperti abstract terkirim ke….atau registered for symposium….atau udah submit tugas, etc.
Penulisan capaian2 tersebut, meskipun hanya untuk hal-hal kecil, ternyata cukup bisa menyemangati (dan menjaga tetap semangat).
Bahwa ada rentang spatial dan temporal yang telah, sedang, dan akan kita lalui. Dan kita berada ditengah perwujudan rencana kita.

Hm…apalagi yah?
calendar
Udah segini dulu ah, lanjut kerja lagi…..

== Eh iya, tulisan ini kubuat saat saya selesai men-submit draft thesis saya ke external reviewer. Saya punya waktu satu minggu sebelum kemudian mendapatkan naskah saya kembali……
Rencananya saya ingin memulai tulisan untuk publikasi, tapi kok belum mood
hehehe…..==

Los Banos, 19 Nov 2014.

Eagle point, Liburan di Batangas

Yea….team building.
Kali ini kita pergi ke pantai.
Nginep di sebuah resort: Eagle point.

Kita hanyalah sebuah kelompok kecil.
Well, hanya sedikit orang.
Ada bos kecil (bersama istri dan dua anak balitanya)
Schlolar: gue sama Wang
Peneliti: Sheng sm Carla
Teknisi: Anthony dan Rany
Sekretaris kami : Olivo

Nggak niat amat, cuma dikit orang.
Yah…kita emang group kecil Dan kita diburu harus memanfaatkan uang yang akan habis deadlinenya. Jadi ya hepi-hepi bentar gak papa lah….kan kita bekerja keras setiap hari.

Work hard, play hard!

27-28 Sept 2014

gue kloning2 gue kloning

Cebu Philipinnes

Cebu, Philippines.
Saya ikutan acara CSSP conference, sebuah seminar nasionalnya Philippines gitu deh….

Sebenarnya gue kurang begitu tertarik dengan kota ini.
Cuma…yah daripada bengong sudah lama nggak jalan-jalan, ya okelah….
Lagian kukira ini (kemungkinan) akan jadi acara trip terakhirku di Philippines ini.
Soalnya gua kan rencana mau lulus June nanti…..
Lagian, kukira saya akan ketemu sama dosen2 pembimbingku di acara itu. Kan lumayan, bisa sambil bimbingan thesis.
Maka kukirimlah abstract, kubuatlah poster, ku arrangelah perjalanan itu…(Aih, tentu saja saya minta ijin bos supaya membiayai perjalanan ‘ilmiah’ku ini dung….)
Well, ternyata di acara itu hanya satu dosen pembimbingku yang datang. Dua dosen yang lain tidak ikutan.
Ya nggak papa.
Dan selama acara berlangsung pun saya lebih banyak tidurnya.
Ah, ini mah biasa.
Yea, hotel dan makanannya enak ….mungkin ini yang bikin aku selalu tidur pulas saat seminar.

Well, tidak banyak yang kudapatkan di acara itu. Tapi setidaknya gue bisa jalan2lah….
Gua bisa nyobain Sky-walk di lantai 25 hotel.
Gue bisa renang bareng sama hiu di Oslob
Gue bisa nikmatin tiduran di pantai yang begitu jernihnya di sebuah pantai (entah, lupa namanya) di seputar Oslob
Bisa nikmatin sejuknya air terjun di …lupa namanya!
Bisa nikmatin babi panggang terlezat…(Eh enggak ding, untuk yang ini gue nggak ikutan makan, cuma nungguin temen yang kekeyangan ajah….)

Bisa jalan2 putar2 kota sendiri, ke Museum (lupa namanya), ke Magelhaens cross (di sebuah gereja dimana saat itu Magelhaens di salib), ke pusat T’shirt Island…..lupa!
Dan bisa jalan2 ke pasar dan beliin Pak kost-ku oleh2…dan dia suka banget!

..Image

Image

IMG_6495 IMG_6465

 

11-16 May 2014.