Sumilangeun

Sumilangeun adalah sebuah kata dari bahasa Sunda. Artinya kurang lebih adalah timbulnya rasa nyeri saat haid (nyeri haid) atau dysmenorrhoea.

Saya mengalaminya beberapa kali.

Kalo pas kena…wuih, lapisan dalam perut seperti dikorek-korek, perih banget. Badan berkeringat hebat, tapi rasanya dingin banget. Biasanya rasanya langsung ingin ke belakang, seperti terkena diarhe. Setelah itu perut melilit-lilit….sakit. Biasanya saya gak peduli lagi kanan kiri, rasanya terus ingin berguling-guling menahan sakit.

Penanganan yang biasa saya lakukan adalah dengan minum air panas. Melumuri perut dan tubuh dengan minyak panas (maksudnya minyak angin; minyak kayu putih, kampak, telon dll yang berdaya efek panas….), dan menambah pemanasan perut dengan cara menempelkan botol berisi air panas ke perut.

Dengan penanganan ini selama ini rasa super nyeri tersebut akan lambat laun berkurang. Biasanya rasa super-duper nyeri ini berlangsung sekitar 7-15 menit (gak tahu pastinya, mana sempet gue ngitung waktunya?). Gak terlalu lama, memang. Tapi walo cuma sebentar, rasanya itu lho….gak ketulungan!

(Berhenti sebentar, minum Feminak, hihihi…..)

Sumilangeun pertama adalah saat jaman muda dulu; saat kuliah S1. Suatu malam di kost-kost an. Suatu malam, rasa nyeri itu hadir. Disertai diarhe. Dan badan menggigil. Berkeringat. Kata temanku; saat itu wajahku begitu pucat pasi. Saat itu namanya belum sumilangeun, karena kuliahku di Jogja. Di jawa sepertinya gak ada istilah khusus untuk penyakit ini.

Sumilangeun ke-dua juga terjadi saat kuliah di Jogja. Saat menjelang praktikum. Saat itu temanku segera tanggap dan segera dicarikan feminak. Sayang cuma obatnya doang. Gak ada sesuatu untuk menemani menelannya. Padahal saat itu saya gak bisa banget makan obat tanpa makanan penyerta. Tapi rasa sakit itu memaksaku untuk menelan obat dengan air saja. Dan setelah itu aku mulai bisa menelan obat hanya dengan air.

Saat muda sumilangeun hanya terjadi dua kali tersebut.

Sumilangeun berikutnya terjadi saat sudah memasuki uzur (wuih, sadar diri amat gue…..). Saya namakan sumilangeun episode 2.

Di episode ini sumilangeun pertama terjadi di kantor. Saat itu saya masih relatif baru di kantor. Siang itu sakit mendera. Saya terbaring di mushola, tak berdaya. Setelah beberapa saat dan dapat menguasai diri, saya menelepon Teh Pom. langsung orang2 pada datang dan membantu menghangatkan diriku, memberi minum panas dan air panas untuk seko perut. Dan sebentar kemudian saya pun kembali segar. Saat lewat ruang di bagian lain ada yang komentar; Lho…katanya pingsan…..???

Sumilangeun berikutnya juga terjadi saat awal masa kerja saya. Setelah perjalanan cukup panjang ke Sukamandi, saya -gak sengaja- minum air dingin dari dispenser. Saat itu gak langsung sakit. Tapi sakit menyerang ketika saya bersama para senior berada di tengah lapang. Saat itu rasanya hampir pingsan; sepertinya saya sudah tidak menginjak bumi lagi. Untung kemudian kita bisa memanggil mobil untuk datang ke tengah sawah dan menjemput kami….Setelah prosesi sumilangeun selesai, kami makan sup iga.

Setelah itu cukup lama…gak sumilangeun lagi. Dan kemudian datang lagi masa sumilangeun; saya sebut sebagai sumilangeun episode 3.

Sumilangeun episode 3 diawali dengan sumilangeun pertama. Saat itu saya sedang di Los Banos, Filipina. Jam 4 dini hari. Rasa nyeri itu datang. Ampyun deh; aku tanpa teman sekamar. Aku harus segera mendapatkan air panas! maka kutelepon teman di kamar lain. Chan, wanita dari Laos. Melihat diriku yang katanya putih pucat tak berdaya, dia ingin memanggil pertolongan. kukatakan jangan, karena ini akan berakhir dalam 10-15 menit. Dia berbaik hati mengambilkan air putih panas untuk minum dan untuk memanaskan perutku. Thanks, Chan…

Sumilangeun berikutnya adalah saat pengamatan lapang di Serang, Banten. Aku gak mengira akan mendapat sumilangeun, karena sudah masuk hari ke-dua. Saat itu kita (saya, bos, senior dan teknisi berada di sebuah bangunan yang sedang direnovasi. tidak ada kamar mandi. Kita sedang melakukan pengamatan

 

waa……sudah ditulis terhapus semua….gakkesimpen….woa…….

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s