Nurul n T’blog

It’s me!

Nurul Hidayatun

Siapa saya?

Bukan siapa-siapa, hanya perempuan biasa.

Walaupun ada tiga kekuatan dalam namanya; Nur, Huda, Daya. …

Bejuang berupaya mengeja nama diri, berupaya mengejar matahari. Seringkali gagal, keliru dan manjadi tampak lucu.

Tapi ya sudahlah, biarkan saja.

Makhluk tuhan yang sangat biasa…..seperti manusia lain juga.

HAnya manusia biasa……

Kadang menjadi sangat qadariah, terutama saat kemunculan ide dan gagasan yang tiba-tiba datang… berloncatan menggejolak mengobrak-abrik tatanan neuron-neuron di kepala.

Atau saat merasai saat nyanyian alam yang seolah menyapa kalbu……..

Tapi  tiba-tiba bisa menjadi Jabariah ketika kerikil kecil menghadang langkah membuatku jatuh terjerembab…….atau saat merasai hidup yang seakan tak bersahabat, dengan matahari begitu garang ….berselang dengan badai yang seakan tak henti mengguncang……

 

Hanya manusia biasa…..

Yang kadang isi kepalanya tercubit Marxis terutama saat galau melihat ketimpangan, kesenjangan,  dan ketidakadilan…..

Tapi diam-diam tersembunyi kerinduan akan surga dunia saga

Hanya manusia biasa……..
Yang kadang terhanyut euforia sorak gembira…..
dan kemudian tiba-tiba tersedu terpuruk dalam tangis
 

Hanya manusia biasa…..

Yang seringkali merasa risih terhadap pemikiran sempit yang terkooptasi pada remeh-temeh yang merusak nurani dan mengkerdilkan jiwa…..

….tapi seringkali malah terkungkung menjadi manusia berjiwa kerdil yang berpikiran pendek, berhati sempit, bermulut lebar

 

Hanya manusia biasa….

Yang berhasrat menjadi pribadi indah …untuk layak menjadi kekasih bagi Yang Maha Kasih….

…..tetapi….masih sering terlena dalam apologi ketakberdayaan dan kekerdilan diri.

 

Hanya manusia biasa…..

Hasrat menjadi sebuah seniman hidup…….tapi kadangkala terjerat pada rutininitas seperti manusia lain….

 

Hanya manusia biasa…

Terdampar pada rentang jarak. Antara dua kutub….

 Hitam – putih. Barat –timur. Atas – bawah. Kanan – kiri. Depan – belakang.

Antara Qadariah – Jabariyah, antara semangat untuk menjalani hidup yang entah kapan berakhir dan keletihan pada hidup yang entah kapan berakhir

 

Seperti manusia lain……Adakah yang di luar itu?

 

*Pada jaman dahulu…..Manusia biasa ini lahir di lereng Gunung Merapi, dan kini …..mengadu peruntungan hidup di Bogor.

 
 

 

 

 

 
 

 

 

Terima kasih kalo berkenan kasih koment

 

8 Comments

  1. ya, begitulah adanya…
    tapi kalau menurut saya sayang pabila sebuah ide kreatif yang sudah dibuat kalau harus ditambah lagi dengan sesuatu yang blom kita konsepkan. sebab sayangnya ide yang telah kita pikirkan berubah.
    tapi itu menurut saya loh mba.
    pada dasarnya saya ucapkan selamat berkarya, dan salam kenal.omen.

  2. Assalamulaikum …dst

    di dunia ini selalu saja ada 2 hal, “ya” atau “”tidak” kita mejadi ya atau tidak itu saja konsepnya. atau kalao disederhanakan lagi “to be” or “not to be”. KEEP Your writing!!! :))
    aku menemukan alamat ini di milis eSKa

    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s