Sepenggal Idealisme

Apa mimpimu?

Apa pendapat orang tentang idemu?

Saat saya mengemukakan ide dan mimpi2 saya, ada saja yang nyinyir.

Seperti …..bla-bla-bla….

Ah, biarlah

Toh saya bahagia dan bersemangat dengan ide dan mimpiku, karena di dalamnya saya merasa hidup dan menjadi manusia.

 

Sepenggal mimpi

Sepenggal mimpiku, misalnya, yang umum2 saja:

1. Mimpiku tentang budaya kerja yang tertib, nyaman dan accountable

2. Tentang sikap amanah dan bertanggung jawab

3. Tentang upaya menjadi diri yang bermanfaat bagi lingkungan, dan bukan memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan pribadi

4. Tentang kemauan mengambil peran untuk kemajuan bersama, dan bukannya menghalangi langkah orang demi kemajuan pribadi…

5. Tentang kemauan menyalakan lilin, dan bukannya sibuk mengutuk kegelapan

6. Tentang beranjak menuju manusia yang sholat (berbuat) dan bukan sekedar bersyahadat (berucap)

 

Ada saja yang nyinyir:


Menurutku ini adalah mimpi banyak orang, sederhana dan universal.
Eh, tapi ternyata tidak semua orang bersepakat tentang itu.
Misalnya ada saja yang menimpali gini:
Hm…coba deh saya akan lihat seperti apa kamu nanti…saya saksinya

Dan kemudian beragam contoh idealisme yang luntur pun berhamburan:
Tentang para idealis yang kemudian menjadi bagian dari sampah kehidupan:
1. Tentang si-A yang mantan aktivis tapi kemudian jatuh setelah masuk di kancah politik
2. Tentang si-B yang dulunya hidup sederhana tapi kemudian terlibat korupsi
3. Tentang si-C yang mulanya bersih kemudian menjadi berlumur dosa
4. Tentang si putih yang kemudian menjadi abu2 dan menghitam.

5. Bla-bla-bla…

Mengapa ia begitu nyinyir dengan idealisme?

Hm…saya nggak tahu apa maksudnya. Mungkin itu sebagai ungkapan terselubung tentang keyakinannya bahwa saya tak akan mungkin bertahan dengan idealisme saya.

Yah, itu haknya untuk ragu, bahkan tidak percaya sekalipun.
Tapi sikap nyinyirnya terhadap idealisme yang saya junjung sebagai kebaikan universal itu yang bikin saya gatal dan sedikit meradang.

Gimana tidak?
Sebuah kebaikan yang senantiasa dijaga dan diperjuangkan saja bisa terjatuh, lalu bagaimana dengan pandangan yang dari awal sudah keliru?

Apakah kalo orang gagal menapaki sebuah jalan lantas menjadikan ‘jalan tersebut’ sebagai tak layak ditapaki?

Sebuah pandangan yang begitu sempit, dan parahnya aku cukup terpancing…..padahal….Ah, wong koyo ngono kok digubris, nge-ceh2 pikiran!

==

Menggenggam mimpi
Mari meneruskan bermimpi, dan menggenggamnya erat2.
Begitu lekatnya, sehingga tahu2 ia sudah menjadi realita…..

= Saya punya idealisme dan mimpi2 saat ini. Dan saya ingin berbagi mimpi ini dengan semua orang, sehingga ini bisa menjadi mimpi bersama, dan menjadi perjuangan bersama.

= Saya tidak mungkin bisa mewujudkannya sendiri, makanya saya ingin menyebar ide2 ini kepada lingkungan.

= Ini bukan untuk saya pribadi tapi untuk masa depan kita yang lebih baik…

= Saya tahu, saya bukan siapa2: tapi marilah kita menjadi bagian dari apa yang kita cita-citakan

Dan:

Sebuah cita-cita baik dan dipupuk dengan baik saja kadang tidak berjalan baik, kadang tersandung, trjbak dan terpuruk dalam lubang keburukan.

Lalu bagaimana dengan ide/pandangan yang dari awalnya sudah buruk? Apa mungkin niatan dan cita-cita yang buruk akan berbuah baik?

 

Bermimpi atau diam

So, teman…!

Janganlah takut untuk punya mimpi dan idealisme.

Dan kalau kau tak punya idealisme, janganlah kau matikan mereka yang memperjuangkan idealismenya dengan sikap nyinyirmu!

Karna itu hanya akan menunjukkan ke*****anmu.

Jangan…….:
Janganlah menganggap idealisme itu buruk, hanya karena kau tak memilikinya

Janganlah menganggap anggur itu kecut, hanya karna kau tak mampu membelinya

Janganlah menganggap dunia ini membosankan hanya karna kau buta warna

Janganlah kau menilai semua orang jelek, hanya karena kau kecewa meihat bayangan dirimu sendiri di cermin

Ayo, mari berbuat, dan menjadi bagian dari kehidupan yang lebih baik!

IMG_5624

Los Banos, menjelang tahun baru 2014.

27 Dec 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s