THE NANNY RETURN: memilih pengasuh anak

Naskah lawas. Jaman dulu sekali pernah coba bikin naskah. Ini naskah drama panggung tiga babak, durasi 30 menit lah….

THE  NANNY RETURN

Sinopsis

Sebuah keluarga sukses mencari sorang Nanny untuk menjadi pengasuh anak-anaknya. Si Nyonya rumah yang merupakan wanita karier menetapkan banyak persyaratan untuk menyeleksi  paca calon Nanny. Seorang calon Nanny yang berkualitas akhirnya terpilih, tetapi ketika si Nanny mencoba mmpraktekkan teori pembelajarannya justru membuat buruk anak-anak yang diajarnya. Kelucuan-kelucuan terbangun oleh plot cerita, ungkapan-ungkapan yang digunakan, maupun keganjilan sikap-sikap pemerannya seperti Asisten yang banci tapi sok tegas dan sikap disiplin anak-anak lugu yang dibesarkan dalam kluarga militer.

Lokasi : Rumah

Pemain : 8 orang (bisa bermain bergantian, pada beberapa peran dapat dirangkap)

Karakter : menggambarkan keluarga eksekutif yang disiplin ala militer

Nyonya = wanita karir, sukses, perfect

Asisten = Banci tapi sok tegas

Anak2 := pintar, disiplin

 ========================================================================================================

  1. I.       Audisi Calon Nanny

Perbincangan antara Nyonya dan Asisten dan paca Calon Nanny yang diwawancara satu-persatu.

Nyonya : Asisten sini!

Asistn masuk.

Nyonya : Kamu kan saya tugaskan untuk mencari pengasuh untuk anak-anakku!

Asistn : Si…yap, Nyonya!

Nyonya : Dan kamu harus tahu tipe yang saya inginkan. Saya ini kan seorang wanita yang aktif. Kreatif. Inovatif. Pokoknya semua tif-tif lah.

Dan intinya sebutan yang cocok untuk saya adalah seorang ekskutif dan pebisnis ekonomi. Ya kan?

Asisten : Siap Nyah. Tapi Nyah saya kok jadi bingung — ekskutif dan pebisnis ekonomi — sebenarnya Nyonya ini kelasnya eksekutif atau bisnis atau ekonomi sih? — setahu saya mah adanya klas kskutif atau bisnis atau ekonomi — dan itu harganya kan beda-beda Nya. Kalo ekonomi itu murah tapi panassss!, kalo bisnis agak mahalan dikit dan agak dinginan dikit, nah kalo eksekutif itu  muahal dan dingiii..n!

Kalo Nyonya ini saya lihat-lihat masuk golongan mana ya? — emm kadang panas kadang dingin, kadang murah kadang mahal — bingung juga …

Nyonya: Heh saya ini sedang ngomongin karir saya, keesuksesan saya! bukan ngomongin Bis, tahu! Kamu berani-beraninya mbandingin saya dengan bis!

Asisten : Siap Nyah! Maaf saya gak berani mbandingin nyonya sama bis, sungguh! —Saya takut — kalo bis nya nanti marah, saya takut diseruduk!

Nyonya: Enak aja kau bicara—Yah tapi sudahlah. Pokoknya saya sekarang mau lihat hasil kerjamu dengan membuka lowongan Nanny. Kamu tidak lupa kan memasukkan criteria orang yang kuinginkan jadi pengasuh ana-anakku? Aku ingin seorang Nanny yang cerdas, cekatan, dan yang pasti…harus sayang anak — tapi nggak boleh sayang bapaknya!

Asistn : Oh kalo itu mah saya tahu. Saya sudah mengumpulkan orang-orang yang mau menjadi Nanny di rumah ini Nyah. Dari data saya informasikan bahwa yang mendaftar ada 1000 orang, lolos seleksi administrasi 500 orang, lolos ujian saringan 100 orang, dan sekarang yang dipanggil wawancara ada 3 orang! Nyonya tinggal mewawancarainya saja.

Nyonya : Lho katamu yang lolos ujian 100 orang tapi kenapa yang dipanggil wawancara hanya tiga orang?

Asisten : Si..yap Nyah. Soalnya. Yang 97 dianulir, kan lagi tren sekarang ! semua pengumuman yang sudah keluar pada dianulir

Nyonya : Oh ya, ya. Ok panggil saja mereka.

Asistn : Si….ap Nyah.

[membaca pengumuman] Audisi ‘’The Nanny Return’ segera dimulai: Pesrta pertama — : mass….syuuk!

Calon Nanny 1: Halo-halo-halo perkenalkan nama saya Nanny Hulu saya berasal dari Njombang Jawa Timur, pilih saya ya Ketik Nanny spasi Hulu kirim ke….

Asisten : Hey sudah cukup, cukup! Kau kira ini audisi apaan? Ini seleksi pengasuh, tahu, dan Nyonya yang nanti akan menentukan kamu terpilih apa enggak!. Sekarang wawancaranya, jawab pertanyaanya. Kalo berhasil menjawab pertanyaan pertama kamu berhak maju ke babak berikutnya, tapi — kalo kamu gagal kamu harus pulang ke-pa-da sang pencipta… [inspired tantowi yahya, who wants to be millionare]

Calon Nanny 1 : [tegang, gelisah] Ih serem amat — ada pilihan bantuan gak..?

Asisten : Nggak ada dan nggak boleh. Nggak boleh ngepek/nyontek, nggak boleh tengok kiri-kanan, depan belakang, ataupun atas bawah ! Silakan Nyah diwawancara, mangga’

[Calon Nanny semakin tegang, kusyuk berdoa]

 

Nyonya : Ok pertanyaan pertama : kenapa sih namamu Nanny Hulu?

Calon Nanny 1: [ gak jadi tegang tapi malah lemas] yah prtanyaan kayak gitu aja gampang…kenapa namaku Nanny Hulu, soalnya gini Nyonya. Di rumah kalo disuruh-suruh sama bokap-nyokap, saya selalu bilang..Sebentar…Nanny Dulu Nyak…atau Nanti dulu Be….

Nyonya : Yah kalo nggak mau disuruh-suruh ngapain juga saya terima kamu. Udah kamu gagal…..Panggil calon berikutnya!

Asistn : Peserta no dua……..Mass…syuuuk!

Calon Nanny 2 : Hallouw kenalkan sodara-sodara nama saya Nanny Seksi [Nyanyi : Sayalah Oh..oh..Si Nanny Seksi…Yeh (dari lagu si mini seksi by titik puspa)]

Nyonya : Ok jawab pertanyaan saya! Apakah anda menyukai anak-anak?

Calon Nanny 2: Wow suka sekali. Saya sangat menyayangi anak-anak. Dan saya sangat merindukan dekat dengan anak-anak. Dulu saya sangat dekat dengan sorang anak— saya menyayanginya—saya mencintainya—tapi huks-huks-huks—dia meninggalkan saya.

Nyonya :Sudah-sudah lupakan saja. Anak ternyata kamu sangat sensitive dan penyayang ya…kasihan kamu, hm siapakah anak itu? Adikmu? Atau keponakanmu?

Calon 2: Bukan dia anaknya calon mertua saya. Dia ninggalin saya—dia nikah sama orang lain…

Asisten :itu mah bukan anak-anak. Maksudnya Nyonya apakah kamu punya kepedulian terhadap nasib anak-anak….gitu

Calon Nanny 2: Oh tentu saja saya sangat peduli. Bahkan saya sempat mengadopsi anak-anak korban bencana Tsunami….

Nyonya : Oh …mengharukan…lalu dimana mereka sekarang…?

Calon Nanny 2 : Saya nggak diijinkan bawa mereka Nyah. Soalnya saat itu kan ada peraturan bahwa anak-anak korban yang masih dibawah umur gak boleh dibawa kluar dari Aceh. Jadi saya mengadopsinya yang sudah cukup besar, yang sudah pada kumisan lah…tapi sama pemerintah tetap saja gak boleh…

Asisten : Yah kamu sebenarna mau ngadopsi atau mau nyari tumpangan hidup..?

Nyonya : Ya sudah-sudah. Tapi yang jelas anda menguasai ilmu psikologi anak kan?

Calon Nanny 2 : hm Psikologi Anak? Oh iya Nyah, saya kenal banyak anak psikologi. Mereka sering datang menemui saya. Katanya sih nyari data untuk penelitian gitu…

Nyonya : Oh jadi kamu ini pasien yang jadi objek penelitian anak fakultas psikologi gitu ya

Calon : Betul Nyah, hebat kan…

Nyonya : Gagal…Panggil calon berikutnya

Asisten : Si..yap Nyah. Peserta berikutnya………Massss…..syuuu…k!

Calon Nanny 3 : [berwibawa, cerdas, ramah] Selamat malam, perkenalkan nama saya Nanny Wibawa = Seorang Nanny yang berwibawa. Saya lulusan dari LIA = Lembaga Ilmu Anak, dan saya telah mengikuti workshop-workshop dan pelatihan mengenai pendidikan anak…dari bagaimana membuat anak , membesarkan anak sampai bagaimana menjadikan mereka sebagai…anak yatim!

Nyonya : Yang ini yang saya cari. Ehm anda pasti tahu kan bagaimana cara mendidik anak—menemani anak belajar— mengajari anak mandiri—mengajari tata karma—

Calon Nanny 3: Oh tentu. Saya telah belajar banyak tentang dunia anak selama bertahun-tahun. Mengenai cara mendidik anak agar menjadi anak yang baik…itu adalah tugas saya

Nyonya : Kalo begitu anda resmi saya terima. Anda mulai bkrja saat ini juga karena saya harus pergi….maklum eksekutif

Asisten : Bisnis – ekonomi…

 

Asisten dan Nyonya keluar.

Nanny Wibawa sendiri

 

II. Pelajaran bersama Nanny Wibawa

Nanny: [mengeluarkan kertas panduan] Teori Kesuksesan Mengajar—

satu:berdoa [kemudian Nanny berdoa, mnundukkan kepala]

dua: disiplin! [berfikir] disiplin berarti tepat waktu.

Ok saya akan tepat waktu, dan sekarang adalah waktunya bagi anak-anak untuk mulai belajar. Sebaiknya saya panggil aja. Anak-anak…..com in!

 

Tiga orang anak masuk.

Nanny : Halo anak-anak semua. Saya adalah pengasuh kalian yang baru. Mengerti? [mengerti…] saya akan mengajari kalian tata karma. Salah satu tata karma yang wajib dijaga adalah bagaimana kalian harus bicara, kata-kata yang boleh diucapkan, kata-kata yang tidak boleh diucapkan, bagaimana brbicara di depan orang tua….dan sebagainya..mengerti?

Anak-anak: mengerti….!

Nanny: Ok kalo begitu skarang kita mulai pelajarannya. Coba kamu anak pertama sebutkan cirri-ciri anak yang baik itu bagaimana

Anak1: [maju/berdiri dan menjawab dengan bergaya membaca sumpah setia]  cirri-ciri anak yang baik. Anak yang baik adalah anak yang setia kepada Pancasila : Satu à ketuhanan yang….

Nanny : Oh sudah-sudah Ibu sudah tahu, OK? Nggak usah diteruskan nanti bisa kena RUU-APP = RUU Anti Politik Praktis —-

OK sekarang kamu anak kedua: coba kamu sebutkan cirri-ciri anak yang kreatif, yang berguna bagi bangsa dan Negara…!

Anak 2: [maju/berdiri bersikap seperti anak 1] cirri-ciri anak yang kreatif. Anak yang kreati adalah anak yang turut serta dalam mengisi kemerdekaan dan mengemban cita-cita Pro-kla-ma-si: bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah Hak …….

Nanny : Oh sudah, sudah. Itu bagus tapi nggak usah diteruskan nanti trkena RUU-APP = RUU Anti Pelcehan terhadap Proklamasi. Coba sekarang kamu anak ketiga, sebutkan cirri-ciri sorang gnerasi muda yang baik…?

Anak 3: [maju/berdiri bersikap seprti anak 1 dan 2] Ciri-ciri generasi muda harapan bangsa. Generasi muda harapan bangsa adalahHh [membaca Dasa Darma Pramuka]: 1) takwa kepada tuhan yang maha esa 2) disiplin berani dan setia 3) bertanggung jawab dan dapat dipercaya…

Nanny : Bagus. Bagus. Kalian memang anak-anak yang hebat! Nah sekarang saya akan mengajari kalian kata-kata dan sikap-sikap seorang anak yang baik. Mengerti…?

Anak2 : Mengerti…..

Nanny: Ok sebelumnya Ibu sampaikan contoh-contoh sikap dan kata-kata yang baik —- misalnya sama orang tua [Mama & Papa] kita harus bicara kata-kata yang baik seperti kalo disuruh ya harus bilang : Baik Mama…Baik Papa…Coba sekarang anak pertama praktekan!

Anak 1: [Berdiri mempraktekkan sikap manis]

Nanny: Ok bagus sekali…berikutnya sekarang sikap ketika Mama atau Papa ulang tahun — kalian harus memberi ucapan selamat dan mengungkapkan bahwa kalian saying sama orang tua kalian. … Coba sekarang anak pertama praktekan!

Anak 2: [Berdiri mempraktekkan, sikap manis] Selamat ulang tahun Mama, Selamat ulang tahun Papa..Dede sayang mama Papa

Nanny : Ok bagus sekali… saya rasa kalian semua sudah bagus. Sekarang Ibu akan memberi tahu kalian sikap-sikap dan kata-kata yang tidak boleh dilakukan dan diucapkan…— karena semua orang harus tahu mana yang baik dan mana yang buruk — mengerti ?

Anak2: Mengerti..

Nanny: Bagus. Sekarang perhatikan kata-kata Ibu [mengeluarkan kertas / primbon]

Anak yang baik itu tidak boleh:

1) Membentak,

2) Mengumpat,

3) Menghina, ..nah contohnya seperti ini …Hei minggir lo!

 

Kemudian yang berikutnya adalah kamus kata-kata terlarang…Anak yang baik tidak boleh mengucapkan:

1) Kata-kata kotor : misalnya aduh sepatuku kotor…atau ayo naik sepeda kotor (sepeda motor, red) mengapa gak boleh berkata kotor adalah karena kotor adalah singkatan dari Koruptor

2) Kata-kata yang menyakitkan (misalnya Aduh Gigiku sakit…ngilu sekali….itu nggak boleh),

3) kata-kata yang berbau sara misalnya Sara Ashari, Sara(ng) burung…dsb

4) kata-kata yang tidak sopan misalnya: sialan!, bajingan!, Anjing! Dan masih banyak lagi. Ayo coba sebutkan apalagi ayo…

 

Anak-anak: Monyet, bu….

Nanny : Ya benar — apalagi…?

Anak-anak: bedebah, bu….

Nanny : Bagus, pinter

Anak-anak: Bangsat, bu….

Nanny : Yap bagus, pinter-pinter semua. Jadi semua dihapal dan diingat baik-baik ya pelajaran dari ibu!

Anak-anak : Baik, bu….

 

III.  Mama datang

Tiba-tiba Nyonya datang untuk mengecek kemajuan belajar anak-anaknya

Nyonya: Wah anak-anakku sayang kalian rajin sekali belajarnya — mama bangga sekali pada kalian — gimana Nanny baru kalian apakah kalian menyukainya?

Anak-anak : Suka…..

Nyonya: Ok sekarang bilang ke Mama pelajaran hari kalian sudah belajar apa saja hari ini…

Nanny : Oh hari ini adalah programnya pembelajaran tata karma. Jadi saya telah mengenalkan prbendaharaan kata-kata. Ayo anak-anak tunjukkan apa yang baru saja kalian pelajari….

Anak-anak : [Bergantian, bersahutan] Sialan, Mama! Bangsat, Mama, Mama…mama…anjing mama…! Bededah, mama, bedebah…..

Nanny tersenyum puas

Nyonya marah dan ribut, protes : Grrrhhh!!!

=============

File jadul banget, tahun 2005-an

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s