Untuk apa babi diciptakan?

Untuk apa babi diciptakan?
Tergerak oleh postingan seorang teman beberapa waktu lalu mengenai daur ulang air kotor, yang rada2 menyangkut masalah babi juga….saya jadi gatal pingin posting tentang babi.

Lo itu haram beib….

Agama (Islam, Yahudi dan beberapa sempalan Kristen) jelas mengkharamkan babi, walau entah apa alasannya, hanya Tuhan yang tahu.

Konon karena dianggap tidak sehat, banyak mengandung sumber penyakit: seperti cacing babi dan berbagai penyakit lain yang mudah menular ke manusia….
Tapi ternyata banyak orang mengkonsumsi babi dan tetap hidup sehat hingga tua. Di Jepang yang disinyalir memiliki daya hidup tertinggi (berdasarkan tingkat harapan hidup usia lanjut), mereka adalah konsumen babi. Dan beberapa waktu lalu ada sebuah berita (sayang aku lupa sumbernya) seorang perempuan usia panjang mencapai lebih dari 100 tahun, adalah konsumen babi setiap harinya.

Konon karena perilaku babi yang rendah.

Ia pemakan segalanya (termasuk sampah) dan suka kumpul kebo, eh..kumpul babi, jadi akan berefek pada rendahnya perilaku orang yang mengkonsumsinya…
Tapi ternyata tidak sedikit komunitas konsumen babi yang hidupnya damai dan harmonis….
Dan banyak orang2 agamis anti babi yang terbukti hidupnya lebih buruk dari babi (babi makan sampah tapi tidak mencuri kan?, hehe)

Tahun lalu gw berbincang dengan seseorang dari WHO yang jadi salah satu member BOT CGIAR. Dia menyoroti tingginya konsumsi daging di sini (Philipinnes). Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan risetnya, babi memiliki tingkat kesamaan (secara nutrisi) yang sangat tinggi dengan manusia. Kemiripan mencapai 99% dan lebih tinggi daripada Chimpanze yang genetically the closest to human).
Hm…gw jadi kepikir, mungkin karena kedekatan ini maka transfer penyakit menjadi sangat mudah. Yah karena kita bisa menjadi host pengganti, kan?

Tapi pengetahuan dan pemikiran kita kadang hanyalah sebatas persepsi sesaat saja…..

Babi: ciyus…..untuk apa gue diciptakan?

Jadi sepertinya Tuhan masih merahasiakan alasannya mengapa diharamkan.
Lalu kalo babi itu haram, untuk apa pula dia diciptakan?

Kenapa (kayaknya) gak ada seruan untuk memusnahkan babi dari muka bumi ini? (eh, ada gak sih…)

Bukankah semua makhluk pasti dicipta untuk sebuah alasan tertentu? Walo tak menampik bahwa pada saat ini mungkin hanya sebuah tahap dari rentang evolusi yang panjang, akan tetapi keberadaan sesuatu dalam suatu masa dan ruang tertentu pastilah punya makna.

Lalu apa makna kehadiran babi dalam periode kemanusiaan kita ini?
Bagi mereka yang tidak menganggap babi haram, memang banyak dilihat kemanfaatannya, terutama ya untuk di makan, hm…lezzaattt…
(Eh, konon secara nutrisi babi sangat dekat sama manusia, jadi kalo mo nyicipin rasanya jadi karnivor gak perlu jadi sumanto, cukup coba babi guling, asal jangan keliru ambil gulingnya….:)

Lalu dalam kacamata Islam, apakah atau bagaimanakah posisi si babi ini?
Bolehkah diambil organnya untuk kepentingan transplantasi?
Bolehkah dijadikan bahan kosmetik sehingga para konsumennya dapat mempertahankan kecantikan dan tampak babi face?

Bolehkah dijadikan bagian dari komponen non medis seperti barang elektronik?. Konon Korea sudah berjalan ke tahap ini ya…

Atau, mungkinkah, (meminjam teologi orang religius) fungsinya adalah untuk menguji keimanan saja, sebagaimana tulang2 purba yang sengaja ditanam oleh Tuhan untuk membedakan orang yang beriman pada Tuhan dengan orang yang percaya pada evolusi?

Ah, kenapa pula musti peduli sama babi?
Jadi inget, beberapa waktu yang lalu ada temen posting gambar babi peliharaannya yang baru melahirkan. Anak2nya lucu-lucu, kulitnya putih bersemu merah merona, dan bibirnya sexy banget.

Babi juga makhluk tuhan yang juga sexy…..

Binatang seimut itu , kasihan kalo selalu dibully. Apalagi kalo sedang hamil…..alih2 dihargai karena tugas suci meneruskan generasi, ia malah di anggap super haram: sudah dianya babi, ditambah mengandung babi lagi….apalagi itu pasti hasil perbuatannya dengan babi pula…
Ah, kasihannya dirimu beib…..

ElBi, 19 July 2013

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s