Saat ini aku

Saat ini aku pingin nangis.

Dengan seindah-indahnya tangis.

 

Aku pingin pergi ke pantai:

beradu ombak. berteriak.menyatukan air mata dengan buihnya yang merapat menciumi bibir pantai, yang kemudian menggelepar terkapar dan terseok kembali ke sang laut.

menggali pasir. mengubur beban sesak dada.

 

Aku pingin pergi ke sahara.

bercinta dengan pasir, angin dan cakrawala. 

berserah pada semesta

 

Aku bosan dengan keriuhan belantara

Oleh desau angin yang tak henti bergosip dengan pucuk dahan

oleh rimbun daun yang menyembunyikan dendam

oleh pokon-pokok kayu yang melewatkan bayang hitam

oleh dingin tanah basah yang menyuburkan lintah pengisap darah

oleh kanopi-kanopi yang tak memberi ruang pada mentari, untuk sekejap menghangatiku

 

Aku rindu  rintik hujan 

Biar kutitipkan air mataku padanya.

Menyatu, mengalir, menyusup tanah. menuju samudera.

 

Aku rindu pada debi,

yang menemaniku menangis tanpa pernah bertanga: mengapa, ada apa, bagaimana.

yang mengerti aku dengan segenap lemah dan rinduku

yang memahamiku sebagai perempuan yang bukan perkasa

yang selalu menemaniku: tapi kini entah di mana?

 

Aku ingin bertanya:

Apa yang dilakukan oleh Xena saat gulana?

Ah, tapi, aku bukanlah superwoman!

 

Aku ingin menulis, bercerita

menumpahkan segenap sesak dada

mengurai gulana

tapi aku hanyalah seorang yang introvert. please deh, gue gak bisa banget. kecualu pada debiku.

Debi, kau dimana?

 

Debi, kalau kau membaca ini, kau akan tahu: betapa dalam diam-mu, kau begitu berarti bagiku.

Elbi, 15 Feb 2015

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s