Tak Lekang Lampung

Ini puisi sudah lama buanget. Tahun 200-an kayaknya. Saat itu masih muda dan suka kirim-kirim puisi ikutan lomba. Salah satunya adalah lomba karya puisi berbasis budaya lampung, Sumatera. Ketemu tiga puisi, aih-aih….

I/Tak Lekang Lampung
Melintasi jalananmu mataku terpana pada indah sketsamu
Ketika kujajaki kesetiaan Way Kanan membasahi lekuk bumi

Menyusup di rimbun hijau hutanmu, nyaliku terpaku pada kayamu.
Ketika segenap satwa bercanda dikedamaian Mengkujut.
:Ah, sagata bukahaya!

Menapaki anggun gunungmu, terkesiap sukma pada semerbak dupa membatas tabir misteri Menyelubung Pesagi.
: Ah Paradinei bagi pelancong sejati!

Terdampar di lembahmu jiwaku terpaku pada hening Way Rarem
Bisumu memandu sendu
Rintihan Kahindang

Menyusuri lekukmu hasratku mendidih dalam ganas Way Besai
berlenggak-lenggok menerjang, mencumbui bebatuan
Jeritkan medang khulang

Mengarungi biru lautmu hasrat menguap terbang lepas
Bersama deburmu melahap matahari
Senja itu di Labuhan Jukung

Menyelami indahmu; jiwaku melena
meleleh
menguap
dalam hangat mata air
Sukaraja

Mencumbu pesonamu hasratku mendidih
Bergolak dalam deburmu
Menyapa riak menjemput ombak
Merak Belantung

Menyentuh angkuhmu yang bisu, gairahku mengembang
Melayang dalam gelora
Gairah anak Krakatau

Menelusuri ragamu; sukmaku menjelma angin
menyusup
melintas
menyeruak
Pokok-pokok dammar
Rimbun bukit berbaris
Cadas Way Sepuga
Ceria canda fauna

Pesonamu memasung hatiku
Percik ombakmu tlah menggetarkan nuraniku
Melintas raga, gumamkan cinta ;
Samar; menelanjangi sukma; Liar
Melemparkan mimpiku
Sebuku!
Sebesi!

II/ Tak

O, Bagaimana mungkin ku beranjak?
O,
Bagaimana
Mungkin
Ku
beranjak
?

Tak!
Takkan mungkin ku beranjak
Sementara hasratku telah mengendap
pada diam Danau Ranau
damai berkasih gunung Seminung

Tak!
Takkan mungkin ku berpaling
Sementara deras Sinar Tiga mu tiada henti memacu gairahku

Tak!
Takkan kuasa ku enyah
Sementara anggun pokok-pokok dammarmu kuat mencengkeram hatiku

Tak!
Takkan bisa kulupakan
Sementara hening telagamu telah memasung pikirku

Tak kan mungkin ku pergi
Jadi biarlah kudisini

III/ Biar
Biarlah
Kuukir cintaku pada cadas Way Sepuga
Kurebahkan lelahku pada damai lembah Gunung Betung
Kuendapkan hasratku di biru Danau Suoh
Kutitipkan setiaku pada Way Besai
Kupasrahkan gairahku pada anak Krakatau

Biarlah
Kan kunyalakan secawan dupa di Gunung Pesagi
Untuk hasratku yang tlah mengendap
Untuk cintaku kuat tertancap
Untuk gairahku yang pekat

Biarlah
Kuhantarkan sebuah upeti
Sukmaku yang terbuai
Hangat
Dalam pesona
Lampung tak lekang

 

Dibikin tahun1999-2000-an, di draft ini sekitar tahun 2008 (saat gue bikin blog ini) dan dipublish 21 January 2013.

Los Banos, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s