Brasil, hari terpanjang dalam hidupku

Brasil: 19 – 27 Maret 2011.

Gue di ajak sama bos ke Brasil. Ada workshop 4 hari: tentang Aluminum and related stress tolerance. Project ini diselenggarakan oleh Generation Chalenge Program (GCP), projet yang juga mendanai PhD saya. Jadi karena saya scholar yang didanai project ini, dan akan penelitian dengan menginduk pada project ini makanya saya disertakan. Yah, walaupun saya masih sangat baru di bidang ini, akan tetapi saya tidak akan menolak sebuah kesempatan yang hadir.

Jadi berangkatlah kita, memulai hari yang begitu panjang….

Kami berangkat  jam 8 malam dari IRRI Los Banos menuju Bandara International NAIA di Manila. Pesawat kami lepas landas jam 1 dinihari, pada tanggal 19 Maret.

Dan perjalanan panjang pun dimulai….

Manila, 19 Maret 2011 jam 01.00 am:

Pesawat lepas landas dari NAIA, Manila menuju Dubai. Setelah penerbangan selama sekitar 6 jam sampailah kita di Dubai. Saat itu di Dubai baru menjelang waktu subuh. Saya istirahat di bandara Dubai yang keren selama sekitar 5 jam. Ya sholat subuh dan jalan-jalan aja. Dan bengong, gak ada teman.

Dubai, Jam  09. 00 am :

Pesawat lepas landas menuju Sao Paolo Brasil. Penerbangan yang panjang, sekitar 13 jam di udara.

Cuma duduk-duduk aja. Kalo cape ya nyetel TV. DAn lihat ke monitor sampai di mana posisi kita, ah ternyata baru saja melintas Afrika. Ya sudah tidur aja. Lampu pesawat dimatikan dan diganti dengan dinding bernuansa pendaran bintang. Lumayan teduh, tapi kadang ada orang yang iseng (yang duduk dekat jendela) membuka penutup jendela jadi ketahuan deh kalo diluar masih terang benderang.

Yah isinya cuma tidur, nonton, makan dan tidur lagi, makan lagi, dan nonton lagi…

Sebenarnya boleh juga telpon2an dari pesawat, tapi harus pake telpon pesawat, yang harganya pasti muahal buanget tt.

Setengah teler, sampailah kami di Sao Paolo. Sekitar jam 8 pm kita mendarat. Kita punya waktu sekitar 2 jam sebelum penerbangan selanjutnya menuju Sete Lagoas. Hm….

Sao Paolo, 19 Maret jam 10 pm:

Jam 10 pm kita terbang menuju Sete Lagoas. Hanya sebuah penerbangan pendek, sekitar 1 jam.

Sete Lagoas, 19 Maret jam 11 pm:

Jam 11 pm kita sampailah di Sete Lagoas. Disana kita sudah ditunggu oleh driver yang akan membawa kita ke tempat tujuan kita. Sekitar satu perjalanan. Dan hanya beberapa menit sebelum jam 12 saya menginjakkan kaki di kamar hotel tempat kami menginap.

Jadi dari saat brangkat jam 01.00 tanggal 19 – setelah perjalanan selama sekitar 36 jam, saya masih brada di hari dan tanggal yang sama, pada jam menjelang tengah malam.

Hm…saatnya merebahkan tubuh, sambil membayangkan segelas teh panas dan nasi goreng untuk sarapan pagi. Saya tahu bahwa hotel menyediakan sarapan gratis…mmm membayangkan yang anget-anget ..yang panas…

Brasil oh Brasil…

Makanan?

Rasanya masih setengah teler dan laper amat. Tapi kita harus segera pergi ke konference. Aih…ayuk makan pagi dulu. Terbayang nasi goreng, aih…

Dan apa yang kita temui di resto hotel? Hanya ada roti, cereal, telur, susu, jus, buah-buahan, dan temen-temennya, beraneka sajian sarapan sehat. Mana nasinya? mana teh panas? Ugh…baru saat itu rasanya benci banget sama makanan sehat….

Tapi itu belum seberapa. Selama di konference makan dan snack kita ditanggung penyelenggara. Kofie break bisa pilih kopi atau jus, plus camilan kue kering. Nggak ada teh dan yang gurih2. Beda banget sama Asia. Untung aku boleh minta air putih panas, jadi tidak terlalu tersiksa.

Makan siang?Lumayan ada nasinya. Ups, tapi nasinya beda buanget. Nasi di sini butirannya gede2 banget dan pisah2…kayak makan butiran jagung aja. Gak ada sayur, cuma salad. Dan daging campur-campur: ayam, babi dan sapi. Aku lupa makan apa saat itu.

Mungkin satu-satunya makan yang kurasa enak adalah saat kita mengunjungi lapang dan makan siang di sebuah lembaga penelitian nasional. Di situ pegawainya lebih banyak dan kafetarianya menyediakan makanan yang lebih beragam. Ada pasta dan saladnya juga bervariasi.

Kalo malem kita pesan makan di resto. Saat pertama saya sama bos, kita cari2 menu yang kira2 bisa ditelan. Bosku adalah vegetarian (tapi gak strick2 amat…). Kita pesan dua jenis makanan, ternyata masing2 porsinya besar banget. Untung kita cuma pesen masing2 satu porsi.

Kadang kita diundang makan bareng di resto.  Dan gua selalu pesen ayam…

Pernah juga makan malam habis conference langsung. Kita disuguhi singkong oven lumayan enak, bersama daging oven di iris kotak-kotak: kering dan empuk. Juga beberapa camilan kue kering. Saya mulanya males mencicipi singkong dan daging tersebut, tapi kemudian -berdasarkan pembicaraan dengan teman- tahulah saya bahwa suguhan itulah yang mereka maksud sebagai dinner. Woa….akhirnya gue makanlah singkong2 itu. DAn memilah-milih potongan daging oven tersebut, memilih yang bukan babi. WAh kalo gak makan bisa kelaparan habis, soalnya kita bakalan sudah kemaleman saat sampe hotel, dan bos gak mungkin ngajak makan….ayo dipilih2….

Orang2 nya?

Masyarakat Brasil bicara dengan bahasa Portugis dan Spanyol. Tidak banyak yang menegrti bahasa Inggris. Yah seperti kita di indonesia, hanya orang2 yang bersinggungan dengan dunia luar yang biasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Seperti tercermin dalam telenovela (walau telenovela lebih banyak berasal dari Mexico), masyarakatnya menjunjung tinggi kecantikan fisik. Dan gambaran cantiknya ya seperti di telenovela itu: tubuh padat montok, sexi….

Ramahkah? Atau cuek? Individualis?. Ya, ada yang ramah, banyak yang cuek. Secara keseluruhan kalah ramah kalo dibandingkan masyarakat Asia (Korea, Taiwan, pilipinnes).  Mungkin karena bahasanya gak nyambung? Ah gak juga. Di Taiwan dan Korea mereka gak bicara bahasa Inggris tapi kita selalu merasa nyaman bersama mereka….

Something interesting?

Ini adalah negara besar. Perjalanan ke lokasi pertanaman penelitian yang berada jauh dari kantor, dalam deretan ladang luas menghampar mengingatkan saya pada para tuan tanah yang ada di film2 dan telenovela. Dan ternyata di negeri ini, pada jaman inipun masih banyak tuan tanahnya. Lahan mereka bisa beratus-ratus hektar. Tapi saya nggak tahu pasti apakah sistem kerja mirip perbudakan itu masih juga ada? Semoga tidak ada lagi….

Selama di konference tidak ada yang menarik. Isinya  banyak orang2 pinter dan sulit dipahami hingga terkadang, untuk sekedar tahu pun sulit. Ada yg sombong. Ada yang baik. Saya berkesempatan masuk ke kantor seorang peneliti tanah, di seputar dinding kantornya yang lebar,  terpajang ratusan, mungkin ribuan botol berisi koleksi tanah di wilayah penelitiannya. Oh, sebegitu serius dan mendalamnya dia mendedikasikan dirinya pada ilmu dan negara….bikin ngiri!

Naik balon udara….!!!

Praktis tidak ada waktu untuk bersuka ria menjelajah spot-spot menarik. Waktu kita terbatas. Di hari terakhir saya cuma jalan2 di seputar danau di depan hotel. DAn kumelihat sebuah balon udara, dan ku mendekat. Ai, balon udara itu diturunkan dan mereka memanggilku untuk naik bersama…Asyik banget, akhirnya saya berkesempatan naik balon udara walaupun hanya sebentar, karena saya harus segera bersiap pulang, meninggalkan Sete Lagoas. TApi keramahan yang kuterima di saat terakhir itu sungguh berarti……Walau kita tidak bisa saling cerita karena bahasa yang berbeda, tapi kita telah berkomunikasi. Dan keramahan mereka selalu ku kenang di hati…..

                                                               IMG_0640

 

IMG_0642

Terimakasih kepada Bos ku yang membawaku ke tempat itu, dan keramahan orang2 yang berlapang hati menerimaku….

Disarikan lagi,

Los Banos, 18 January 2013.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s