Nyeri haid, sumilageun dan dismenorhea: Apa dan bagaimana menghadapinya?

Pernah mengalami sumilangeun? Gimana rasanya? Hmmm…it’s terible, right?

Saya dan sumilangeun

Saya mengalami sumilangeun pertama kali pada saat muda dulu, saat kuliah S1 di Yogya jaman dulu kala. Selama masa studi saya itu saya mengalaminya 2 atau 3 kali. Sumilangeun berikutnya terjadi lama setelah itu, yaitu saat saya sudah mulai bekerja di Bogor. Dan saya mengalaminya beberapa kali. Dan sekarang ini, kadangkala saya juga masih mengalaminya.

Saya coba mencari tahu apakah faktor usia mempengaruhi terjadinya sumilangeun atau tidak, cuma saat usia tua sekarang saya lebih sering mengalaminya.

Rasanya? Jangan ditanya deh; komplit sakitnya, lebih sakit daripada makan sup sandal jepit…(perbandingan yang gak mutu ya?)

 

Ada apa dibalik sumilangeun?

Apakah sebenarnya yang terjadi dibalik sumilangeun?

Sumilangeun itu merupakan efek nyeri yang dirasakan perut saat terjadi peluruhan pada penebalan dinding rahim. Saat peluruhan itu dinding uterus mengalami kontraksi untuk bisa lapas dari dinding

Penebalan endometrium merupakan siklus alami dari seorang wanita normal. Penebalan itu merupakan persiapan untuk menyangga calon janin. Apabila setelah ovulasi tidak terjadi pembuahan maka janin tidak terbentuk dan dinding rahim yang sudah dibentuk harus diluruhkan. Proses peluruhan inilah yang kita sebut sebagai menstruasi.

Pada saat menstruasi senyawa prostaglandin dilepaskan. Pelepasan prostaglandin dan senyawa lain memicu kontraksi dinding uterus. Dengan kontraksi ini suplai darah ke jaringan endometrium dibatasi sehingga jaringan menjadi pecah dan mati, untuk kemudian akan digantikan dengan yang baru. Jaringan mati ini kemudian dilepaskan dari uterus keluar rahim dan selanjutnya keluar dari tubuh kita dalam bentuk jaringan darah yang kita kenal sebagai menstruasi/haid.

Adanya kontraksi otot ini mengurangi suplai oksigen  jaringan sekitar dan menimbulkan rasa nyeri. Kontraksi ini selalu terjadi pada saat menstruasi akan tetapi tidak selalu berakibat sumilangeun, tergantung dari kekuatan kontraksinya.

Trus apa yang biasanya memicu sumilangeun dan bagaimana saya mengatasinya?

Tidak jelas persis apa pemicu sumilangeun. Ada yang bilang karena banyak makan yang pedes, ada juga yang bilang bahwa itu mungkin tanda-tanda adanya kelainan/penyakit yang lebih serius. Saya gak sepenuhnya percaya kedua-duanya. Saya suka makan pedes dah lama, temen saya juga, tapi temen saya gak pernah sumilangeun. Sementara ada temen yang gak doyan pedes tapi sering sumilangeun. jadi faktor makan pedes sebagai penyebab sumilanguen kurang dipercaya, atau setidaknya ada/banyak faktor lain yang lebih dominant.

Kita tahu bahwa proses kontraksi dinding uterus adalah hal yang alami. Hanya besarnya kontraksi dan efek yang timbul bervariasi.

Menurut Mbah Wiki, selain akibat dari kontraksi dinding rahim sumilangeun bisa juga disebabkan (atau setidaknya dipengaruhi oleh adanya) faktor lain seperti adanya kista, akibat pemakaian alat kontrasepsi dan beberapa faktor lain seperti endometriosis, adenomyosis dan leimyoma (apaan sih? di search sendiri ya…). 

Atua search aja di sini: http://www.pharmacorner.com/default.asp?action=article&ID=1274

 

So gimana dunk penanganannya?

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

1. Jaga agar tubuh dan otot perut sehat. Misalnya dengan rajin berjalan-jalan atau pijat perut dan yoga.

2. Menghindari minum dingin. Saya pernah tanpa sengaja minum air dingin saat haid H1 dan akibatnya….mengerikan, sakit bukan main! Suasana dingin menghambat proses peredaran dan peluruhan jaringan darah.

3. Kalo terasa nyeri tingkat sedang biasanya saya atasi hanya dengan menggosok perut dengan minyak angin untuk menghangatkan. TApi walopun gejala ringan kalo mo bepergian saya mending minum pil penahan nyeri haid (ex feminax).

4. Kalo nyerinya minta ampyun? Kalo pas gini saya gak bisa mengatasinya sendiri, karena biasanya saya sudah gak peduli apa-apa, gak tahu barat-timur-utara-selatan. Badan berkeringat dingin, pucat pasilah kita….Aku akan minta tolong orang lain, siapapun yang deket dan bisa dijangkau. Saya harus menghangatkan perut dengan air panas. Biasanya aku bikin teh panas (maksud saya minta tolong orang untuk bikinin air panas). Sebagian air panas dipake buat minum, dan sebagiannya lagi bukat seko perut (istilah jawa). Air dimasukkan dalam botol atau karet penampung dan kemudian ditempelkan ke perut. Setelah itu masuk selimut tebal dan menikmati setiap nyeri yang ada itu. Ini biasanya berlangsung selama sekitar 10 menit. Sebentar? 10 menit untuk sebuah sumilangeun adalah sebuah siksaan yang mengerikan, tahu?

5. Untuk menghindari terulangnya ‘the terrible moment’ saya sekarang selalu siap obat yang saya bawa untuk jaga2 pada saat hari-hari tersebut datang.

6. Ada baiknya konsultasi ke dokter, siapa tahu ada sesuatu……kalo saya sih males!

Los Banos, 11 Feb 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s