Tanda-tanda penuaan diri

” Penuaan adalah proses yang alami dan wajib hukumnya. Jadi kalo ada orang yang tidak mengalami penuaan itu berarti abnormal atau memiliki kelainan”

Ini adalah sebuah kalimat retoris yang biasa diungkapkan oleh orang yang sedang atau mulai merasai gejala-gejala penuaan diri. Berbagai kalimat indah diungkapkan, yang ini adalah normal untuk manusia yang mulai menua, untuk mendefinisikan, memberi arti, mencoba berdamai ataupun sebagai upaya untuk bersembunyi. Untuk apa, terhadap apa atau dari apa? Ya dari perasaannya, kata hatinya, dan penyadarannya. Aih, aih!

Ayuh kita buat diskusi kita jadi ringan aja…

Apa sih tanda-tandanya bahwa kita sudah (semakin) menua?

Wajah yang menkeriput? terbentuknya kantung mata? pigmentasi kulit? Ubanan?.

Ya, semua itu benar. Tapi aku tidak ingin membahas itu karena dua hal: pertama karena aku bukan seorang ahli kecantikan kulit dan wajah dan tidak tahu banyak hal mengenai seluk beluk  kayak gituan. Kedua karena saya tidak cukup konsen dengan berbagai bentuk ‘keresahan’ perempuan cantik yang ingin mengulur dan memperpanjang masa ‘cantiknya’.

Ini karena saya memiliki term sendiri tentang kata ‘cantik’ yang tidak melulu bermuara pada bentuk dan komposisi daging dan warna & tekstur kulit. (Hm…kayaknya saya dulu pernah punya tulisan mengenai apa itu ‘cantik’ mustinya saya publish duluan….).

Tapi memang ada kaitannya dengan meredupnya satu bentuk ‘kecantikan’ . Sebuah kecantikan bisa meredu dan kemudian padam, tapi bisa juga bermetamorfosa menuju bentuk ‘kecantikan’ yang lain.

Tapi disini aku cuma akan menulis mengenai tanda-tanda secara umum proses penuaan diri (bukan dini). Sebuah proses yang pastinya akan dirasai semua orang yang bisa menginjak waktu tertentu. Ini juga bukan tentang usia, karena daya tahan tubuh tidak semata-mata ditentukan oleh usia.

Seperti yang dirasai oleh Ella. Di awal tahun 2012, dia merasai keadaan yang begitu berbeda dari tahun sebelumnya. 

Dia mengawali tahun 2011 dengan penuh semangat dan sukacita. Melangkah dengan ringan dan lincah menyongsong setiap pekerjaan yang datang dan menjadikannya peluang untuk belajar dan ajang untuk berkarya. Berteman dengan semua orang, berbagi rasa, bersuka ria. Bekerja, membaca, menulis dan berkarya.

Tapi sekarang begitu mudah cape, lelah dan kehilangan semangat. Sekarang begitu mudah ambruk dan sakit-sakitan. Kemampuan untuk mengerti sudah melambat. Apalagi mengingat dan menghapal. Semangat untuk mencari telah menurun, apalagi keinginan untuk mendaki. Keberanian untuk berbeda menghilang diganti keinginan sederhana sekedar untuk bisa diterima.

Bahkan keinginan untuk membuat tulisan yang bagus pus sudah menipis, berganti coretan-coretan kata tanpa nada.

Itu artinya: kau beranjak menua…..

Yah jadi ada beberapa hal sederhana yang menandai proses penuaanmu seperti:

1. Tubuhmu tak sekuat dulu lagi: Kau menjadi lebih mudah lelah, dan kurang tahan terhadap cuaca, mudah sakit-sakitan.

2. Kau tak selincah dulu lagi: Kau berjalan lebih lamban, bekerja lebih lamban, merespon lebih lamban…Coba cek gaya berjalanmu. Kalau saat berjalan proporsi ‘kedua kaki menapak sempurna ke tanah’ berarti kau lamban. Kau butuh kedua kaki untuk menopang beban tubuhmu.

3. Kau menjadi ngantukan. Kau membutuhkan waktu tidur yang lebih lama, seperti masa bayi. Hm…mungkin bedanya adalah: kalo bayi banyak tidur untuk mempersiapkan diri banyak melek di kemudian hari, tapi kalo banyak tidur yang merupakan penuaan adalah sebagai upaya persiapan untuk sebuah tidur yang panjang……Ikh!

4. Apa lagi ya? Siap2 pulang dulu ah, sebentar lagi bis datang…..(menunggu bis untuk pulang; bukankah kita hidup juga menunggu bis untuk pulang kepada-Nya?)

Los BAnos, 10Jan2012.

Setelah cape mempersiapkan seminar tadi pagi dan masih males belajar buat exam besok.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s