Komentar Facebook

Melihat berbagai status di wall teman….

Ada yang asyik.

Ada yang menginspirasi.

Ada yang lucu.

Ada yang sendu….

Tak jarang juga;

Ada yang menyeramkan. Menakutkan. Memilukan

Atau…..bikin gatal.

Gatal?

Hahaha…iyyah! Saya suka gatal kalo melihat status2 yang isinya: mengumpat2,

menghina2,

menghakimi orang lain,

merasa benar sendiri,

merasa….seolah2 dia adalah Tuhan.

Woah!

Pilu rasanya melihat hal itu. Dan gatal. Kayak panuan.

Biasanya sih, bisa menahan diri untuk tidak komentar. Cukup tersenyum dan mengingat….ah, semua ada masanya. Dulu juga saya begitu. Dan kini saya begini. entah besok seperti apa….

Tapi kadang2 jadi ikut marah…

Nha loh…., apa bedanya saya dengan yang saya kritik? Sedih melihat orang mengumpat tapi kita malah jadi ikutan mengumpat? Sedih melihat sikap egois dan arogan mereka, tapi kita sendiri egois dengan klaim kita? Apa…..masak jeruk makan jeruk??? Hehehe….

Seperti yang tadi baru lalu saya koment di sebuah wall teman. Kurang lebih dia mengkritik pemerintah sebagai pihak yang dholim dan (seakan memberi tuah) tungglah kehancuranmu….karena do’a rakyat yang terdholimi pasti terkabul.

Saya memberi koment ajakan untuk mari berdo’a yang baik-baik, karena do’a adalah harapan…

Kita berharap semoga cahaya menghalau kegelapan… semoga kebaikan menggantikan keburukan….semoga keindahan tercipta…..

Kalau kita berdo’a untuk pemerintah, mengapa harus mendo’akan kehancuran mereka? Mengapa tidak berdo’a saja untuk kesadaran mereka? Kehancuran mereka belum tentu berdampak baik bagi rakyat. Akan tetapi kesadaran mereka akan membawa pada keadaan lebih baik.

Dalam falsafah jawa ada istilah menang tanpo ngasorake menang tanpa mengalahkan, merendahkan orang lain). Mungkin semacam win-win solution kali….

Dalam persepsi saya bentuk kejayaan dan kemakmuran bumi harusnya seperti itu. Ketika Islam berjaya maka yang terjadi adalah rahmat di bumi ini. Semua makhluk merasai rahmat-Nya. Tidak ada yang dikalahkan. Tidak ada yang direndahkan.

Karena Islam adalah rahmat.

Adalah kedamaian.

Adalah keadilan.

Adalah keselamatan.

Adalah keindahan di bumi ini.

=====

Eh, kembali ke FB: Dia membalas bahwa sunatullah adalah orang baik didoakan baik….orang buruk di-do’akan buruk…..

Gubrag deh! Berarti ada doa/pengharapan yang baik…dan do’a pengharapan yang buruk.

(Jadi ingat Mbak W: yang kalo marah sama seseorang sering bilang…:Ku do’akan semoga tidak …..=== uppsssttt … sungguh saya gak mampu meneruskan kalimatnya=== Seram sekali rasanya)

Hm…sungguh saya membenci ketidak adilan, saya benci tindakan semena2, saya benci orang2 yang dholim. Tapi saya tidak bisa mendo’akan keburukan atas mereka. Karena pada dasarnya sikap tidak adil, semena2 dan kedholiman itu sendiri sudah menjadi neraka bagi mereka. Mereka bukan bersenang-senang atas sifat dan sikap mereka. Mereka adalah orang2 menderita yang ingin berbagi penderitaan, karena tak punya cinta.

Saya berharap mereka mendapatkan cahaya, petunjuk, kesadaran…yang akan merubah hidup mereka. Menjadi lebih baik….dan setiap manusia punya hak untuk mendapatkan hidayah Tuhan, untuk merasai Cinta-Nya.

Ah malem….terusin lain kali ya….

LB: just after the FB comment.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s