Dirimu lahir dari lingkunganmu

Siapa dirimu tercermin dari lingkunganmu. Atau lingkunganmu mencerminkan hargamu. Atau nilaimu ditentukan oleh tempatmu….Kurang lebih begitulah kalimat yang saya petik dari sebuah tulisan di sebuah mail list.

Diri kita dan lingkungan. Memang dua hal yang tak terpisahkan. Kita merupakan unsur dan tercakup dalam lingkungan kita. Di dalamnya ada berbagai proses saling pengaruh-mempengaruhi, saling ketergantungan, keterikatan, relationship. Segenap peristiwa aksi dan reaksi antar kita dengan lingkungan tak kan pernah berakhir selama denyut kehidupan masih berjalan.

Tinggal bagaimana kita menempatkan diri dalam lingkungan. Ada orang yang bisa menjadi magnet dalam kehidupan diliongkungannya. Menjadi motor penggerak sejarah. Menjadi trend setter. Menjadi bintang yang berkilau dan menginspirasi bagi lingkungannya, baik skala kecil maupun skala besar. Kita mengenal banyak nama besar seperti para nabi, para dewa, dan tokoh2 sejarah di dunia ini.

Mereka adalah manusia yang begitu ajaib; indah, kuat, lentur, atau bagaimana lah kita menyebutnya……sehingga energy dalam dirinya begitu kuat menarik dan membawa serta semua unsur disekitarnya bergerak bersamanya. Mereka seperti inti sebuah atom.

Dan siapakah kita? Saya?…

Jujur dan penuh kesadaran dan keikhlasan saya jawab; I’m nothing betapapun inginnya kita untuk bisa menjadi; I’m everything…. Jadi ingat sebuah kata dari teman gini” I dont want to be everything for everyone….I just wanna be something for some one” Hiks, romantis amir! Dah ah….aku lagi gakpingin romantis 2an tis, lanjut……

So coz I,m nothing. Saya dan kebanyakan kita hanyalah sebuah titik, sebuah unsur dari lingkungan kita. Dan …..karena kita kecil dan lingkungan kita begitu besar dan kompleks…karena kita lemah dan ringan (kayak debu aja…) makakita sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan kita.

Kita bergerak, berjalan, beraktifitas….dipengaruhi (kalau tidakmau bilang dikendalikan) oleh sebuah kekuatan besar dan menjadi inti penggerak kehidupan ini. Hm Tuhan penggeraknya, saya sepakat itu. Tapi Tuhan punya mekanisme tentunya. Dan saya tidak ingin berbicara tentang hal yang begitu agamis seperti itu…..

Kita jadi sosialis dulu ajayuk….kita anggap bahwa ada ide-ide tertentu yang mendasari kita dalam berfikir, berbuat dan berkarya dalamhidup ini. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kerangka berfikir kita. Dan lebih lanjut kemudian berimplementasi menjadi seperti apa kita. Ah tapi saya juga males ngomong soal paradigma-paradigma kayak gitu….kurang kerjaan.

Hm…kok malah belibet gini sih? Susah banget mo nulis.

Padahal aku cuma mau menyitir   pernyataan yang menyatakan bahwa siapa diri kita sangat dipengaruhi (bahkan kadang ditentukan) oleh lingkungan kita.

Kita bisa menjadi manusia yang baik dan indah dalamlingkungan yang juga baik. Mengapa? karena lingkungan yang baik akan membantu kita hanya mengekspresikan hal-hal terbaik dalam diri kita. Hal-hal terbaik dalam diri kita akan muncul ketika menemukan sesuatu yang bisa menjadi media untuk tumbuh dan berkembang.Ini seperti sebuah eh sebutir spora yang akan berkecambah begitu menemukan air setelah sebelumnya mengalami dormanci karena kekeringan. Sementara sisi-sisi buruk kita akan tertekan, tersembunyi, terkikis dan menghilang karena tak menemukan media untuk bertumbuh.

Sebuah contoh mudah adalah misalnya dalam lingkungan kerja kita sehari-hari. Apabila lingkungan kerja kita terdiri atas orang-orang yang malas, penggosip, penyebar isu…maka kita akan bertumbuh menjadi orang seperti itu. Pertama-tama kita mungkin masih bisa menjadi dirikita. Akan tetapi lambat laun, karena terbiasa dengan suasana maka kita akan menganggap lingkungan kita baik-baik saja. Dan lambat laun kemudian ketika kita menjadi seperti mereka dan akhirnya menjadi mereka….

Demikian juga apabila lingkungan kita adalah lingkungan yang terdiri atas orang-orang dengan kinerja yang tinggi, bertanggung jawab, jujur dan berdedikasi. Kita akan sedikit demi sedikit belajar menjadi seperti mereka. Karena ….

Karena kita berbagi ruang dan waktu dengan mereka. Kita berbagi energi.

So, kalo Lingkungan kita mempunyai denyut energi yang positif:

Maka apabila kita memiliki energi positip yang kecil saja maka energi kita akan saling bersambut dan akan bersama-sama membentuk pusaran energi positif yang lebih besar.

Sementara pada lingkungan yang positif, kalo kita memiliki sedikit energi negatif maka energi negatif kita lambat laun akan terkikis….dan musnah.

Tapi, sebaliknya: Kalo kita berada di lingkungan dengan energi negatif:

Maka apabila kita hanya memiliki sedikit energi positif maka itu akan cepat tergilas, dan apabila sedikit saja kita memiliki energi negatif maka akan sangat cepat bertumbuh menjadi pusaran energi negatif.

So….thus, lingkungan adalah katalisator bagi kita untuk menjadi baik ato buruk. Lingkungan bukanlah penentu. Ia hanya katalisator, tapi katalisator yang sangat kuat.

Jadi apabila kita hanya manusia ‘biasa’ pilihlan lingkungan yang baik untuk mengikis yang buruk dari kita dan membantu kita bertumbuh menjadi lebih baik.

Tapi anda adalah ‘orang kuat’ beranilah terjun untuk menginisiasi pusaran kebaikan bagi lingkungan anda.

Mari kita berupaya menjadi indah.

Mari kita bangun kehidupan di bumi ini yang indah.

Mari kita menjadi bagian dari keindahan di bumi Tuhan yang maha Indah…..

Iklan

2 Comments

    • Dear Kho, ada dua makna tersirat:
      1. You have a very strong personality, kau begitu bagus, baik, kuat dan kharismatik, Kau menjadi magnet: sehingga dimanapun kau berada lingkunganmu menjadi baik karenamu….
      Kalo kau masuk yang kategori ini: selamat, kau adalah bintang, kau adalah berkah bagi bumi

      Tapi kalo kau masuk kategori yang ke-dua dibawah ini, maka kita perlu banyak belajar.
      2. Kau lemah, rapuh dan kerdil: sehingga kau tak pernah mendapat perlakuan yang layak, dikesampingkan dan nggak dianggap.
      Kadangkala tanpa sadar kita memiliki karakter yang lemah, defensif etc. Kita lemah dan gagal…. dan kita salahkan lingkungan kita.
      Mari kita buka pikiran kita; karena pikiran kita itu seperti parasut; dia akan berfungsi apabila terbuka. Tapi kalo tertutup, ia hanya menjadi beban di punggung kita…..

      Ok friends, lets decide our happines.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s