Gue dianugerahi sakit

Lebih seringnya aku merasa sehat-sehat saja. Mungkin karena setumpuk aktivitas pekerjaanku yang menyelimutiku tapi tak mematikanku. Mungkin karena aku bahagia menjalaninya.

Padahal ada beberapa hal yang kurasai kurang beres dalam tubuhku.

Hm…biarlah aku terima, aku jalani. Toh setiap yang terjadi adalah sesuai rencana-Nya. Seringkali penyakit adalah cara Tuhan untuk menyapa kita, membuktikan kasih-Nya. Dan memberi isyarat bahwa kita sudah ditunggu oleh-Nya.

Hm….jadi pingin menghitung sapa Tuhan dan kerinduan-Nya.

1. Pilek yang terus-menerus.

Dulu tidak begini. Pilek terus menerus. Terutama sore menjelang malam. Padahal belum terlalu malam. Hidung meler, bersin-bersin dan gatal.  Sementara pagi harinya hidung mampet dan juga bersin-bersin. Pernah hidung mampet sekali dan pangkal hidung pedih sekali dan ingus tercampur warna coklat darah. Mungkin ada semacam iritasi di area pernafasan tersebut. Saluran antar hidung telinga (sal eustacheus;?) terasa gatal. Ini mengingatkan saya pada seorang teman. Dia selalu pilek,akan tetapi selalu ceria dan tetap bersemangat dalam bekerja.

 

2. Ngilu dan nyeri di telapak kaki

Aku rasakan akhir-akhir ini rasa ngilu di telapakkaki bagian belakang (tungkak). Dugaanku ini bukan asam urat, sebab rasa ngiluitu bukan di persendian. Lagian saya juga tidak memiliki riwayat asam urat. Kata dokter ini adalah nyeri yang disebabkan oleh syaraf perifer yang sensitive. Penyebabnya bisa karena suhu dingin. Sekarang saya pake kaus kaki dan sandal di dalam rumah.

 

3. Gatal-gatal di pelupuk mata

Dulu sering keluar air mata ketika bangun dipagi hari. Sekarang lebih sering gatal-gatal. Memang harusnya didiamkan saja, tetapi kadangkala begitu gatalnya sehingga tida tahan untuk tidak mengucek-uceknya. Sudah saya beri obat tetes mata insto, tetapi sepertinya tidak berpengaruh. Mungkin jenis sakitnya beda. Mataku ini walau gatal tapi tidak merah. Juga tidak belekan (glaucoma). Saya juga rajin pake kacamata setiap keluar rumah dengan motor. Kenapa ya? Apa efek dari pemakaian kosmetik? Mungkin ketika mengoleskan pelembab dan bedak seditar mata tanpa sadar mengkontaminasi? Entahlah…perlu pengamatan lebih lanjut. Eh hari ini tidak gatal….

 

4. Sakit pinggang dan punggung

Ini yang paling menggelisahkan. Rasa ngilu dan nyeri menyusup di tulang belakang. Tidak bisa bertahan duduk lama. Tulang punggung terutama bagian pinggang rasanya begitu berat menyangga tubuh. Rasa ngilu dan nyeri. Saya tahu apa artinya ini; osteoporosis. Walaupun usiaku masih belum senja, akan tetapi saya sadari sejak lama akan kerapuhan tulangku (jadi ingat lagunya Odie Agam: kusadari akhirnya….kerapuhan tulangku…). Sejak masa remaja dulu aku merasai bahwa tulangku tidak padat. Aku serin mengetuk-ngetuk tulang mata kaki dan terdengar bunyi nyaring. Entah bagaimana saya menyimpulkannya, tapi saya piker tulang yang padat tidak akan berbunyi nyaring. Gigi-gigiku juga pada keropos. Saya tidak suka makan permen, saya rajin gosok gigi. Tapi tetap gigi-gigiku berkurang; mula-mula ada sedikit lubang à kemudian patah sedikit demi sedikit sampai akhirnya kemudian tinggal akarnya. Dugaanku mengenai kerapuhan tulangku terbukti ketika suatu saat (sekitar tahun 2006-2007) ada test deteksi osteoporosis di kantor. Bisa diduga, hasil testku adalah resiko tinggi osteoporosis. Saat itu aku belum merasai gejalanya. Aku cukup rajin jalan kaki, karena pekerjaanku dilakukan antar ruang lab. Dan saya juga cukup rajin minum susu, akan tetapi saya sadar bahwa hal itu tidak akan banyak membantu. Saya tahu bahwa cepat atau lambat gejala penyakit itu akan kurasai. Dan kini hal itu mulai kurasakan. Memang saya masih bisa duduk tegak dan punggung tidak membungkuk, akan tetapi rasa nyeri ini tidak bisa dipungkiri. Saya pernah membaca bahwa efek osteoporosis tidak selalu berupa pembungkukan/pembengkokan tulang, akan tetapi bisa jadi berupa pemendekan tulang. Dan sekarang, ketika ngilu dan nyeri itu terasa, dapat kubayangkan peristiwa pengapuran di persendian dan pertemuan antar ruas tulang belakangku. Pengapuran itu mempersempit jarak antar ruas tulang dan membuat syaraf di daerah itu menjadi lebih sensitive. Syaraf itulah yang menghantarkan rasa sakit ini. Dan ini masih gejala awal. Pada tingkat pengapuran lanjut syaraf bisa menjadi semakin kurang berfungsi dan terjadi kelumpuhan. Saya jadi teringat pada seorang teman waktu kuliah dulu. Dia terkena sakit entah saya lupa. Yang saya ingat adalah bahwa pinggangnya selalu sakit dan harus disinari dengan lampu infra merah. Tapi derita sakitnya tidak berkepanjangan. Hanya sekitar sebulan, dia kemudian dipanggiloleh-Nya. Ah sakit seringkali merupakan pertanda, bahwa kita harus bersiap-siap untuk menghadap-Nya. Saya tidak tahu masih berapa lama lagi saya bisa bertahan. Mungkin beberapa tahun, sekitar 3-4 tahun. Ya 3 sampai 4 tahun. Saya harus memanfaatkan waktu yang hanya pendek ini sebaik-baiknya.

 

5. Sakit debar, jantungkah?

Kembali aku menduga, penyakit jantung juga mungkin mulai mendekatiku. Saya tidak begitu tahu mengenai sejarah penyakit jantung di keluargaku. Yang aku tahu adalah bahwa kami sekeluarga memiliki tekanan darah yang relative rendah. Tapi penyakit jantung juga bisa menyerang orang dengan tekanan darah rendah. Ibuku terkena stroke saat tekanan darahnya mencapai 120-130. Seorang kakak-ku juga punya gejala jantung. Dulu saya pernah berfikir bahwa saya takakan mungkin terkena penyakit yang berkaitan dengan jantung. Saya merasa cukup enerjik karena banyaknya kegiatan dan pekerjaan yang harus saya kerjakan. Juga karena saya merasai energy dari ide-ide dan pikiran kreatif dikepala saya. Tapi itu dulu. Dulu juga saya merasa tak mungkin kelebihan kadar kolesterol. Tapi nyatanya test menunjukkan bahwa kadar kolesterol saya melebihi normal. Dulu saya mengira bahwa kolesterol hanya ada pada orang-orang gemuk, tapi ternyata itu tidak benar. Dan kadar kolesterol erat kaitannya dengan penyakit jantung. Kini aku mulai menduga hal itu terjadi padaku. Rasa cepat lelah, dada berdebar oleh aktivitas kecil dan kadangkala terada ada beban berat di dada. Energy saya mulai meredup. Sekarang saya mulai kembali ikut olahraga. Ini bukan untuk memperpanjang umur atau mengingkari penyakit yang ada. Ini adalah untuk mendapatkan kesegaran. Berharap untuk dapat menjalani waktu yang tersisa dengan lebih berbahagia.

 

6. Rambut rontok

Ini sudah cukup lama. Kerontokan rambut lumayan parah. Tapi kelihatannya rambut tidak menipis. Mungkin laju kerontokan seimbang dengan laju pertumbuhannya.

 

Aih ternyata penyakitku banyak juga. Padahal sepertinya saya tampak sehat-sehat saja. Jadi teringat ayahku yang penyakitnya komplek banget. Tapi beliau tidak pernah mengeluh. Saya juga tidak mau mengeluh, apalagi melenguh….hihi. Alhamdulillah hingga saat ini tidak pernah sakit sampai tidak masuk kerja. Saya sadar ini tidak akan lama. Sekarang gejala-gejalanya sudah pada mulai bermunculan, dan suatu saat nanti kondisi buruk dapat terjadi. Entah berapa lama lagi; entah hitungan tahun ataukah bulan. Saya hanya berharap semoga saya bisa menjalaninya dengan ikhlas, tabah dan sukacita. Toh itu merupakan bagian dari rencana-Nya. Merupakan bagian dari perjalanan hidup ini.

Ayo, waktunya tidak lama lagi. Aku harus memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Gunakan waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu…. Sekarang sakit mulai mendatangiku, tapi aku masih punya hidup ini. Semoga saya bisa menjalani syair yang berikutnya;gunakan waktu hidupmu sebelum datang kematianmu.

Waktu yang tersisa ini…..

Mmmm waktu yang tersisa ini baiknya digunakan untuk apa ya?

Untuk mengaji dan mencari pahala?

Untuk bertobat? Untuk berobat? Untuk ngumpulin uang biar bisa beli perabot? Atau untuk bekerja keras seperti robot? (aih maksa amat kalimatnya….)

Untuk bersenang-senang?

Atau untuk meratapi nasib? Hi……

Waktu ini akan aku gunakan untuk….ummmm aduh bagaimana kalimatnya ya? Aku akan menjalaninya sebagai manusia seperti orang-orang pada umumnya. Lalu apa bedanya dengan orang lain yang sehat2? Aku akan menjalaninya dengan kesadaran akan waktu. Bahwa aku berjalan meniti sisa waktuku yang semakin menyempit. Tapi aku akan menjalaninya untuk menggapai takdirku: meraih mimpi-mimpiku dengan semangat dan sukacita.

Aku ingin mati ketika sedang berbahagia, dalam keadaan penuh sukacita. Maka aku berdoa untuk selalu diberi bahagia, damai, semangat dan sukacita.

Aku ingin keluargaku dan saudara-saudaraku berbahagia.

Aku ingin orang-orang terdekatku bahagia.

Aku ingin teman-teman dan tetangga-tetanggaku juga bahagia.

Aku bahagia, hanya punya bahagia sehingga hanya itu yang kubagi buat orang-orang yang kucinta.

 

.Apakah aku sedih? Tidak. Pantaskah aku bersedih? Tentu tidak.  Saya sadar, setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri-sendiri. Seperti dalam lagu,setiap kita memainkan peran kita masing-masing. Tapi toh kita bukan sepenuhnya wayang yang mati dan tak berkehendak. Kita hidup dan bisa memilih peran kita. Toh setiap manusia dicipta sesuai dengan citra-Nya. Jadi masing-masing kita memiliki keindahan dan kebaikan yang mengalir dalam darah dan urat nadi kita. Keindahan itu menuntun kita untuk berbuat, bersikap dan bertindak (tindak pundi Bu….). Keindahan melahirkan keindahan. Begitulah sejatinya manusia yang membaca nuraninya akan menjadi bagian keindahan bumi ini. Kita jalani peran kita sebaik-baiknya dan kita akan berbahagia di dalamnya.

 

Apa takdirmu di bumi ini?

Takdir kita. Jalan kita. Bahagia kita.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s