Flatrocks

Pingin meditasi. Dan melukis di alam terbuka. Refreshing. Dan juga having fun. Mungkinkah dilakukan dalam waktu bersamaan?

 

Masih terbawa emosi romantisme sekembali dari Mudspring pekan lalu, dan diselingi oleh perasaan iri terhadap histeria temen-temen yang juga baru pulang dari Pinatubo, maka hari ini kita pergi ke Flatrocks.

Ini acara yang cukup mendadak juga sebenarnya. Senin lalu Nobuko dapat valentine cake dari ‘boss’nya. Ia mengajakku menikmatinya bersama. Dan sekalian aja kujadikan itu sebagai sebuah valentine party sederhana bersama beberapa temen. Ada gue, Nobuko, Dee, Nana, Li-Jing, Nguyet, Rheena dan Miesing (?). Saat itulah terlontar keinginan untuk ke Flatrocks. Tampaknya cuma iseng saja, tapi kutindaklanjuti juga. Why not? Toh aku bahkan pernah punya trip cuma berdua doang (saat kemarin sama Nobuko ke Mudspring, dan juga beberapa waktu lalu saat ke Baclaran bersama Aureline). Kita gak ada banyak pembicaraan setelah itu. BAru hari Jum’at pagi saya ketemu Nobuko saat break pagi, kita kembali bilang: ‘OK kita ke mudspring…!”

Dan kemudian aku email beberapa temen. DAn undang secara lisan beberapa temen juga. Hanya beberapa ngasih konfirmasi; yang gak bisa, yang pikir2, yang maybe, etc. Ada yang bilang mungkin mo gabung tapi gak muncul-muncul. Oke, kita gak butuh yang ‘plin-plan’2 kayak gitu……

Dan Hari ini pergilah kita ke Flatrocks. Kita ber-enam. Empat cewek mungil (but gak imut): Gue, Dee, Nana dan Nobuko dan dua cowok gede: Tianyi dan Reza.

Berangkat dari dorm jam 8.45 am kita kumpul  dulu di apartement Nobuko. Jam 9.20 an kitapun berangkatlah.

Flatrocks adalah tujuan terdekat dari beberapa tempat menarik di lereng Gunung Maria Mckiling. Hanya sekitar 1 km dan dilanjutkan jalan setapak. Jalanannya lebih mudah dibanding saat kita ke Mudspring pekan lalu.

Flatrocks adalah gugusan batu-batu besar di sebuah sungai yang mengalirkan air dari puncak Mackiling. Huh, batu-batu itu memang sungguh sangat besar-besar.

Menyusuri bebatuan raksasa itu terasa sungguh mengasyikkan. Kita tanggalkan bacpeck dan sepatu kita, menaiki bongkah demi bongkah batu itu, tenggelam diantaranya, menghilang dan muncul lagi.

Tiduran di bebatuan itu berfoto-foto menyalurkan hasrat narsisme, dan menenggelamkan diri dalam harmoni suara alam. Suara burung yang sesekali muncul disela alunan hembusan angin di dedaunan dan gemerisik air jernih menghempas bebatuan bisu.

Sungguh, ini merupakan tempat yang sungguh indah. Cocok buat meditasi. Menghayati bagaimana sehelai daun melayang jatuh. Kemudian menerpa bebatuan dan terhempas oleh angin dan kembali terbang dan kemudian jatuh dan hanyut bersama aliran air.

Menikmati bagaimana kupu-kupu terbang menari-neri, mengitari seresah dedaunan kuning kemerahan yang mengapung dalam genangan air di sela bebatuan, hinggap sebentar dan kemudian kembali terbang berputar dan menari. Karena untk itulah ia dicipta; untuk memberi keindahan bagi para pecinta.

Menikmati kebisuan batu-batu yang begitu beku. Yang tampak diam dan bisu. Tapi memancar sebuah energi. Kebesaran. Kesabaran. Keanggunan.

Batu-batu itu….. Begitu banyak hal yang telah dia saksikan: keceriaan, kesedihan, tangis dan tawa, segenap suka dan duka. Dan dia selalu dalam kesabaran menjadi tempat berbagi.

Batu-batu yang selalu tunduk pada Ilahi.

 

Karena kita ber-cukup banyak maka kita cukup having fun. Dan gak sempet meditasi. Apalagi melukis. Padahal gue dah bilang sama Dee untuk bawa serta kanvasnya (saya menjanjikan untuk mengajarinya melukis – maksudku kita melukis bareng- di tempat ini). Maafin gue ya Dee, saya sulit sekali meluangkan waktu untuk itu.

Dan kita makan-makanlah. Kita nikmati bekal kita masing-masing. Keripik pisangku, keripik kentang Nana, coklat reza, jeli Dee dan nasi sirashi Nobuko. Hm…Nobuko nih semangat banget. Dia bela-belain bikin bola-bola nasi demi untuk lunch kita. Sirashi dimakan pake lembaran seaweed asyik….

Jam 12.30 kita beranjak pulang karena kita mo ikutan bis untuk pulang ke dorm. Dan diperjalanan pulang kita merencanakan next trip, ke peak2 Mt Mackiling. Itu adalah salah satu puncaknya Mt Mackiling: kapan ya?

 

Los Banos, Feb 21 2009

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s