Di hari 14

Hari Valentine. Begitu orang menyebutnya.

Gue naik ke Mackiling sama Nobuko.

Hm….cewek-cewek naik gunung, berdua aje; gak takut kesambet wewe gombel tuh…..?

 

Sebenarnya alasannya agak kampungan banget juga. Gue gak bisa ngikut rombongan tim naik ke gunung lain yang lebih keren, deket Manila sana. Salahku juga sih, saat rencana beberapa minggu yang lalu saya bilang tidak akan ikut. Karena menurut perkiraan saya saat itu saya akan pulang Indonesia pertengahan Februari ini.

Tapi waktu bersabda lain. Aku masih banyak kerjaan yang belum beres, sehingga gak bisa pulang secepat itu. Dan kemudian kudengar juga bahwa pendakian itu akan ditunda, karena berbagai alasan. Dalam muka yang kusedih-sedihkan kusampaikan simpatiku. Padahal dalam hati aku bilang,”Asyiii…k, jadi gue punya temen nih di hari valentine” Kriuk!

Sampai Kamis Feb 12 saat valentine party di lab-ku, kita-kita masih berkeluh kesah gak ada planing keluar. Dan saya nyantai merencanakan untuk kerja lab di hari 14 Feb. Toh bagi gue juga gak ada arti tanggal itu.

But sore hari saat iseng saya chat sama Dee, dia bilang rencana climbing akan jadi. Gubrag, gue musti ikut….!

But apa kata? Sudah gak ada tempat lagi. Ugh, sebel bangett…..!

Sambil menahan bete ku sms Nobuko menanyakan apa rencananya di hari 14. Ternyata dia gak ada rencana, dan dia menyambut baik ajakanku untuk keluar. Saat itu saya belum tahu mau keluar kemana. Mungkin ke Liliw (daerah Santa Cruz) atau ke Botanical Garden.

Sambil berlinang air mata cari cari-cari informasi tentang transport dan rute jalan ke Liliw. Ugh, kayaknya cukup jauh juga. Kelamaan di angkutan dan akan sangat melelahkan. Dan gak akan setimpal dengan yang aku inginkan. Kawasan Liliw adalah kawasan industri kerajinan sepatu sandal. Dan saya tak sedang ingin belanja-belanji. Jadi Liliw gak masuk dalam rencana lagi.

Jadi mungkin ke Botanical Garden aja. Tempatnya gak jauh, dan sekarang tempat itu juga buka di hari Sabtu. But kata Nobu disana gak ada yang special. Dan dia nawarin ke Mudspring. Ok deh, kita jalan….

Sabtu pagi gue ketok2 kamar Shon (Korean) yang katanya mungkin mau gabung, tapi tak ada jawaban, jadi ya tak tinggal aje. berbekal 4 potong kecil kue, berangkatlah gue ke Forestri. Dan kitapun naiklah ke Mackiling. Cuma berdua aje.

Dua cewek itupun berjalan penuh semangat menuju gerbang pintu Mackiling. Membayar tiket masuk sebesar lima PhP dan mendapatkan selembar peta. Just follow the way, and you’ll never get lost! Begitu kata penjaga gatenya. OK, siapa takut; kita-kita kan superwoman!

Jam 8.15. Dua cewek menyandang backpack itu menapaki jalan berbatu yang mendaki. Melewati batas persimpangan ke FlatRock; kita sedang tidak ingin bercinta….eh maksudku kita tidak sedang ingin kesana!

Langkah terus terkayuh menapaki jalanan yang semakin mendaki dan berbatu dalam rimbunan pokok-pokok pohon yang menjulang tinggi. Diantara tebing dan jurang. Diselai canda tawa diantara nafas yang terengah….it’s OK, kita superwoman!

Dalam satu jam, dua cewek backpacker itupun sampailah di station terdekat dengan tujuan. ‘”Apa kita mau istirahat dulu? Makan dulu? atau menghela nafas dulu?

Tidak, gak perlu. Kita langsung menuju tujuan aja. Kita adalah superwoman!

Dan kembali dua cewek backpacker itu meneruskan langkah. Kali ini adalah jalan setapak. Sempit, licin, kadang terjal di antara belukar semak dan akar pepohonan. Langkah-langkah yang biasa anggun dan gemulai kayak peragawati di catwalk itu kini harus merasai terjalnya kehidupan; wuih!

Jarak yang tak begitu jauh dari pos (sekitar 700 m?) itu ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan akhirnya….sampailah kita di lokasi: Mudspring Mt Mackiling.

Sebuah kolam lumpur mendidih meletup-letup. Asap yang membubung menyentuh rimbunnya dedaunan sekitar menimbulkan suasana magis, mengingatkan pada setting kisah-kisah mitos kuno.

Ada larangan untuk mendekati kolam lumpur itu. Akan tetapi letupan-letupan dan bubungan asap itu begitu menggoda sehingga dua cewek itu pun dengan terpaksa melanggar larangan itu. Kita lompati kawat berduri itu, dan mendekat pada lumpur yang mendidih itu.

Berfoto-foto bergaya demi memuaskan hasrta narsismenya. Salah seorang cewek sempet jatuh dan belepotan lumpur. Ugh, rasanya jadi bener-bener kaya hiker deh! Tapi gak lucu juga kalo belepotan lumpur sana-sini, harus dibersihkan.

Dan cewek itu menuju tepian kolam lumpur itu, untuk sekedar mendapat sapuan air lumpur yang terasa hangat itu. Tapi….

Wow…. panas banget…..!

Dan dia coba mengukur kedalamannya dengan memasukkan sebatang ranting. Hmm….cukup dalem juga.

Merasai panasnya lumpur dan kedalaman itu; dia jadi sadar; kayaknya peraturan itu memang bener dibuatnya. Kita gak harusnya mendekat ke sini…gak kebayang deh kalo sampe kita kecemplung, wuih gak kebayang…..

Dan kemudian kedua cewek itu hanya duduk-duduk santai di tepian kolam saja, menikmati coklat valentine, sepotong kue, dan sebotol air putih. Sambil nyesel; kenapa kita lupa gak bawa telur ya….?KAn bisa kita rebus di sini!

 

Aih tapi kita dah bahagia bisa sampe di sini; dan menyadari betapa hebatnya kita. Huebat, great, Yess!

 

H14: malam hari

Saya ikutan kumpul-kumpul sama teman Indonesia. Kita sedang menggelar bazar jualan makanan. DAn kita makan soto….

Hm…soto rasa Filipina, but it’s ok; semua teteup seru; selagi kita bersatu; right?

Sampai jam 10.30. pm. Dan habis itu saya masih ada kerjaan di lab. Wuih…..

 

 

Los Banos, Feb09

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s