Kaleidoskop

Hm…tahun baru.

Tadi siang kita bincang-bincang tentang what your reflection of the pass year 2008, and what your resolution in 2009.

Orang bilang menjelang tahun baru adalah saatnya merenung, refleksi, bercermin dan mengevaluasi apa yang telah kita alami, apa yang telah kita lakukan di tahun yang akan segera kita tinggalkan.

Untuk apa?

Ugh, dodol amat; Tentu saja untuk bisa diambil hikmahnya; kita petik pelajarannya, agar hari-hari ke depan menjadi lebih baik.

Kembali membuka lembaran-lembaran yang telah kulewati. Menggelar sebuah kaleidoskop pribadi. Sangat mungkin akan banyak peristiwa yang tak tertulis, dan banyak lembar yang tak terbaca. Karena aku bukan orang yang rajin merekam berbagai kisah dan menuliskannya dalam diary.

Tentang diary

Menulis diary kadang bagiku terlalu membosankan; dan bukan gue banget…. Mungkin karena peristiwa harian hanyalah rutin belaka, sehingga seringkali aku lebih tertarik menuliskan apa yang ada di kepalaku, daripada apa yang ada di duniaku senyatanya. Hmmm tipe pengkhayal n pemimpi begitu yah….???  Dan juga aku kadang parno diaryku bakal dibaca orang (Ih kurang kerjaan amat tuh orang baca diary orang lain), maka hanya peristiwa khusus saja yang kadang aku catat. Itupun pake kata-kata simbolis, sehingga kali lain aku membacanya, aku sendiri gak mudeng…..

Atau kadang kusimpan dalam file yang kukunci dengan pasword, dan aku lupa paswordnya….. Hmmm bener-bener aman; dari orang lain maupun dari aku sendiri sebagai ownernya. Ugh!

Tapi banyak juga kisah yang kubiarkan menguap, karena aku tak mau mengingatnya. Haiyya….!

Baru akhir tahun ini saja saya mulai cukup rajin menulis diary, ini kulakukan mungkin karena sedang di perantauan; jadi kupikir sewaktu-waktu saya mati (saya selalu berfikir akan segera mati….saat aku begitu bahagia), saat saya mati ada sesuatu yang saya tinggalkan sebagai jejakku. Yah, berhubung sampai setua ini kayaknya belum ada sesuatu yang cukup berarti dan bisa dibanggakan sebagai bukti aktualisasi ke’gue’an-ku. Hiks.

My kaleidoskop

Oke, aku mulai mengingat kembali lembaran-lembaran yang terserak di sepanjang tahun ini.

Karena aku pergi ke Filipina Juni 2008, yang membawaku pada lingkungan dan kehidupan yang berbeda, so aku bagi rentang waktu tahun 2008 menjadi beberapa bagian deh!

Awal 2008:

In my personal life:

Aku cukup bahagia bisa melepaskan diri dari Mr. Drakula (Mr vampire biasanya tampil sebagai sosok menawan; tapi dia menghisap darah dan mematikan) tanpa rasa benci dan sesal.  Hanya sedikit ngerasa lucu. Aku yang sok merasa cukup cerdas dan independen kok rela bersahabat dengan drakula. Soalnya aku kan orang yang baik hati…..hihihik (ini contoh kisah yang aku gak ingin mengungkapkan secara detil). Ok, let’s go to the next point…..

 

In my professional work;

Setumpuk pekerjaan yang tertunda dari tahun 2007. Pekerjaan lab yang harus segera selesai. Pekerjaan analisis sidik jari DNA ini tertunda karena beberapa hal, but bukan karena kemlasan saya.

Pertama, bahan belum turun dan kita tidak punya bahan simpanan dari penelitian yang lalu. Ini karena pergantian pemegang RPTP dan karena tahun lalu RPTP ini sempet off dan kita tidak ada akses untuk menggerayangi bahan2 sisa dan simpanan tahun lalu. (Ugh, sebenarnya bisa saja sih kita akses, but kita tidak cukup merasa confident aj!)

Kemudian pekerjaan lain yang menyangkut pembuatan laporan RPTP Konservasi mikroba. Juga pekerjaan pelayanan jasa analisis DNA di Lab Terpadu. Ugh, bener2 padat dan melelahkan!

Dan aku juga harus meresume segala pekerjaan sebelum kepergianku ke Filipina. Mendata dan merancang segala tetek bengek yang menyangkut RPTP Sidik Jari 2008 (pengajuan bahan, rencana perjalanan, rapat hingga pembuatan matrik penelitian dan rencana kerja; ugh aku dah lupa sekarang!)

Aku juga harus meresum segala tetek bengek yang berkaitan dengan tugasku di LAb Terpadu yaitu sebagai bendahara yang merangkap sekretaris dan pelaksana dan segalanya. Meresume semua alokasi keuangan dan serat menyurat dan hingga beberapa hari (mungkin 2 atau 3 hari) sebelum keberangkatanku, aku masih sibuk menganalisa data. Weleh…..

Preparing my vacation…

Aku mempersiapkan tetek bengek untuk keperluan paspor dan visa sendiri. Eh, nggak sendiri amat sih, dengan bantuan orang lain tentu saja, terutama untuk pembuatan paspor. But selainnya aku kerjakan sendiri, maksudku tanpa temen…Ugh, that’s pity side of being single!

Bergelut dengan berbagai kesibukan membuatku bertekad bahwa aku akan bersenang-senang ber-happy2 dan start my new life as I arive at Filipina. Walaupun kepergianku adalah dalam rangka kerja, tapi saya bertekad untuk lebih ‘hidup’ dan happy!

Juni, 2008

June 12, saya sampe di IRRI Los Banos. Seorang perempuan kampungan yang baru pertama kali menginjak bumi luar negeri. Walopun Filipina hanya tetangga sebelah dari Indonesia tapi tetep aja luar negeri kan? Dan di sini, tanpa ada saya adalah baru, nobody know me, so I think it will be asier for me to be whoever and  whatever I want. So welcome my new life……

Awal keberadaanku di sini saya  menemukan wajah-wajah yang ramah dan welcome. My lab mates, my office mates, and all people in IRRI campus. Juga aku ketemu dengan temen2 Indonesia di UPLB. Awalnya saya gak punya temen di dorm tempat saya tinggal, but kemudian saya kenal Chan dan Sun. Mereka adalah teman2 pertamaku. Bersama Chan saya makan malam bersama, belanja bareng, pergi ke gym, badminton, dan sekedar jalan-jalan seputar IRRI. Berikutnya ada Rejbana dll….ll…l

Pekerjaanku…

Saya menemukan beberapa teman bekerja sangat keras. Terutama para foreigner, kadang mereka bekerja hingga larut malam. Tapi aku males kerja hingga larut. Aku mau menikmati hari-hariku, dan aku tidak mau menenggelamkan diri di lab. Aku juga tetep meluangkan waktu menikmati hobiku; melukis! Suer, aku bawa cat-cat lukisku dan aku tetap melukis; di kanvas!  Bukan hanya meluk dan kiss…..

July aku mengikuti kursus bahasa inggris. Hanya kursus singkat dan ringan, yang bertujuan untuk meng-improve skill berbahasa Inggris. Di Asean ini (selain Filipina), Ingrrish adalah foreign language; so rata2 bahasa Inggris kita pas-pasan cenderung kurang. Tapi setidaknya aku cukup beruntung karena Indonesia punya alfabet yang sama dengan Inggris, jadi kita tidak terlalu kesulitan dalam mengucap berbagai karakter. Kita lebih baik dibandingkan bangsa Asean lain seperti Laos, Vietnam, China dan Jepang yang kesulitan dalam melafal beberapa huruf tertentu. TApi kita kalah banget sama Filipina; karena di sini Inggris is second language. semua orang tahu (setidaknya mengerti, walo mungkin gak fasih bicara) bahasa Inggris. Enaknya kita bisa pergi kemana-mana tanpa tersesat karena kita bisa tanya kepada banyak orang.

Agustus, ada dubes Australia mo berkunjung. Dan kita-kita disuruh berkumpul menyambut: sedikit basa-basi perkenalan. Hm dubes Australi ini masih muda dan cakep. Apaan seh?

Agustus juga, aku harus memperbaharui visaku. Saya tinggal serahkan aja pasporku ke bagian yang biasa ngurusin perpanjangan visa. But apa yang terjadi? Ternyata visaku adalah visa 9A. Aku tak menyadari sebelumnya. Visa 9A adalah visa turis yang hanya berlaku 2 bulan, bisa diperpanjang hingga 6 bulan dengan biaya yang sangat muahal; Gubrag dah! Berkaitan dengan hal ini, maka akupun menangislah. Suer, aku benci menangis; aku tak ingin menangis, but menangis bukanlah perbuatanku; tanpa kumau, tanpa bisa kukontrol, bahkan tanpa bisa kumengerti, air mata itu keluar bersama dengan sedu-sedan. Suddenly I found that I’m crying, sobing nd trembling…..

Semua bisa teratasi. Bukan karena aku menangis. Tapi karena memang ada jalan keluarnya. Tapi aku terlanjur berduka. Aku terlanjur menetapkan hari itu sebagai hari berdukaku. Maka akupun kehilangan nafsu makan, dan insomnia. Dua penyakit yang tak pernah saya alami sebelumnya. Biasanya saya selalu pingin makan dan sangat mudah tertidur (Ah yang ini juga kan penyakit….). So, aku beralih dari penyakit rakus bin ngantukan –> menuju ke lemes bin gak konsenan. Dokter bilang aku kena sleeping disorder. Aku disarankan periksa darah; Oh no! Aku gak mau darahku diambil! So Doketer cuma ksih aku resep. Ternyata obat tidur. Baru aku makan satu butir; aku langsung jadi laper, dan kemudian kembali ngantukan. Kuingat saat itu aku kerja di lab dengan mata setengah tertup; Hure…I’m back normal….!

Agustus juga adalah awal aku berkenalan dengan para triper. Dalam masa sedihku; dee mengajakku trip ke Pagsanjan. Dan dari situ aku dapet beberapa temen baru dan temen yang gak baru. Temen2 yang asyik juga. Dari Filipina, peru dan Japan. Kita menamakan diri ‘pagsanjan triper’. Dan kita tetap berteman hingga kini. Dinner together, make a party, dan tentu saja…..make another trip!

September, adalah bulan ramadhan. Aku gak pernah tarawih ke Masjid. Satu-satunya masjid Di Los Banos ini terletak di Umali, di luar IRRI. Sebenarnya gak terlalu jauh; hanya sekali naik bus dan diteruskan naik Jeepney (Ih cukup jauh atuh kalo musti pake angkutan segala!). Walo gak tarawih ke masjid, aku tetep tarawih di dorm, sendirian; hebat kan? Ya iyalah…..

Ada temen baru datang di dorm bulan ini, yaitu Cheki dari Butan dan Atefeh dari Iran. Kemudian juga datang Aureline dari France. Beberapa Indian datang dan pergi, tapi aku tak begitu dekat mengenal mereka. Cheki hanya tinggal selama satu bulan. Aku sering jalan-jalan pagi sehabis subuh bersama dia. Melihat semburat merah menyambut mentari pagi. Segar….

Sekitar akhir september (mungkin) awal perkenalanku dengan Destiny. Mary, teman sesama Pagsanjan triper memperkenalkanku pada  komunitas itu. Destiny adalah sebauh cabang baru, eh sekte baru (atau apa ya….?) dalam Protestan. Muncul di lingkungan kampus UPLB; kebanyakan pengikutnya adalah para pemuda cendekia dari kampus ini. Saya gak tahu mendalam tentang agama ini but kurang lebih ya semacam kepercayaan baru dari para new ager gitu deh…. Temen2 ini asyik banget. Banyak hal positif yang saya pelajari: sikap religius mereka, kesederhanaannya, kehangatan dan keceriaannya. Hingga kini kita masih berteman dan bertemu setiap hari Minggu (sehabis mereka selesai misa, dan sehabis aku selesai mengikuti pengajian bersama temen2 Indonesia– kadang2 sih ikut pengajiannya, kalo pas imanku kambuh aja….).

Oktober, ada malam budaya afs-tri. Kita harus menampilkan salah satu budaya negara kita. Berkat bantuan temen2 UPLB, kita dapat menampilkan tarian indang. Sebuah tarian group dari sumatera (Padang?). Asyik juga; bisa narsis lagi.

November, saya kembali mengikuti Kursus singkat bahasa Inggris. Saya gak daftar, tiba-tiba saja nama saya dah masuk dalam list. Oke deh, gue ikutan…. Ternyata banyak temen2 baru.  Selain temen2 lama yang dah kukenal, ada beberapa teman China, Vietnam dan Nepal yang baru aku kenal di sini. Kursus ini asyik juga…..

Bulan November ini saya juga mulai lagi …..trip! Awalnya cuma trip sama Aureline, but kemudian datang Sarah (Canada) jadilah kita nge-trip bareng…..

Desember, adalah bulan pesta; month of party dan juga trip. P

adahal kerja labku juga sudah mulai. Jadilah bulan ini sangat padet buatku; work hard play hard! Temen baru lagi, trip lagi, party lagi!

Work hard, play hard, rest hard, pray hard…..!

 

Ok deh, diterusin besok….diedit besok….dah malem neh, ngantuk…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s