Saat Tahun baru

Selamat datang tahun baru Muharram 1330.

Selamat datang tahun baru Masehi 2009.

Aku berpesta menyambutmu. Entah untuk apa. Mungkin hanya sekedar melepas jengah atau ….

…Seperti ungkapan teman yang kubaca; sekedar upaya mengekspresikan kejenuhan secara legal dan berjamaah”

Awalnya saya males ikut acara trip tahun baruan ini. GAk tahu kenapa, rasanya males aja.

Walaupun ada beberapa hal yang bisa saja kujadikan alasan; Pekerjaanku yang menumpuk, bertumbukan dengan undangan lain yang ingin kuhadiri (Matron office mengadakan acara pesta dan kompetisi layang-layang di hari yang sama), dan undangan lain dari teman penduduk asli yang akan merayakan tahun baru bersama anak-anak di kampungnya.

Tapi semua itu hanya alasan gak prinsipil, saya sejujurnya tak tahu harus memilih yang mana. Tapi karena keputusan harus segera diambil, maka saya putuskan saja ikut New Year trip bareng teman-teman UPLB.

Maka Desember 31 itu setelah setengah hari di Lab, saya segera meluncur bersama teman-teman UPLB yang telah menjemputku di dorm sekitar jam 1.15 pm. KAmi berombongan 2 van berisi sekitar 20-an orang.

Cuaca mendung dengan sedikit rintik hujan, sedikit banyak membuat kami agak pesimis. Mendung yang tampak merata menghapuskan angan kami akan nuansa jingga yang mengiringi sunset.  But it’s ok; kita bisa diam di penginapan sambil makan-makan dan karaokean, begitu kita menghibur diri.

Jam 4-an kami telah sampai di lokasi. Menyewa penginapan sederhana di tepi pantai. Penginapan yang sederhana tetapi ada kolam renang dan sepasang anjing penjaga yang cukup dekil di pintu masuk.

Setelah bongkar muat selesai kita beranjak untuk sejenak menengok pantai. Hm sebuah pantai yang tenang. Tanpa ombak. Tanah hitam-coklat. Perahu-perahu kecil. Sebuah pantai yang sederhana.

Soto n Karaoke

Malam tiba. Setelah minum teh hangat kita menikmati menu soto yang kita masak sendiri. Dua adik kecil kami yang mempersiapkan dan memasaknya, yang lain turut mendukung dan sambil mendoakan. Soto panas bin pedas itu menghangatkan tubuh di petang yang mendung. Hmm….enak juga!

Dan sehabis makan di gelar acara karaokean. Bermacam lagu. Dari lagu kenangan jaman doeloe, merangkak ke jaman Dangdutnya Om Rhoma, menuju ke masa KLA KAton Bagaskara, beranjak ke rock jamannya Ari Laso, Masuk ke generasi Peterpan dan Radja, hingga Cokelat dan Andra n The Backbone; Hm Sempurna!!!!

Agak cape cuap-cuap sebagian membuat acara main kartu. Kartu apa ya namanya, saya gak tahu. Tapi kemudian kita mainkan permainan baru. Satu permainan kartu yang baru aku pelajari di sini beberapa bulan lalu. Sebuah permainan yang seru dan sering saya mainkan bersama teman-teman di sini. Permainan ini namanya apa aku lupa; tapi lebih sering kita menyebutnya “1-2-3-pas” (one two three – pas!). Say perkenalkan permainan ini dan ternyata teman-teman cukup menikmati.

Kembang api….

Menjelang jam 12 kita break untuk menikmati pesta kembang api di pantai. Hmmmm asyik juga. Beragam model kembang api dan petasan meluncur bergantian. Bunyi letupan dan sorot sinar kembang api tak putus-putus menjelang jam jam 0.00 tahun 2009. Asyik juga, tapi saya gak suka petasannya. Boleh pesen tanpa petasan gak seehhh….!

Menjelang jam 1.00 pm; usai pesta kembang api kita meneruskan acara adu kekuatan tangan dalam permainan ‘1,2,3- pas!’ . Habis seru sih…….Jam 02.00 kita berhenti; kantuk tak tertahankan.

Boating…shipping….

Paginya kita pingin menikmati sunrise; but itu tak terlaksana. Pertama karena cuaca yang mendung, dan kedua- karena kita bangun kesiangan. Habis subuh kita pada tidur lagi, so saat sunrise kita masih berkelana di alam mimpi. Mimpi memenangkan permainan “1,2,3-pas!”, hiks!

Makan pagi kita adalah nasi goreng. Pedas. Lumayanlah buat energi kita berlayar.

Kita berlayar menyewa sebuah boat yang kami muati dengan 15-an penumpang. Biaya boat hanya 1.100 PHP sehingga kita cuma perlu iuran 100 PHP/orang (sekitar Rp.20.000-an). Dengan biaya segitu kita sudah bisa berlayar selama sekitar 1,15 jam pulang pergi. Ya memang total waktu lebih dari itu, karena kita berhenti dulu untuk melihat keindahan sisi lain Batangas.

Sisi lain Batangas ini berupa sebuah pantai berbatu-batu. Sebuah tebing tinggi dari bongkahan bebatuan yang begitu kokoh seakan membentengi pantai ini. Dan di bawahnya adalah hamparan air yang begitu bening. Bening sekali, sehingga kita bisa melihat dasar laut yang dangkal. Dan makhluk-makhluk manis yang selama ini hanya kita kenal di buku-buku pelajaran anak-anak. Maklhluk-makhluk transparan yang mengambang dalam irama riak-riak gelombang, yang tampaknya begitu lemah dan tak berdaya tapi bisa membuat tubuh gatal-gatal bila menyentuhnya.

Jelly fish!

Ubur-ubur.

Dan itu….yang kayak ular berbulu itu apa namanya?

Ah sebuat saja ulat bulu laut!

Wow that’s exiting!

Pulang.

JAm 11-an. Kita sudah kembali ke penginapan. DAn mobil jemputan sudah datang. Maka kita pun segera meluncur pulang. Dan kita mampir dulu di sebuah Katedral di Lipa (ah namanya bener gak ya?). Sebuah katedral tua. Di Filipina ini kita banyak menemui katedral peninggalan Spanyol jaman dulu. Bangunan-bangunan tinggi berdinding super tebal dan kokoh. Kayak benteng pertahanan gitu deh….. Berbeda dengan beberapa katedral yang pernah kumasuki, katedral ini adalah yang paling banyak lukisannya. Ada lukisan beberapa rasul, lukisan perjalanan penyaliban Christ, dan lain-lain yang gue gak tahu.

Abis lihat-lihat intern Katedral, kita makan siang dulu di Mc D, trus pulang….Los Banos, I’m back!

 

Los Banos, 1 Januari 2009

Sepulang dari trip (dan masih sempet kerja sedikit lab-work).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s