Sempurna

Sempurna….

Kau begitu sempurna

Dimataku kau begitu indah

Kau membuat diriku kan slalu mengenangmu

 

Di setiap langkahku

Aku slalu memikirkan dirimu

TAk bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

 

JAngan kau tinggalkan diriku

TAkkan mampu menghadapi semua

Hanya bersamamu ku akan bisa

 

Kau adalah darahku

Kau adalah jantungku

KAu adalah hidupku

lengkapi diriku Oh sayangku kau begitu

Sempurna….Sempurna…

 

Kau genggam tanganku

Saat diriku lemah dan terjatuh

Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

 

Jangan kau tinggalkan diriku……

 

Mendengar lagu sempurna, terbayang bagaimana sih sosok sempurna itu?

Akankah seperti bidadari cantik yang baik hati bak malaikat? Mungkin.

Tapi setelah melihat klip sempurna (versi Andra n The Backbone), ternyata dugaan tentang sosok sempurnanya beda banget!

Dalam klip itu ada dua model (laki dan perempuan) .

Dulu saya membayangkan sosok perempuannya mustilah cantik, anggun dan menawan bak bidadari. Dan untuk melengkapi kesempurnaannya ia juga musti halus, penuh kasih dan pengertian seperti malaikat. Mungkin gambaran seorang perempuan penolong, penyelamat, dan penyantun begitulah. Jadi semacam ‘hero’ dalam sisi feminimitas.

Mungkin sosok guru, atau perawat atau sorang Ibu cocok dengan kriteria ini. Yah, memang kurang cocok untuk klip video sih….kurang meremaja kesannya. Tapi mungkin sosok sahabat yang ‘selalu ada’ begitu akan sangat cocok….

Dan yang jadi model mustilah sosok yang anggun bin rupawan. Dengan mata bersinar bak Chaterine Zeta Jones. ( Atau….Hm…Gak, gak jadi!). Dan tubuh semampai menjulang…..

But ketika melihat klipnya….

Wow, ternyata yang tampil adalah sosok perempuan yang tampak begitu lemah, pasrah dan naif. Wuih….

Heran, aku bertanya dalam hati: Why?

Kuputar lagi You Tube itu.

Kuulang lagi.

Kemudian aku berfikir, dan saya dapat jawabannya (kayaknya aku dengar jawaban dari Andra): Why not?

Yah, sempurna adalah definisi yang punya banyak sisi. Dan dari masing-masing sisi itu tidak ada yang paling sempurna. Oh, ada! yang paling sempurna adalah yang bisa menerima dan mengakomodasi beragam kesempurnaan dari berbagai sisi yang berbeda-beda.

Karena setiap sisi punya wajah unik yang asyik untuk dicermati.

Seperti klip ini.

Perempuan dalam klip itu, dengan segenap keterbatasan dan kekurangannya sempurna bagi pasangannya.

Atau mungkin sebaliknya, Si Lelaki (yang sayang tak tampak wajahnya), dengan segala kekurangannya adalah sosok sempurna bagi si perempuan naif itu.

Melihat begitu ‘tampak rapuh’nya sosok perempuan dalam klip itu, akan sangat mudah bagi kita untuk komplain: Ih kayak gitu dibilang sempurna? Apanya yang sempurna?

Kenaifannya kah? Kelemahannya kah?

Atau kekuatannya hingga menjadikan si perempuan begitu lemah dan naif?

Mungkin yang paling sempurna adalah rasa yang ada.

Cinta.

Coba bayangkan; seorang yang begitu biasa bisa menjadi sempurna dimata seseorang yang begitu membutuhkannya. Dia menjadi indah hanya karena dia ada. Hmm sempurna.

So, komen terakhirku adalah: Sempurna. Suara vokalisnya yang ‘laki’, dalam musik lembut tapi tidak melow, dan sapuan warna nuansa hitam putihnya itu, membuat semakin erotis dan romantis.

Sempurna.

**************

Beberapa hari minggu lalu, tembang ini tak henti aku nyanyikan. Jangan tanya mengapa dan untuk apa, karena saya akan bertanya balik; bagaimana!.

Dan apa yang kudapat? Sebuah rasa yang….sempurna.

 

 

Di mataku. Di hatiku. Di matahatiku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s