Bebagi sama Tuhan….

Andai kita rela berbagi tugas sama Tuhan….

Maka tidak adalah semua kegetiran itu, melainkan sebuah taman yang indah, tenteram dan damai; sebuah surga di dunia

Begitu banyak kekerasa terjadi.

Pengeboman, bom bunuh diri, pembantaian. Di mana-mana. Setiap saat….Bom Bali, pembantaian di Poso, dan masih banyak contoh kekerasan yang ‘seakan-akan’ berlatar agama terjadi.

Siapa pelakukanya? Mereka adalah orang-orang yang beragama, bahkan dianggap sangat kuat agamanya, dari kalangan umat Islam maupun Kristen.

Begitu banyak korban bergelimpangan….Kehilangan nyawa, hilang saudara, hilang anggota tubuh, hilang kesempatan kerja, hilang mata pencaharian…hilang harta benda dan harapan.

Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang Islam, Kristen, agama lain maupun entah siapa dan apa agamanya atau tak beragama sekalipun, tapi semua adalah makhluk Tuhan…

 

Mengapa harus ada segenap kekerasan itu?

Semua, entah siapapun pelakunya, merasa melakukan atas nama agama.

 

Hm…agama.

Memang sebuah mesin penggerak yang sangat ampuh. Agama mestinya adalah sebuah sarana/jalan/manhaj menuju (perkenan) Tuhan. Kalau Tuhan adalah sumber segala cahaya kebaikan dan keindahan, niscaya jalan itupun adalah sebuah arena yang disinari cahaya kebaikan.

Selayaknya manusia yang mengaku beragama adalah insan-insan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keindahan.

Selayaknya semakin kental keberagamaan seseorang maka semakin indahlah perilakunya, semakin mulia akhlaknya, semakin tinggi budi pekertinya.

Selayaknya manusia beragama adalah insan-insan yang cinta dan peduli terhadap sesama

Selayaknya semakin beragama kita maka semakin keras usaha untuk menciptakan kemakmuran dan kedamaian di bumi …

 

But apa yang banyak terjadi?

Kadang semakin agamis seseorang semakin menakutkan dia. Kadang semakin agamis dia, semakin meresahkan dia.

Tapi jangan kuatir juga; masih banyak manusia-manusia indah yang dengan keimanannya bisa memberikan kenyamanan bagi sekitarnya.

Sedangkan mereka yang tampil agamis but meresahkan itu….kita sebut saja oknum! Dan mereka bisa berasal dari mana saja, dan ada di berbagai agama.

 

Kok bisa begitu ya….? Bagaimana mungkin agama membawa seseorang pada tindak yang begitu hina?

YAh namanya juga keyakinan.

Dia menggenggam sebuah kebenaran, dan meyakini itulah satu-satunya kebenaran yang ada. Semua yang ada diluar dirinya adalah salah, dosa, kafir, haram…..dan harus dibersihkan!.

Dan membersihkan dan memerangi segala bentuk kekafiran tersebut adalah sebuah kewajiban dan tugas mulia setiap manusia dan semua agama.

Jadi …?

Setiap agama mempunyai sebuah misi utama; membentuk kehidupan berketuhanan. Sebuah kehidupan yang di dasari nilai-nilai ketuhanan, menjunjung tinggi nilai-nilai Ilahiah. Itu menuntut kombinasi harmonis dari peran kemanusiaan kita sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba/Abdi Allah.

Jadi setiap manusia punya tugas untuk menciptakan kemakmuran di bumi ini sebagai bentuk peribadatan kita kepada Allah.

Dengan jalan kekerasan?

Tentu saja bukan. Keindahan hanya terbentuk dengan niat yang indah, dan dengan jalan keindahan, semua karena kita tujukan untuk yang Maha Indah.

Caranya….?

Ya kita hidupkan nilai-nilai keindahan di dunia ini.

Keadilan.

Cinta dan kasih sayang.

Kepedulian terhadap sesama.

Kecintaan dan penghargaan terhadap seluruh makhluk di bumi

Dll

dll

Cinta, kasih sayang, semangat, keadilan, penghargaan, kepedulian….bukankah nilai-nilai ini yang ingin ditegakkan oleh semua agama?     Bukankah ini yang senantiasa digembar-gemborkan?

Bagaimana mungkin kita membunuh manusia atas nama agama yang menjunjug tinggi nilai kemanusiaan?

Bagaimana mungkin kita membenci manusia sedangkan agama menyuruh kita untuk menebar cinta?

Bagaimana mungkin kita merusak bumi sedangkan ia adalah rahmat bagi kita yang kita harus memakmurkannya?

 

Tapi mengapa ada kekerasan berlatar agama?

Karena adanya pemahaman tertentu yang melihat agama sebagai sebuah institusi dengan seperangkat simbol. Serangkaian do’a-doa dan ibadah ritual semata. Lebih mengutamakan fikih daripada nilai.

Apakah yang demikian itu salah?

Hm…saya tidak tahu.

(wah saya tidak berani menilai yang begitu itu; di samping saya tidak mau menghakimi, saya sebagai manusia yang sedang berjalan, juga karena takut…..)

Tapi saya berani mengungkapkan ketidaksetujuanku apabila: kita memandang  dan menilai sesuatu hanya berdasarkan pakaiannya.

Orang membenci orang lain bukan karena kejahatan yang dilakukan tetapi karena perbedaan agama. Pemahaman ini yang menimbulkan keresahan dan kebencian, dan berbuntut pada kekerasan terhadap agama lain.

Tapi bukankah seperti diungkap di atas, bahwa dakwah adalah tugas setiap insan?

Ya. Dan mari kita berdakwah. Untuk diri sendiri, untuk seluruh manusia, untuk seluruh kehidupan di bumi ini. Kita dakwahkan nilai-nilai keindahan yang akan menumbuhkan rahmat dan kedamaian di bumi ini.

Lalu bagaimana dengan dakwah keyakinan?

Biarlah itu menjadi bagian Tuhan. Kita berbagi tugas dengan Tuhan, karena untuk yang satu ini kita tidak akan sanggup, dan juga kita tidak berhak untuk itu.

Keyakinan adalah sesuatu yang sangat prinsipal, melekat di hati dan pikiran. Tidak bisa dipaksakan dan direkayasa. Setiap individu mempunyai keyakinan yang berbeda-beda. Hanya Tuhan yang kuasa membolak-balikkannya. Setiap manusia punya bahasa sendiri-sendiri. Dan Tuhan punya cara sendiri untuk berbicara dengan setiap makhluknya.

(Bahkan ada yang menyebutkan bahwa setiap masing-masing manusia mempunyai agamanya sendiri-sendiri).

 Menghargai keyakinan orang lain berarti …

Menyadari keterbatasan diri,

merendahkan diri di hadapan yang Kuasa,

dan mengakui akan ke-Maha Luas an Allah,

 

Menghargai keyakinan orang lain berarti ….

Kita menempatkan diri sebagai hamba Allah,

dan mengakui hanya Allah yang berhak menilai…

 

Menghargai keyakinan orang lain berarti, kita tunduk kepada Allah.

(baca juga; memandang eksklusifitas aktifis dakwah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s