Kesegaran Pagsanjan…

Jalan-jalan kali ini sangat cocok bagiku. Setidaknya saya merasa sangat menimatinya. Mengapa?

Karena lokasinyakah?

Atau karena teman-teman yang baik2?

Atau karena emang lagi butuh hiburan….

Ah memang akunya saja yang doyan jalan-jalan!

 

Mungkin karena tujuannya?

Tempat yang kita tuju adalah alam terbuka, yaitu sebuah air terjun yang cukup terkenal di Santa Cruz. Dan bukan tempat belanja yang hanya menambah pusing.

 

Mungkin karena situasinya pas?

Saat itu aku sedang sibuk tenggelam dalam pekerjaan. Ditambah masalah pengurusan salah visa. Di tambah hal yang lain, yang membuat saya mengalami kesulitan tidur dan kehilangan nafsu makan. Itu dua hal yang sangat jarang saya alami. Biasanya saya adalah orang yang banyak makan dan ngantukan. Dan karena eating dan sleeping disorder ini maka aku manjadi kurus (kali….) dan lemes.

 

Mungkin karena teman-teman pesertanya?

Hm..sangat mungkin. Soalnya ada temenku yang turut serta. Walaupun dia pendiam banget, setidaknya saya ada teman yang saya kenal, karena dia se kantor/ruangan dengan saya. Sementara temen-temen yang lainnya, selain si organisator acara, belum saya kenal sama sekali.

Karena hal lain? Hihihi…..Hm!

Banyak kemungkinan mengapa aku merasa bersemangat mengikuti trip ini. Tapi yang paling dominan saya pikir adalah karena memang saya suka trip.

Gitu aja deh: lugas, tegas, terus terang…..langsung pada sasaran!

Dan sesuatu yang diawali dengan semangat memang hasilnya menyenangkan. Perjalanan ini memang mengasyikkan. Kita naik Jeepney, angkutan umum khas Filipina menuju Santa Cruz. Dari sana kita naik sekali lagi menuju hotel tempat kita bisa menitipkan barang-barang kita dan menyewa perahu, helm dan pelampung.

Sebelumnya saya sempat membayangkan naik semacam boat dari karet kaya arung jeram gitu….

Eh ternyata boat yang mereka sediakan adalah semacam perahu tongkang yang dikayuh secara manual. Hihihi…..

Kami menelusuri sebuah sungai berair keruh. Tapi tidak tampak kotor. Saya tidak tahu mengapa airnya keruh. Mungkin perjalanan air melewati daerah berlempung. Tapi setidaknya sungai ini tidak dikotori oleh timbunan sampah.

Di sepanjang tepi sungai pertama-tama kita temui berbagai bangunan motel dan tempat-tempat singgah.

Kemudian semakin masuk ke dalam tepian sungai semakin meninggi dengan berbagai pepohonan, dan tiba-tiba kita sudah dilingkupi oleh sepasang tebing tinggi yang curam. Keren….

 

Saat itu aliran air sudah tidak setenang sebelumnya. Kita berperahu menentang arus. Dan setiap kali menemui bebatuan, para awak tongkang harus saling bekerja sama mendorong, mengangkat dan menyeret perahu kami. Dan saat itu pakaian kami sudah mulai basah….tentu saja oleh arus air di sekeliling kami.

 

me, mary n deeDi ketinggian tebing di sepanjang sungai itu juga kita menemui beberapa air terjun kecil. Saat itu adalah musim hujan, jadi kita dapat melihatnya.

Tapi konon kalau musim kemarau air terjun kecil2 ini jarang kita temui. Hmmmm segar……

 

 

 

 

 

Setelah perjalanan eh perperahuan selama sekitar empat puluh  menitan, sampailah kita pada tempat yang di tuju.

Wow….sebuah air terjun yang cukup besar. Setidaknya ini yang terbesar yang pernah saya kunjungi.

pagsanjan

pagsanjan

Air tercurah dari atas tebing meluncur ke bawah (ya iya lah….masak kalau dari bawah ke atas itu namanya air mancur!), menjadi genangan yang air melebar. Deras kucurannya menebarkan setiap butiran air membentuk semacam asap putih.

pagsanjan tripers

pagsanjan tripers

Untuk menuju ke tempat itu kita harus naik rakit. Sebuah rakit yang terbuat dari gelondongan-gelondongan kayu, dan diikat dengan tali dan dikaitkan pada sebuah sisi gua di belakang air tejun. Rakit ini akan membawa kita ke air terjun dan mengantar kita kembali ke tepian.

Sayangnya hanya ada satu rakit di sini. Jadi setiap rombongan harus menunggu giliran untuk bisa menyeberang, dan harus segera balik menyeberang kembali dengan rakit yang sama.

Wisata ke tempat ini juga sering disebut sebagai shouting theraphy. Karena saatkita melintas di dekat air terjun itu kita akan otomatis berteriak; “Waaaaaaaa…………….”.

Bagaimana tidak?

Kita melintasi eh hanya melintas di dekat air terjun itu, tetapi butriran airnya seakan menyapu dan mengguyur kita. So  benar juga disebut shouting theraphy. “Woaaaa……..!”

Kembali dari air terjun, kita sudah basah kuyup. Dan menggigil.

Perjalanan pulang terasa lebih cepat karena kita mengalir bersama arus. TAk terasa kita sudah sampai di hotel. Dan kita bisa mandi dan ganti pakaian. Habis itumkita bisa tampil cantik lagi.

Jadi lapar. Kalau makan di hotel ini tentu mahal. Jadi kami memutuskan mencari makan di luar. Naik tricycle, semacam becak bermotor untuk meneruskan romantisme kita.

Kita makan di sebuah Resto sederhana. Ini kota kecil dan kami tidak menemukan KFC ata Mc Donalds. Jadi saya ikut aja pesanan mereka apa. Saya cukup menikmati calamari dan vegetable mix, kecuali babi.

Dan saat tengah hari kami semua sudah dalam perjalanan pulang kembali. Sebuah perjalanan yang singkat tetapi asyik.

Dan setelah itu kita masih menjalin pertemanan kami. Dengan pertemuan yang sengaja diada-adakan. Seperti minum bersama di koffeeshop karena ada sisa uang sebanyak 20 peso. Kemudian pesta untuk ulang tahun Mary dan perpisahan buat Denis. Yang dimeriahkan dengan permainan kartu hingga larut malam.

Hm….asyik juga bisa nambah temen. Dan karena berteman dengan Mary saya jadi punya temen untuk menonton Cultural Night di UPLB, menonton Guitar Concert, dan bertambah lagi teman saya dengan datangnya teman-teman Mary dari gereja setiap Minggu sehabis misa.

Terima kasih Tuhan, kau berikan hamba banyak teman……..

Piss….

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s