Kau harus bersyukur Yui……

Uyui….bangkitlah. Jangan tenggelam dalam kesedihan.

Ridhailah Yui, untuk segala apapun yang terjadi, segala apapun yang kau alami…….

Bukankah kau selalu katakan bahwa hidup kadang merupakan sebuah siklus? Dan demikian juga dengan komponen2 di dalamnya, masing-masing punya siklus dan perjalanannya sendiri-sendiri?

Saat kau berada dalam siklus yang tinggi, kita dapati lebih terang cahaya dan diri serasa terbang.

Sementara ketika kau berada dalam siklus bawah, kau rasai gelap dan keremangan, bahkan kadang membuat kita semakin jatuh terpuruk.

Tapi, bukankah kau selalu katakan bahwa segenap episode-episode itu hanyalah sebuah titik dari sebuah garis panjang perjalanan kita?

Tapi mengapa kadang kau begitu terpuruk serasa terhempas dan terperosok dalam ketakmengertian dan tak berdaya untuk bangkit?

Ah ini hanyalah sebuah upayaku untuk menghibur mu, Yui! untuk mengintip kembali keluasan dunia, bahwa keremangan yang sesekali menyelimuti dirimu tak lain adalah selembar kain yang dapat kau singkap dan enyahkan.

Dan setelah itu kau dapat rasakan kembali terang cahya untuk kau berjalan melintas maju…..

Kau juga selalu katakan, salah satu kunci bahagia adalah rasa syukur dan suka cita. So, bersyukurlah Uyui, dengan itu kau akan rasai bahagia.

Sungguh, tak jarang kulihat kau merasai ada sesuatu yang kau rasakan sebagai kekurangan.

Dan merasai kekurangan diri ini, bukannya memacumu pada semangat dan kerja keras, akan tetapi malah membawa pada pemanjaan diri, permakluman akan kemalasan-kemalasan dan segala ketakmampuan diri.

“Yah, wajar dong saya gini, soalnya saya kan…..”

“Uh, andai saja saya ….pasti…..”

“Sayang saya hanya…..”

Berbagai permakluman ini semakin lama semakin menimbunmu dalam ketakberdayaan. Dan ketika menyadari betapa kau tenggelam dalam kelemahan itu, lantas yang muncul adalah sikap kecewa, marah dan putus asa.

Dan mencari kambing hitam, menyalahkan orang lain atau kondisi.

Yui, kalau kau mau jujur mengamati, sesungguhnya ada begitu banyak atribut pada dirimu yang sangat patut untuk disyukuri.

 

1. Bersyukurlah karena kau normal.

Kau punya tubuh lengkap dengan segenap anggota badanmu. Dengannya kau bisa melakukan apa saja yang kau inginkan. Kau bisa melihat warna-warni dunia, kau bisa mendengar ritme angin mengalun, kau bisa menyuarakan keinginanmu, bernyanyi dan menari!

Tengoklah mereka yang tak seberuntung dirimu. Mereka yang tidak mempunyai kelengkapan seutuh dirimu. Tapi mereka bisa membuktikan diri sebagai makhluk Tuhan yang sempurna, karena mereka mensyukurinya, dengan cara memfungsikan segala yang dimiliki.

(Sungguh aku tak bermaksud menomorduakan orang-orang yang terlahir dengan keterbatasan fisik, karena di mata Allah semua makhluk tercipta sempurna. Bersentuhan atau hanya sekedar melihat mereka selalu membuat diri merasai betapa beruntungnya saya yang dianugerahi tubuh lengkap dengan segala atributnya). 

Dan kau yang lengkap dan utuh, tak sepatutnya kau mejadi lemah dan dikecewakan oleh dunia. Ayo, bangkitlah, syukuri kesempurnaanmu!

 

2.Bersyukurlah Yui, karena kau punya uang.

Walau aku tahu uangmu tidaklah seberapa, dengan gaji yang tak seberapa dan tanpa tabungan. Tapi bukankah itu pun cukup buatmu? Apa yang kau butuhkan untuk hidupmu? Makan pakaian dan buku? Kau bisa membeli semua itu, kalau kau mau.

Masihkan kau disedihkan oleh uangmu yang tak seberapa?

Bukankah kau selalu mengutip kata2 JK Rowling bahwa “siapa dirimu bukanlah dilihat dari apa yang yang kau miliki, akan tetapi dapat dilihat dari apa yang kau lakukan?”

Bukankah kau selalu katakan bahwa terkadang uang dan harta tak lain adalah sumber masalah terbesar dalam hidup, yang ketika ia tak ada orang akan resah dan ketika ia bertumpuk orang akan lebih resah lagi?

Bukankah kau selalu katakan bahwa barang-barang milik seringkali menghalangi kita dari melihat keindahan dunia yang sesungguhnya?

Bahkan kau juga katakan bahwa siapa yang kaya adalah dia yang banyak memberi, bukan dia yang banyak menimbun?

So, bangkitlah Yui, syukuri kekayaanmu!

 

3. Bersyukurlah karena kau punyai banyak teman dan keluarga yang menyayangi dan mendukungmu selalu.

Masihkah kau merasai sepi dan sendiri?

Kau tidak sendiri Yui, kau punya banyak orang disekelilingmu. Kau punya keluarga di segala tempat, kalau kau mau menjadikan mereka saudara dan temanmu.

Jadikan mereka sebagai teman berbagi, dan dalam kebersamaan kau akan merasai langkahmu menjadi lebih ringan.

 

4. Bersyukurlah Yui, untuk segala yang kau rasai….

Aku tahu Yui, segala yang kau alami, segala yang kau rasakan. Jatuh bangun dalam kehidupan, jungkir balik terobang-ambing perasaan.

Janganlah kau diresahkan olehnya Yui, karena itu adalah kekayaanmu. Yang akan membawamu semakin mengerti akan hakikat hidupmu.

Bukankah kau katakan bahwa kematangan hidup diperoleh dari pengalaman, pembelajaran, dan waktu?

dengan beragam rasa yang kau alami itu kau bisa jadikan sebagai inspirasi untuk berbuat, untuk mengerti, untuk mencinta.

Bukankah kau selalu katakan bahwa kebijakan samudera terbentuk oleh kemauan dan kemampuannya menerima dan menampung segala yang datang padanya?

Jadi mengapa kau tak menjadi samudera?

5. Bersyukurlah Yui atas segala yang kau alami…

Untuk segala lika-liku hidup yang kau alami dan dialami oleh setiap manusia, syukurilah!

Karena itu adalah cara bagaimana Tuhan memuliakan hamba-Nya.

Bukankah kau selalu sampaikan itu?

Bahwa mutiara menjadi indah oleh gesekan dan tekanan,

Bahwa nahkoda yang hebat terlahir ditengah badai,

Bahwa manusia menjadi bijak karena diasah oleh kehidupan?

 

Ah Uyui, kenapa kau masih bersedih?

Kau punya segudang puisi indah dan kata2 bijak yang selalu kau taburkan untuk menyejukkan suasana, tapi mengapa kau masih bersedih????

Kenapa Uyui? Ayo jawab dong….please….!

Uyui: Oke deh aku jawab:

Aku sedih soalnya tiba-tiba aku sadari,  

Bahwa selama ini saya terlalu banyak bicara tapi tak aku lakukan,

Teori-teori bergumul di kepala, berloncatan dalam tulisan, nyering di bibir, tapi….tak terlaksanakan.

Bahwa mungkin aku hanyalah manusia yang NATO (No Action, Talk Only), atau yang disebut oleh EMHA manusia tipe syahadat: cuma bersaksi dan mengatakan, tapi bukan orang yang sholat

atau yang disebut sebagai Jarkoni: iso ngujar/ngajar gak isoh ngelakoni = bisa bicara, tapi tak bisa melaksanakan…..

Puas?????

+ :Oh…itu to. Mm mau tahu solusinya?

-: Apaan?

+: Ya….tinggal laksanakan saja. Kau punya konsep dan setumpuk teori: laksanakan aja.

Toh kau juga selalu bilang bahwa kekuatan itu ada pada aksi, perbuatan dan tindakan. Mengapa tidak kau mulai dari sekarang?

-: Kau menohok tepat ke ulu hatiku. SAkit, perih, ngilu! Tapi terimakasih atas ‘cinta’ mu yang menyakitkan ini……

I’ll do!

 +: Eit…niatannya jangan dengan kesal gitu dunk!

– : Oke, hiks, Bismillah, I’ll do!

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s