Bulan…

Apa yang aku rasakan saat melihat purnama?

Sungguh ada sebuah ketenangan. Yang aku tak dapat mendefinisikannya sebagai apa itu. Atau mengapa.

Mungkin karena pendar lembutnya yang menghadirkan sejuta rasa.

Atau temaram putih susunya itu yang seakan menyimpan sejuta misteri.

Atau lingkaran redup yang melingkupinya yang mengukuhkan kesendiriannya.

Ya. Kesendirian.

Mungkin itulah yang menarik. Kesendirian, diam dan sunyi.

Damai. Ikhlas. ridha.

Tiada marah, tiada ambisi.

Tiada culas, tiada manipulasi.

Tiada marah, tiada resah, tiada gerah.

Semua teredam.

yang ada hanya senyum damai.

Purnama malam itu, menemani sendiriku.

Tahukah kau bahwa betapa pun kau sendiri, sebenarnya kau tak akan sendiri lagi saat kau memandang purnama?

Karena nun jauh di sana para pencinta rembulan yang sendiri juga tengah menikmatinya.

Jadi rembulan adalah tempat kita berbagi.

Thaks full moon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s