Antara Melukis dan meluk-kiss

Benarkah melukis = meluk+kiss ?????

Hah?

Judule kok erotis amat…..

Salah satu hobiku (selain mengkhayal dan menangis) adalah melukis.

Yah itu kalo dah selesai mengaji….*hsah!

Melukis

Ugh!

Tampaknya judule seperti erotis amat ya…..Tapi kadangkala itu benar.

Melukis adalah proses bercinta juga.

Mencintai imaginasi kita.

Menelusur jejak petualangan khayali.

Mengekspresikan hasrat yang ada di jiwa.

Mencoba merumuskan berbagai rasa, membangun formula dan menyatakannya dalam sebuah rupa.

 

Yah mirip juga seperti menulis.

Atau memahat.

Atau bernyanyi.

Atau menari.

Atau kehidupan berseni yang lain.

(Jangan lupa baca destined to be an artis)

 

Dalam berkesenian….

Kadang kita berhasil membentuk formula yang indah dan mengungkapkannya sebagai karya yang cantik.

Tapi…..

Tak jarang pula kita bisa memahami dan menikmatinya….tanpa bisa menerjemahkan dan membagikannya kepada sekitar kita.

Lalu terjebak di dalamnya tanpa kuasa untuk mengerti….bahkan untuk sekedar memaknainya…..

Dan…

Tak jarang pula kita salah mengerti …….

Atau kurang fasih menerjemahkannya.

 

Begitulah kita: Dalam hidup, dalam berekpresi.

Karena kita masih belajar. Selalu, selamanya.

 

Abstract?

Kadang ada sebuah karya yang sulit dimengerti.

Karena untuk mengerti pun kita butuh belajar….

Hualah!

 

Saya gak punya referensi tentang hal yang sulit2 dimengerti.

Seperti lukisan abstrak.

Mungkin kita bisa menikmati indahnya ‘Kiss’ nya Klimt, tapi saya gak tahu kegelisahan dan misi apa bertengger di baliknya.

 

Seperti juga karya sastra.

Kita akan mudah terhipnotis oleh ‘Godlob’nya Danarto

Atau ‘Ping’nya Sutardji Calsoum Bachri, atau……
Ah, tapi toh saya gak berhasil membuat resensi tentang nya.

Hihi..

 

Seperti juga pilsahwat….eh filsafat.

 

Seperti…apapun lah ….
Yang kita anggap sebagai sebuah kreasi,

yang membuat kita menggigil dan panas dingin,

membuat kita terjebak dalam pesona, kebimbangan dan ketakmengertian….

Itu semua hidangan dari Tuhan……

Jadi ya….nikmati saja….

 

Tentang lukisan abstrak.

Kadang ada pelukis yang hasil karyanya sulit dimengerti orang lain.

Karena begitulah berekspresi.

Mungkin.

Karena kadang seorang pelukis juga tak punya rekadaya untuk membentuk lukisannya akan seperti apa. Sehingga lahir lukisan2 abstrak, tentang kegelisahan hidup manusia….(barangkali….)

……Sebagai pelukis, kadangkala kita hanyalah sebuah alat. Sebuah jalan untuk sang Maha Indah bersabda (Guepikir Gitusih)…..

 

Kalau ada bahagia, cukupkah digambarkan dengan gambar sebuah perjalanan piknik sambil makan2 di kebun?

Kalau ada sukacita cukupkah digambarkan dengan gambaran pesta dansa?

Ketika marah oleh kesenjangan sosial cukupkan dituangkan dalam gambaran seorang koruptor dalam tawanan para pengemis jalanan?

Ketika membenci ketidakadilan, cukupkah tergambar pada lukisan neraca tak berdiri tegak?

Atau;

Apakah gambar kaligrafi cukup bisa mewakili kegelisahan kita dalam berketuhanan?

Apakah bisa mewakili ketakjuban kita akan kuasa Ilahi?

 

Tak selamanya sebuah ide tertuang dengan mudah.

Jarang malah.

Sama jarangnya dengan keutuhan sebuah gagasan diberhasil di terjemahkan.

Perlu perjalanan panjang untuk untuk sampai ke altar.

Para pelukis besar menghasilkan karya2 besar.

Mungkin karena orang besar punya pemikiran yang besar, dan punya daya imagi yang begitu besar hingga karyanya bisa menghipnotis.

Ada semacam transfer energi dari pelukis kepada penikmatnya.

Energi yang tak bisa dijabarkan, tetapi hanya bisa dirasakan.

Seperti juga cinta. Sulit didefinisikan, lebih mudah dirasakan…paling gampang diucapkan, hiks!).

Meluk kiss itu kadang norak, tapi norak itu sexy….

Apapun hasilnya, melukis itu sangat perlu!

Melukis bisa menghindarkan kita dari stress, sungguh!

Itu seperti kita berteriak keras2 di pantai, atau seperti berjalan dalam hujan2an.

Saat kita sebel,

Saat kita marah,

Saat kita sedih,

Saat kita bete,

Saat jatuh cinta (lagi),

Saat patah hati (lagi),

Saat bahagia maupun saat sakit hati…..

…….Ambillah selembar kanvas, trus kita coret2in apa aja.

Gak usah ada bentuk n rupa.

Niscaya kita akan menjadi lebih tenang n nyantai.

 

Yah…ini bisa mirip sebuah meditasi, tapi kita bisa menghasilkan sesuatu.

Ini kan lebih baik daripada kita teriak2, marah2, n ngomel2 gak ada hasilnya.

So, menurutku siapapun bisa melukis.

Gak usah pedulikan hasilnya.

Kadang jadi gambar yang bisa dilihat, kadang jadi tumpukan cat yang bikin mata sepet.

Tapi gak papa….namanya juga berekspresi.

Dan ……saat berekspresi adalah saat2 norak yang mengasyikkan.

So….ayo kita mulai melukis.

Atau memeluk atau meng’kiss’.

Apapun yang indah.

Karena segala yang indah adalah dari perkenan-Nya.

 

Los Banos, 24 July 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s