Cara sexy bangkit dari kehancuran

Merasa…….

Sedih….? Marah….? Hancur….? Terpuruk….?

Cape jadi manusia….dan rasanya pingin mati aja….?

 

STOP! Jangan buru2 nulis surat wasiat!

Masih ada jalan keluar kok……asyik lagi…

*** 

Pada titik nol hidupmu….saat mendung menggantung

 

Pernahkah kau rasakan saat tersedih dalam hidupmu?

 

Saat kita tak lagi mampu menahan air mata.

Setiap kali ada moment (betapapun sempitnya) untuk sendiri, semakin terasa ada sesuatu beban yang begitu menyesakkan dada, dan tiba2 otot2 sekitar mata menghangat dan air mata pun keluarlah. Tapi beban itu masih saja mengganjal dada.

 

Saat kita merasa terpuruk, rasa diri tidak begitu berarti. Tersisih dan terlupakan.

Seperti sebuah rasa kehampaan, jalan terasa begitu sepi dan sunyi.

Sepertinya apa yang kau lakukan, apa yang kau perjuangkan seakan sia2 belaka. Nonsens.

Orang-orang saling berbincang dan berlalu lalang hilir mudik di depanmu tapi mereka tidak melihatmu.

Kehadiranmu tak diperhatikan, jeritanmu tak terdengar.

Kau telah jungkir balik berakrobat ria tapi sepertinya tidak ada yang peduli.

Kau merasa sedih, kecewa, dan putus asa. Marah, sedih, dan tak berdaya

 

Berbagi dengan orang lain?

Seringkali kau merasakan lebih baik memendam beban itu daripada kau ungkapkan kepada orang lain, karena luapan rasamu pada orang lain kadangkala hanya akan membuat orang merendahkan mu dengan bertopeng belas kasihan.

Memberimu setumpuk nasehat dan komentar yang bukannya akan meringankan bebanmu, tetapi malah menambah bebanmu dengan pandangan2nya yang seakan menyalahkan ketakberdayaanmu.

Ugh, itu jauh lebih menyakitkan.

 

Dan dadamu hampir mau meledak oleh beban rasa itu, tapi kau tak bisa meledakkannya.

Tak ada ruang lain untuk sejenak kau tanggalkan beban itu.

Kau harus tetap diam membungkam dengan senyum yang harus dipaksakan.

Itu karena adanya beban tugas tak tertulis tapi sudah menjadi konvesi umum;

 

”…..bahwa kau harus bisa menutupi, menyembunyikan dan memendam segala beban derita itu dan tetap menampilkan diri sebagai pribadi yang santun, kuat dan tegar, serta bahagia, penuh semangat dan sukacita….”

 

Kau tidak bisa menyalahkan orang lain, karena beban ini sudah kau putuskan untuk kau ambil.

Kau ingin menghilang saja….istirahat sejenak. Tapi itu tak bisa kau lakukan.

Kau tak berdaya, tapi kau tahu kau harus menghadapinya.

Menjalaninya dan berharap semoga episode itu segera berlalu, dan semua akan kembali seperti sedia kala.

 

Tapi kadangkala cara sederhana bisa sedikit meringankan bebanmu. Cobalah beberapa trik berikut ini;

 

Delapan cara paling sexy untuk keluar dari keterpurukan:

1.   Pergilah ke pantai,  hadapkan wajahmu ke luasan samudra, dan teriakkan bebanmu kepada sang ombak. Berteriaklah sekuatmu, sampai kamu cape. Setelah cape berbaringlah dihamparan pasir, dan biarkan ombak mengulitimu.

 

2.   Pergilah ke luar pada saat hari hujan. Jalan kaki lebih baik, tapi bisa juga naik motor. Biarkan tubuhmu basah oleh air hujan. Menagislah, biarkan air matamu menyatu dengan air hujan. Atau berteriaklah, atau bernyanyilah keras-keras.

 

3.   Ambillah sebuah atau beberapa buah gelas. Lemparkan, biarkan pecah dan remuk. Kau bisa melemparnya di dinding kamarmu (tapi ini berbahaya, selain mengundang kecurigaan orang lain), atau di bangunan kuno atau di tempat terbuka lain.

 

4.   Pergilah ke sungai. Tuliskan segenap kegalauan, kegelisahan, kesedihan dan kegalauanmu pada secarik kertas. Potonglah kertas itu menjadi bagian2 kecil. Hanyutkan ke dalam aliran arus sungai (diinspirasi oleh Paulho Coelho; By the river Piedra ….)

 

5.   Masuklah ke dalam kamar mandi. Hadapkan wajahmu pada air yang memenuhi bak mandimu. Hantamkan tanganmu keras2 ke arahnya. Atau masukkan seluruh tubuhmu ke dalam bak hingga airnya meluap.

 

6.   Pergi ke hutan atau lapangan luas. Berteriaklah sesukamu. Sampe serak.

 

7.   Ambillah pensil, spidol atau cat…..coret2lah tembok kamarmu. Sret-sret!

 

8.   Dan masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan……

 

 

(Sungguh….aku tak kan pernah menyarankan pergi ke dugem n nge-drugs. Itu hal yang paling norak).

 

Pada dasarnya adalah untuk melepaskan ketegangan pada diri kita. Saat ada suatu masalah seringkali segenap energi jiwa-raga, pikiran-perkataan-dan perbuatan kita terkooptasi pada masalah itu.

Dan itu menimbulkan ketegangan.

Semakin dipikir, semakin tegang.

Semakin dirasa, semakin sedih.

Semakin kuat kita hendak lari menghindar, semakin kuat ia mengurung kita.

Kita terjebak dan tak bisa keluar.

Dan kita jarang bisa menemukan solusi pada saat seperti itu.

 

Yang kita butuhkan kemudian adalah sedikit relaksasi, melemaskan tubuh, merenggangkan pegangan…….dan melirik keluar …..

Membebaskan diri…..dari diri sendiri dan orang lain.

Dengan cara melakukan hal yang ’tidak biasa’ kita dan orang lain lakukan.

Gak papalah orang anggap kita ‘gila’ sejenak. Untuk kemudian kita peroleh sebuah kesadaran baru.

Karena kegilaan…… seringkali bukan merupakan sebuah kejatuhan, akan tetapi sebuah terobosan (yang ini gue pinjam dari Ian Marshal).

 

Itu adalah langkah untuk membuat kita ’berkuasa’ atas diri kita sendiri.

Langkah untuk bisa menimbulkan perasaan ’merdeka’ pada diri kita.

Setidaknya untuk sesaat.

Karena kita tak diatur, tak dikuasai orang lain.

Karena kita tak ditekan dan tak peduli akan pandangan orang lain.

Jauh dalam lubuk kesadaranmu kau mengakui bahwa hidupmu sebenarnya tidak tergantung pada orang di sekelilingmu. Mereka bisa sangat mempengaruhimu, akan tetapi kitalah penentunya.

Setidaknya untuk sesaat.

Yah untuk sesaat.

Dan waktu yang sesaat itu akan mengembalikan kesegaran kita.

Mengembalikan kesadaran kita.

 ……….

Bahwa apa yang membuat kita menangis hanyalah sebutir pasir yang kebetulan menerpa mata kita, dan juga mata orang lain.

Juga sebutir pasir yang menimbulkan kegetiran hidup seekor kerang yang karena kepasrahannya maka menjelmalah pasir itu  menjadi mutiara, yang kita bukan manusia normal kalau tak terpesona olehnya.

 

Bahwa apa yang membuat kita jatuh hanyalah sebutir kerikil yang juga telah menjatuhkan orang lain, dan orang lain bisa bangkit kembali dan menjadikannya sebagai pijakan sehingga bisa melesat lebih cepat.

 

Bahwa mungkin juga yang telah meremuk-redamkan diri kita adalah sebuah taifun. Maharaya angin yang menimbulkan badai dan mengombang-ambingkan bahtera. Tapi dengannyalah dan karenanyalah lahir seorang nahkoda yang hebat.

 

Jadi ingat….konon segala masalah yang kita hadapi adalah sebuah bentuk penganugerahan alam kepada manusia. Karena manusia dibesarkan oleh masalah. Semakin besar masalah yang bisa kita atasi, semakin besar kita. Semua manusia hidup punya masalah, tapi orang gendeng (bukan gila lho!) gak punya masalah ya….: Mau?

 

Yap udah ah yuk….Ayo bangun, semangat, semangat!

 

== Ada kalanya kita harus mengevaluasi diri: bermohon bukan untuk meminta Tuhan melaksanakan rencana2 kita, tapi bermohon dengan berserah diri untuk ikhlas menjalani segala ketentuan-Nya==

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s