Menjadi TKI…..

Akhirnya sampe juga gue di Los Banos.

Selama beberapa bulan ke depan saya akan merasai menjadi TKI.

Walaupun konon gajinya kecil (tidak seperti TKI pada umunya) namun aku berharap semoga apa yang aku lakukan bisa bermanfaat buat banyak orang, terutama bangsa Indonesia tercinta.

Terutama petani Indonesia, yang almarhum kedua orang tuaku adalah bagian daripadanya.

Dengan segenap keterbatasan yang melingkupi, saya memulai pekerjaan ini dengan berucap do’a.

Bismillahirrahmanirrahim.

Semoga apa yang aku kerjakan mempunyai nilai sebagai bentuk ibadah dan pengabdian saya selaku : abdullah (hamba Allah) dan kalifatullah (wakil Tuhan) untuk memakmurkan bumi.

Saya merasa gembira bisa turut berpartisipasi dalam pekerjaan ini.

Saya merasa dan berharap pekerjaan ini mempunyai out put yang nyata dan bermanfaat (bisa dirasai manfaatnya) atau yang sering disebut teman saya sebagai sebuah penelitian yang ‘tangible’.

Berbeda dengan pekerjaan penelitian yang banyak beredar banyak tempat, yang tampaknya mempunyai kecenderungan hanya sebagai sebuah proyek penelitian yang berakhir pada lembaran kertas laporan yang mati dan tak lama kemudian menguning termakan rayap, atau paling banter bisa menjadi bahan contekan untuk penelitian berikutnya.

Bukan berarti hal yang saya kerjakan selama ini tidak berarti lho! Sebenarnya pekerjaan yang selama ini saya kerjakan yang berkutat dengan kegiatan konservasi dan karakterisasi, walaupun tampak monoton namun justru sebuah kegiatan mulia dan bermanfaat.

Sayangnya paradigma penelitian kita cenderung mengikuti budaya populer yang sedang trend. Dan sumber nilai yang kita ikuti adalah dunia barat. Apa yang tampak canggih dan ‘wah’ di Barat kita tiru, tanpa memperhitungkan kemampuan diri kita. Kita bangga menjadi follower walopun di dalam kita dedel duel (istilah opo iki….)

Pandangan terhadap kegiatan konservasi kurang apresiatif karena merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin. Karena yang dianggap penelitian adalah yang melibatkan sebuah rancangan statistik yang rumit.

Kadangkala yang dianggap penelitian adalah sebuah kegiatan ujicoba yang seringkali sudah kita ketahui (setidaknya bisa kita prediksi) hasilnya. Ketika hasilnya sesuai dengan prediksi maka penelitian berhasil (berhasil menerapkan dan membuktikan teori  yang sudah lama terbukti, sudah banyak orang yang membuktikan.

Dan kita berteriak, ” Hey….gue berhasil….” Seperti anak-anak yang gembira ketika ayahnya memberi sebutir apel dan ibunya memberi sebutir apel, kemudian ia mulai menghitung dan tahu bahwa ia kini punya dua buah apel. Oh…..ternyata satu ditambah satu itu ada dua….Wow…!

So what gitu loh….!

Ya beginilah. Sekarang saya sedang memulai pekerjaanku.

Semoga senantiasa tetap dalam kerangka do’aku.

Pada Allah ku.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s