One Fine Holiday

One fine holiday (pulang kampoeng bo!)

Selalu ada keindahan dalam kehidupan kampung halaman, my lovely home yang selalu kurindui dan liburan kemarin kuinjak lagi. Walopun merantaunya gak jauh2 amat, tapi yang namanya pulang kampung selalu memberi arti lebih dalam kehidupan anak rantau. Apalagi kalo dapet hadiah liburan….wow!

Liburan panjang (19 Maret ) kemarin memberikan sebuah semangat baru dalam hidupku. Saat jiwa terasa lelah oleh bertumpuk pekerjaan yang tak pernah usai, liburan ke kampung halaman sungguh menjadi keputusan yang menyegarkan. Ada sebongkah rasa bahagia, setumpuk sukacita dan menyisakan sebersit rasa rindu di hati. Bagaimana tidak, berkumpul bersama keluarga, berjalan-jalan dan menikmati traktiran, serta bermain-main sambil berangan-angan bersama.
Rabu sore berangkat dari Bogor dengan Bis, Kamis pagi sampailah di Magelang.

Jumpa lagi orang rumah….
Turun dari bis sekitar shubuh langsung naik ojek menuju perumahan Mbak Tri, kakakku nomor 4 (anak ke-4 tapi namanya Tri, gak nyambung ya!). Baru turun Mbak Tri menyambut; “…barusan Endang sms kok belum nyampe …..?”
Wah GR juga, ternyata aku dikangenin semua orang2 rumah. Kepulanganku banyak yang menunggu. hiks!.

Maka sehabis sholat shubuh sayapun segera telepon balik ke Endang (kakak no 5). Dan dari telpon itu aku mendapat kabar gembira, ternyata aku mau dapat traktiran …….sebuah hp! .

Wah…seneng banget.

Kabar beita lain adalah diajak jalan-jalan berenang dan dilanjutkan dengan pesta durian. Jadi hari pertamaku akan aku jalani dengan berenang, jalan-jalan dan diakhiri dengan malam pesta durian. Hm…….aku segera bersemangat mandi.

Setelah mandi saya mengantarkan titipan kue dari teman kantor untuk ibundanya yang kebetulan rumahnya ada di kawasan perumahan mbak Tri. Setelah itu makan mie goreng kampong jawa dan dilanjutkan sarapan lodeh kol manis. Hm segar…..

Aku harus segera berangkat ke rumah Endang, tapi sebelumnya saya mau mengecek email dulu, dan aku pinjamlah hp Anis. Wah asyik juga nih hp. Kayaknya aku mau beli yang kayak gini aja deh……yang lengkap fitur2nya, mumpung lagi gratis. Kalau harus pake kocek sendiri mungkin aku akan lebih memilih yang sederhana bin kuno, dan dijamin murah, hihihi.
Dari rumah Mbak Tri saya minta diantar Anis ke jalan raya Magelang Jogja untuk kemudian bisa naik angkutan menuju End. Biasanya saya lebih suka pake eh pinjem Honda Smash selama liburan sehingga lebih flksibel kalau mau go to anywhere n anytime. Tapi kali ini agak males. Duh!

Sampai di rumah End, disambut the hangat dan sebuah panggilan telepon langsung dari Medan. Ternyata dari donator utama projek pengadaan hp ku. Wuih! Mbak Erni (kakakku no 3) akan metransfer sejumlah uang untuk kubelikan hp. Tapi kukatakan bahwa aku tidak menerima sumbangan berupa uang, tapi Mbak Er mendesak untuk memberi padaku. Aduh gimana ya….pingin nolak tapi kok butuh….. akhirnya diambil kesepakatan; uang itu di transfer ke End, dan End yang akan mewujudkannya menjadi hp untuk diberikan pada diriku. Wuih…mau dikasih traktiran aja birokrasinya bebelit gitu deh…..

Berenang …..
Hari ini kita akan merayakan ultah Fano. Fano n family datang tak berapa lama setelah End bag-big-bug mempersiapkan 2 percil yang semi autis. Kami sarapan (lagi), dan segera meluncur menuju kolam renang Kali Bening di daerah Payaman, Magelang. Satu mobil berisi saya, End family tanpa bapak 4 orang dan Puj family 4 orang.

Lokasi kolam rnang itu tidak jauh dari kota, dan kita segera sampai. Hm…sebuah taman sederhana. Kolam renang utama tidak terlalu besar. Disamping kolam renang utama ada dua kolam lain yang tampak hitam karena alasnya tidak di cat putih. Walau begitu airnya bening dan beberapa orang dewasa berenang di dua kolam tersebut. Di bagian agak atas kolam renang utama ada saluran yang mengalirkan air dari sumber mata air menuju kolam renang utama. Oh bagus juga nih, jadi kita berenang dengan air dari sumber mata air. Asyik…..

Cebar-cebur berebut ban. Gak krasa deh munculnya dua sobekan besar di dagu Angga. Semua asyik. Bahkan Kinay kecil yang menggigil pun tak mau mentas dari kolam. Tapi toh semua tetap harus berakhir….

Makan bakso kerikil….
Dari kolam renang kita nikmati makan siang murah meriah di taman bermain Godean. Makan bakso kerikil yang rasanya kayak kerikil.

Dah capek, kita langsung menuju tempat End. Sholat, makan, mandi, istirahat sebentar, ngobrol-ngobrol merencanakan pengembangan sebuah usaha ekonomi di bawah Yayasan Suetepa. Sebuah usaha yang bersifat social-ekonomi gitulah. Seru banget.

Saya janji akan segera menyusun proposal.

Menuju my lovely home
Menginjak sore saya dan Puj n family meluncur menuju kampung halaman, our sweet home, by the river Tringsing n Pabelan, in the slope of Merapi mountain.

Menjelang maghrib, dalam rintik hujan sampailah kami di rumah tercinta. Bau tanah basah dan dedaunan menyejukkan kepala.
Malam hari kita pesta durian deh…. Ini diselenggarakan dalam rangka ultah Fano, anak sulung Puji (kakakku no 6). Walaupun masih kecil, yaitu baru menginjak kelas 2 SD, Fano termasuk penggemar durian kelas berat. Dalam salah satu rangkaian cerita Suetepa mungkin kau bisa menemukan betapa maniaknya Fano terhadap durian. Malam ini terlihat, ternyata bukan hanya Fano yang maniak durian, si kecil Kinay pun menunjukkan bakat sebagai calon maniak durian.

Go to Jogja 4 free hp….

Hari Jum’atnya kita rame2 pergi ke Jogja.Anggota rombongan sama.

 

Agenda acaranya; yang utama, beli hp dunk….! Selain itu cari tiket untuk aku balik Bogor, beli cat putih (saya nyari2 di Bogor dah kehabisan semua), beli buku dan kalo sempet beli batik.

Tapi siapakah yang bisa melaksanakan seabrek rencana itu kalo disertai 5 percil bandel n bedhigasan?

Akhirnya yang terlaksana hanya beli hp, dan beli cat (karena aku mencuri waktu marathon berlari ke Toko Sari Ilmu di sepanjang Malioboro), sedangkan tiket gak dapet karena semua tiket dari semua travel agen dah habis. Gak papalah, yang penting kita dah bisa jalan-jalan n happy2, dan yang leebih penting lagi: hpnya dapet .

Hp yang selama ini kupakai sudah nenek2 banget, yaitu hp Siemens c45 yang kubeli tahun 2003 (lima tahun lalu). Mungkin karena sudah terlalu banyak bekerja jadi hp itu sudah sangat tidak support dengan jaman dan kebutuhanku saat ini. Kalau selama ini saya masih setia menggunakan hp tersebut, itu bukan hanya karena belum ada alokasi dana untuk hal tersebut, akan tetapi juga karena hp ini sudah setia menemani hari-hariku, menjadi sarana penghubung bagiku dengan orang-orang terkasihku, dan menjadi sarana untuk menggilas semut-semut nakal yang suka merambati diriku yang mungkin dianggapnya cukup manis. Ehm.
Kami hanya sempet makan siang roti dan buah, tapi pulangnya makan soto yang … lumayan enak juga sih, kalau pas lagi lapar gini…. Dengan perut kenyang dan hujan rintik kita mluncur pulang, tapi harus nyamper Aris di perusahaan ‘criping tela’. Dalam mobil penuh sesak aku berangan, nanti malam mau ngetik proposal. Tapi apa mau dikata… begitu selesai sholat isya’ mata dan tubuhku tak bisa diajak kompromi. Tewas dah…..

Pergi ke pasar…
Sabtu pagi rencananya:  mau cari daster n batik buat dititip ke Medan (mumpung ada yang dititipin), cari tiket bis, pergi ke Borobudur, say hello ke rumah bulik Ris, dan malemnya ngetik proposal.

Untuk cari daster kita nungguin Aris datang biar ada yang jagain percil2. Tapi acara go to Muntilan ini gak jadi kita laksanakan karena orang yang mo dititipin keburu datang, dan akhirnya hanya item yang sudah tersedia di rumah aja yang kita titipkan. Dan rencana berubah. Aris pergi ke kantornya dan nanti siang akan kembali untuk nganter aku ke tempat sobatku ke Borobudur. Aku dan End bersama 2 percil mbelingnya pergi cari tiket n sedikit oleh-oleh. Dapt tiket cadangan, n oleh2nya dapet sekenanya berhubung kita gak pernah bisa belanja dengan enak kalau ada 2 percil. Percil itu pula yang ngilangin sebagian belanjaan…arrgggh!!!

Ngomporin sahabat di Borobudur
Habis dhuhur Aris pulang dan menjelang jam 2 kami pergi berboncengan ke Borobudur. Sekitar 15 – 30 menit. Sampai di Borobudur, Reni belum pulang, tapi sebentar kemudian dia pulang juga….

Kita cerita2 n ngobrol-ngobrol asyik benget n saling menyemangati. Iya Ren, kamu harus berani menulis….(nasihat buat diri sendiri tuh….), bioar gak stress tiap kali ngelihat LKS yang gak mutu!. O. ya aku bawakan zat perangsang tunas dan akar untuk nursri tanaman hiasmu, semoga bermanfaat.

OK tetap semangat ya….

Ngintip lukisan bulik….
Pulangnya mampir tempat Bulik Ris, lihat koleksi lukisannya. Wah ternyata salah satu factor yang menjadikan lukisan tampak indah adalah ….dipigura! hihihi….jadi ingat koleksi lukisanku yang belum satupun terpigura….(udah nyadar dari dulu sih, tapi belum ada dana alias masih pelit).

Cerita2 sama Bulik menjadikan bersemangat buat melukis lagi. Nanti akan kubuat semacam catalog karyaku disertai narasi yang indah. Jadi ada perpaduan dari gambar dan kata-kata, sehingga pemerhati bisa lebih mudah menangkap ide/gagasan yang coba saya sampaikan, weleh-weleh……(emangnya punya lukisan apaan sih, pak narasi segala?)

Dah mau maghrib, harus segera pulang, tapi beli martabak dulu ah…. Puji sms minta aku nginap tempat mbak Tri, Mbak Tri telepon End dia menyediakan opor ayam, End menelepon tuk bawain cetakan kue…riweuh amat. Tak bisa menangkap pesan satupun, akhirnya aku kembali ke rumah End. Dah janji nanti malem mau ngetik proposal sambil nemenin Aris n Lia nonton AAC

Ngetik proposal… tik-tik-tik!
Sehabis meludeskan martabak yang tinggal sisa-sisanya aja, aku mulai ngetik proposal. Tadinya mau nonton AAC dulu, tapi ternyata ada error di cd. Mangkanya jangan beli yang bajakan….. (ih sapa nyang beli…orang Cuma dapet minjem….).

Proposal ini adalah ungkapan atas rencana dan angan-angan yang telah kami obrolkan. Ini tentang pnjagaan, pemeliharaan dan penglolaan rumah dan pekarangan kami. Tempat kami dilahirkan, dibesarkan, dan juga tempat kami ingin menjalani hari tua kami. Secara garis besar kami telah sepakat untuk memberdayakan asset kami tersebut. Bentuk pemberdayaan itu berupa sebuah usaha dan kegiatan yang bersifat social dan ekonomi sekaligus…aku terus berfikir dan mengetik, melotot di depan computer sampai jam 00.30 dini hari, tapi proposal gak juga kelar. Padahal rencananya pingin beres seadanya biar segera bisa diprint dan besok saya ajukan ke mbak Tri. Tapi apa mau dikata……

Siap-siap balik Bogor dei…
Pagi-pagi banget aku janji ke mbak Tri nganter cetakan kue, ambil opor ayam, dan kemudian naik ke kampong Merapi mau beli oleh2 di pasar kecamatan dan ngopi file foto saat jalan2 kemarin. Tapi tentu saja makan dulu….kan End pagi2 sekali dah masak….dan aku juga harus benah-benah barang bawaan untuk ke Bogor sore nanti. Harus cepat, soalnya mbak Tri dah telepon tuh….

Beberapa saat kemudian……Sampailah di rumah mbak Tri. Opor dah tersedia. Cetakan kue langsung di uji coba. Nyuruh Anis ngesetkan layanan intrnet ke hp second baru beli, dan sarapan (lagi). Ada telepon dari Puji, Lek suwini, tetangga depan rumah meninggal. Saya harus buru-buru naik…. Dan kita pun mluncur naik, tapi mampir dulu nitip opor biar dibawa End n Family, soalnya kalo pake motor kuahnya itu lho, belepotan. Kita bisa nitip opor ke mobil nd, tapi sebagai gantinya, kita harus ngangkut Farhan, percil ciliknya End. Capek deh….
Berboncengan bertiga, kita masih mampir fotokopi dulu di Blabak.

Jam 9-an kali, sampailah ke rumah Merapi lagi. Kami segera melayat. Berbela sungkawa. Bertemu tetangga-tetangga dengan berbagai karakteristiknya. Hanya selintas saja, tapi tetap ada kesan yang tertangkap. Ada keluguan, kebaikan, dan kepedulian, walaupun ada juga sikap yang mangalirkan energi negative dari manusia kerdil. Ah itu mah biasa….jangan terlalu dipikir, ngeceh-ceh pikiran aja!
Sekarang ke pasar aja deh, cari kue tradisional. Bertiga brsama Kinay, kita mluncur ke Pasar Talun, di tepi kali Senowo. Olalah…di situ to! Beli sayuran n makanan kecil. Cuma sedikit sih…. Habis itu pulang.

Sampai rumah, End n family segera datang. Kita makan opor deh. Beres-beres barang bawaan, ngopi file, mBlue tooth gambar, keliling seputaran rumah sebentar, ganti air akuarium, dan waktu sgera menjadi siang. Hujan lagi. Setelah ngumpulin oleh-oleh dari mbak Gin, saya pun berpamitan untuk melanjutkan kembali kehidupan di mBogor.

Kami meluncur mengambil barang bawaan di Mbak Tri yang dah nyiapin segalanya termasuk nasi untuk bekal dan (ih malu)…uang! Jzkh Mbak say, dan aku segera menuju terminal. Bis yang sedianya berangkat jam 4 ternyata baru datang jam 6 lebih dikit. Jadi berangkatnya mundur, dan baru jam 9.30-an saya sampai kembali di my lovely kost di Bogor.

Mulai kerja lagi. Tetap semangat ya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s