Puisi JaDul

Bongkar2 file….eh ketemu sama beberapa puisi yang sempat kutulis waktu masa mudaku dulu…saat baru lulus S1.   Padahal kukira dah ilang sama yang lain2nya…

1. Nyanyian usang
2. Sendiri
3. Hymne pengangguran
4. Nyanyian anak jaman

Puisi 1:
Hymne pengangguran

Mencoba memahami hidup,
melihat diri berputar pada sebuah lingkaran

Mencoba menghayati hidup,
menemukan diri terkapar
menjadi tumbal peradaban

Mencoba memaknai hidup,
kegamangan meniti jalan panjang

Mencoba untuk hidup,
tak punya pekerjaan

Lebih baik mati saja,
sebuah kepengecutan
Sulit sungguh menjadi pengangguran:
sekarat

Puisi 2:
Nyanyian anak jaman

………..anak-anak nyanyikan nyanyiannya sendiri;
kakek nenek ibu ayah, jangan susah-susah beri petuah
beri kami pisang mentah
biar kami rebus sendiri
dengan keringat dan darah kami
kami bakar
dengan cinta dan nafas kami

dengan balutan duka cita jiwa
di atas pinggan kecil hati kami,
kelak kan kami persembahkan :
surgamu

Puisi3:
Sendiri

Sendiri,
Di panggung ini biarlah kupentaskan tarianku sendiri
Entah dengan musik entah.
Dengan penonton entah
Entah sebuah tarian entah

Biarlah kupentaskan sendiri
Tanpa untuk siapa tanpa karena siapa
Karena semua siapa telah lenyap
tanpa kemana
ataupun di mana

Biarlah kupentaskan sendiri tarianku sendiri
Aku hanya butuh menggila untuk menjadi fana

Biar lupa sudah, biar tak hirau lagi
Sumpah serapah para pendakwah
rayuan pelacur jalanan,
pelacur rumahan
pelacur peradaban
pelacur kehidupan

biarlah kupentaskan sendiri
tarian entah musik entah
langkah kaki lingkar persagi
lurus melingkar bulat menyudut
sirna sudah segenap arah,
sekeliling atas bawah
biarlah biar,
tiada bentuk tiada cair tiada uap
tiada rasa tiada rupa
hingga semua tiada
selain ‘yang Ada’

Puisi 4:

Nyanyian usang

Kau janjikan hari ini, pagi-pagi benar kita berangkat
Agar masih kita jumpai pendar sinar mentari dalam perangkap kristal embun pagi
Di rerumputan itu.
Untuk kita mengasihi

Kau janjikan hari ini pagi-pagi benar kita berangkat
Kendarai sungai dalam gairah mencari tetek ibunya
di ujung dunia sana
Untuk kita berdansa dan bercinta

Aku nantikan dirimu hari ini pagi-pagi benar, bersama embun bersama sungai dan rerumputan
Mandikanku basah cinta dan rindu
yang sekejap menguap oleh matahari naik menantang kau datang dengan dongeng klasik nina bobo
tentang pangeran mencari sampan tentang istana negeri impian tentang nyanyi-nyanyi usang
tentang segalanya untuk kuasamu atas hasratku
sia-sia sudah!!!

Nyalimu tak sebesar hasratmu
Jiwaku meranggas sudah

Puisi jadul, tahun 2000-an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s