Mengapa sesuatu nampak hebat

Mengapa sesuatu nampak begitu hebat?

Sering kita menemukan sesuatu yang kita pandang bagus, kita katakan itu bagus, hebat, bahkan luar biasa. Itu reaksi spontan kita karena kita begitu exited. Tapi ternyata setelah kita telusur sebenarnya apa yang kita segani tersebut, objek pandang kita itu hanyalah sesuatu yang biasa dan sederhana.

Menurut saya mungkin  ada beberapa hal yang menyebabkan sesuatu tampak bagus di mata kita.

  1. Karena materi yang menjadi objek pandang kita
  2. Karena keterwakilan
  3. Karena cara pandang kita
  4. Karena belas kasihan dan perasaan gak enak   …..

Yuk kita lihat di halaman berikut….Klik aja di sini………..

Menurut saya mungkin  ada beberapa hal yang menyebabkan sesuatu tampak bagus di mata kita.

 

  1. Karena materi yang menjadi objek pandang kita
  2. Karena keterwakilan
  3. Karena cara pandang kita
  4. Karena belas kasihan dan perasaan gak enak   …..

 1.      Mungkin material objek pandang kita memang bagus.

Konon sesuatu yang bagus bisa jadi karena dari sononya (takdirnya) memang bagus. Seperti emas, ia sudah ada di bumi, dan orang tinggal menggalinya. Demikian juga sebuah karya, apapun. Lukisan, ukiran, tulisan. Konon ketika Stephen King membuat cerita ia  hanya memulai menulis dan membiarkan cerita itu bergulir dan membentuk strukturnya sendiri. Konon sebuah ukiran yang indah adalah berasal dari kayu yang memang ditakdirkan dengan keindahannya, dan si tukang ukir hanya membantu mengungkapkannya, mempertegas yang berlekuk, membuang yang kurang bermakna.Ya. Walaupun isi kepala manusia berbeda-beda tetap saja masih ada sesuatu apapun itu yang bersifat universal, yang mempunyai nilai yang sama dilihat dari sudut pandang manapun. 

2. Karena keterwakilan.

Sering kita menemukan sesuatu yang kita pandang bagus, kita katakan itu hebat, atau luar biasa. Itu reaksi spontan kita karena kita begitu exited. Tapi ternyata setelah kita telusur sebenarnya apa yang kita segani tersebut, objek pandang kita itu hanyalah sesuatu yang biasa dan sederhana. Dan dalam hati kita bergumam; ….iya sih, sebenarnya gue juga dah tahu…, Oh iya sebenarnya gue juga punya …..bla-bla-bla.Apa yang mnjadikan kita menyukai sesuatu dikarenakan prasaan nyaman saat melihat (membacanya), merasa klop dengan ide2 nya. Seorang yang mandiri, moderat dan pekerja keras akan cenderung lebih menyukai Agnes Monica daripada Leony, sebaliknya seorang yang sederhana, tulus dan penuh kasih akan lebih menyukai Leony. (Orang yang sedang jomblo akan lebih menyukai Agnes…Mo’nikah, hehe)Sesuatu bisa menginspirasi seseorang sebenarnya karena sesuatu telah ada dalam diri seseorang tersebut. Ia hanya membuka tutup botolnya, sementara isinya sudah ada. 

3. Lebih mungkin karena cara pandang yang bagus.

Cara pandang yang positif membawa ssorang untuk melihat hal2 positip dari objek pandangnya, dan meng-ignore sisi negatifnya.

Ada sebuah cerita:

Suatu hari Mullah Nasrudin pernah ditanya oleh orang2 disekitarnya, perihal buah-buahan yang dijanjikan tersedia di surga, yang selalu diucapkannya.

“Hai Mullah, coba tunjukkan pada kami, seperti apakah buah apel surga yang kau bangga-banggakan itu?”

“Seperti ini!” Nasrudin mengacungkan sebuah apel.

“Hah? Seperti itu? Itu sih apel biasa. Keriput, gak ada bagus2nya!” orang2 tertawa mengejek memandangi apel yang ditunjukkan Nasrudin.

Dan Nasrudin menjawab santai;”Yah, apel surga memang bagus, halus sempurna. Tapi untuk orang2 seperti kalian hanya apel seperti inilah yang mungkin bisa kalian temui!”

Demikianlah cara pandang.

Ketika kita memakai kaca mata reiben semua akan terlihat gelap

Ketika kaca mata kita kotor, semua tampak buramTapi kalo kacamata kita udah di lap, kita akan dapat menangkap warna-warni yang disajikan alam.Seringkali sesuatu tampak buruk, hanya karena cara pandang kita yang kurang baik.

Seringkali kita mencari tahu sesuatu hanya untuk menguatkan opini kita.

Seringkali kita berprasangka buruk, hanya karena kita sedang ketakutan.Seringkali kita lebih mudah melihat aib orang lain daripada mengakui kelebihannya.  

4. Tapi sangat mungkin karena rasa kasihan dan rasa tidak enak

Tampaknya lucu, tapi kalau mau jujur, hal seperti ini sering terjadi.

Kita jarang mau mempertanyakan apalagi memperdebatkan sesuatu hal yang menyangkut ‘kebaikan’ atau suatu nilai2 luhur tertentu. Walaupun di hati kita tidak sependapat. Kita akan cenderung meng-iya-kan saja, yah minimal kita akan diam saja. Kenapa? Karena memperdebatkan kebaikan spertinya tabu di masyarakat.Misalnya saat kita brselisih paham dengan orang lain, kita berdebat, dan kemudian dia menggunakan kata2 luhur kita cenderung akan diam, walaupun kita merasa benar, tapi rasanya tidak etis berdebat dengan orang yang ‘sholeh’.

Misalnya ketika kita sedang memperdebatkan tragedy banjir diberbagai tempat, kita berdebat mana yang lebih dominant: karena kondisi tanah yang semakin rapuh, karena daerah resapan yang semakin sempit? Kita sudah mengukur berbagai parameter dan menyusun argumentasi. Kemudian dalam perbincangan yang sedang seru2nya teman kita berujar; “…semua itu sudah kehendak Allah”  Dan wassalam, perbincangan terhenti. Tidak etis rasanya kalau terus memperbincangkan sesuatu yang sudah diakhiri dengan kata2 mulia, walaupun kita tahu bahwa segala fenomena tak pernah luput dari penglihatan Tuhan.

Contoh lain misalnya; kita lebih merasa biasa aja ketika tidak membeli dagangan seorang tua yang susah payah mengedarkan dagangan untuk mendapatkan sedikit keuntungan, tapi kita merasa sangat tidak enak kalo tidak ngasih sumbangan untuk konsumsi pengajian di masjid. 

Juga kita akan cenderung menerima ketika teman kita terlambat mengikuti rapat yang sudah dijadwalkan karena sedang sholat dhuha, atau kalau teman kita bermalas2an tiduran di kantor karena dia sedang puasa.

Kita bersikap toleran pada orang yang suka bolos kerja asal dia rajin dan pinter ngaji…..Kita sering merasa nyaman2 aja menjadi anti social, tapi kita meradang kalo dianggap tidak beragama.    

Ah, sepertinya saya terlalu banyak menggurui. 

Saya jadi gak enak……maafin gue ya….

Yuk ah, kita ngerumpi lagi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s