Menapak 2008, memulai dengan khayalan….dan harapan

mwar putih

Met tahun baru, met hari baru met ber-baru2 ya…Ada bagusnya kita awali dengan renungan, dengan hayalan,  dan dengan do’a tentu saja. oga hari ke depan lebih bahagia dan lebih bermakna.

Amin.

Kita awali dengan pikiran baru. Tentang mimpi. tentang takdir. Tentang cinta dan hidup. Tentang banyak hal yang bisa kita ampirkan di hari baru yang hanya sekejap ini.

Inilah tulisan pertamaku di blogku ini…..

Buat apa merayakan tahun baru sih? Gak perlu lagi!

Bagi sebagian kita tahun baru mungkin gak ada maknanya. Gak perlulah ngerayain tahun baru gitu, toh gak beda sama hari2 biasa kita. Matahari masih terbit dari timur, presiden kita masih SBY, kambing masih berkaki empat, dan tempe mendoan masih slalu menggoda. Yah masih seperti itu2 juga. Tapi benarkah serutin itu dunia brputar? Ato se-ringan itu kah kita bisa memaknai setiap hitungan waktu yang kita lalui?

Padahal konon ….waktu adalah satu2nya kekayaan yang paling brharga; karena ia tak kan bisa balik lagi ketika sudah berlalu….nah lho!

Walopun gak semua orang menganggap tahun baru sebagai hal yang istimewa, walaupun banyak orang yang gak mengakui system kalender Syamsiyah (Sonar system) dan lebih sreg dengan system Qomariyah (Lunar System), walopun banyak orang sadar bahwa setiap detik adalah waktu yang berbeda, tapi saya pikir gak salah lah kalo kita melakukan perenungan sejenak di hari baru kita ini, sambil makan tahu isi. Yah dari pada nglamun yang gak2 bisa kerasukan jin lho!

Ketika menapaki setiap pergantian tahun kita selalu diingatkan tentang banyak hal. Tantang hal2 yang sudah berlalu, yang sudah kita dapatkan dan yang belum kita dapatkan. Sesuatu yang belum kita dapatkan menyisakan keinginan di hati kita.

So…yuk kita ngobrol2 dikit ttg keinginan kita niy.

Tentang Keinginan

Tentang Legenda Pribadi

Tentang Takdir

Tentang meraih Mimpi

TENTANG KEINGINAN

Selalu ada keinginan tersisa dalam jiwa manusia yang masih bernafas dan masih…waras.  Menurut Mario Teguh konon manusia hanya punya tiga keinginan:

         Keinginan untuk memiliki (apapun itu)

         Keinginan untuk menjadi  (apapun itu)

         Keinginan untuk bisa berbuat (apapun itu)

Bisa jadi kita sudah memiliki semua yang kita inginkan (uang,  rumah, mobil, keluarga bahagia), tapi mungkin kita belum bisa menjadi apa yang kita inginkan.

Bisa jadi kita sudah bisa menjadi yang kita inginkan (punya jabatan, jadi sosok yang disgani di masyarakat, jadi pegawai teladan, punya gelar akademik seabrek,, tapi kita belum bisa berbuat apapun yang berarti bagi masyarakat.

 Ini sejalan juga dengan teori kebutuhannya Maslow. Bahwa kebutuhan manusia mempunyai berbagai tingkatan. . ..kalo gak salah kurang lebih begini: Pada tingkat terndah manusia pemenuhan untuk kebutuhan biologisnya: makan, baju, dan ehm; sex. Pada tingkat berikut ia butuh kenyamanan: diwujudkan dalam bntuk rumah sebagai tempat berlindung dan komunitas/ kelompok social yang membuatnya merasa diterima. Pada tingkat berikut ia butuh wahana untuk pembuktian existensinya. Ia ingin diakui. Ia bekerja, berkarya dan melakukan penaklukan2. Dan tingkat terakhir adalah berseni: Ia ingin hidupnya menjadi indah: bermanfaat bagi semesta dan berbagi kasih sayang.Yang saya kurang sependapat sama Maslow (…ih emang gue siapa?; sok amat sih!) adalah karena menurut dia kebutuhan itu terjadi scara bertingkat dan berjalan secara sistematis gitu. Artinya kebutuhan tingkat ke-dua muncul ketika kebutuhan pertama terpenuhi. Tapi kalo gitu apa bukan berarti orang bijak hanya dimonopoli oleh orang yang mapan saja? Bukankah kebijakan lebih sering kita temukan di lahan2 marginal? (Ah ini mah gerundelannya orang2 marginal aje!) Tapi semua sepakat bahwa kita semua masih menyimpan berjuta keinginan kan? Pasti dong…dan setiap keinginan perlu pemenuhannya. Karena konon Tuhan yang Maha Baik tidak pernah menitikan keinginan dalam jiwa hambaNya tanpa disertai potensi untuk mewujudkannya. Dan setiap manusia dianugerahi sebuah keinginan besar yang membawanya pada tugas mulianya di dunia. Ini yang oleh Paulo Coelho (The Alchemist, sebuah novel) disebut sebagai ‘legenda pribadi’.  

TENTANG LEGENDA PRIBADI

Ya, mungkin smacam panggilan jiwa gitu lah. Sebuah peran besar yang menuntun manusia menyempurnakan perannya sebagai tangan Tuhan untuk memakmurkan bumi. Sebuah peran yang kita akan bahagia menjalaninya, karena treasure lies where your heart belong.

Mungkin jadi dosen kaya Nery, Tetri, Tia, n Je. Mungkin jadi pengusaha kayak …yah pngusaha sukses lah! Mungkin jadi fotografer kaya Ray. Ato mungkin jadi tukang cendol, ato jadi IO, ato jadi tukang sabit rumput…ato jadi apapun lah. Karena toh dunia membutuhkan semua peran itu.

Seperti sebuah taman yang indah tidak hanya membutuhkan pohon perindang, kolam dengan ikan hias beraneka warna dan bunga2 indah,….tapi juga butuh rumput dan kerikil yang rela diijnak di jalan setapak.

Rumput tidak perlu memaksakan diri tuk jadi mawar dan pohon perindang tidak perlu meremehkan rumput. Karena semua sama, dan masing2 bahagia menjalankan fungsinya. Dan dengan kesungguhan dan pada perannya inilah yang menciptakan kehidupan yang indah. Seperti dapat kita baca dari James Redfield (Manuscrip Celestine, sebuah novel) yang menggambarkan dengan mempesona bagaimana manusia harus menjalani hidupnya sebagai bentuk evolusi ruhaniah dari perjalanan spiritual para nenek moyangnya. Yang disayangkan adalah ketika seseorang tidak cukup berani menjalani panggilan jiwanya. Atau memaksakan diri pada hal2 yang tidak dicintainya. Seperti misalnya saya memaksakan diri jadi dosen padahal otak gak nyampe. Atau misalnya ada diantara kita yang punya kemampuan lebih, punya keahlian yang berguna bagi masyarakat, tapi enggan berkarya karena terlanjur nyaman dengan kedudukannya. (Yah….memang berat untuk melangkah, apalagi tuk beranjak dari sebuah kemapanan….tapi kan manusia adalah musafir dalam hidupnya. Ia ditakdirkan untuk selalu bergerak. Kalau kita statis, maka alamlah yang akan menggerakkan kita. Dan itu seringkali menyakitkan. Jadi kayaknya Tuhan yang maha kuasa punya cara yang unik agar manusia selalu berharap pada-Nya. Jadi let’s get up. JK Rowling si penulis Hary Potter pernah bilang:Sopo sejatine siro kuwi ora disawang soko bondo sing kok lumpuk2ake, nanging biso disawang soko tindak-tandukmu lan opo sing siro tindakake…. 

TENTANG TAKDIR

Saya gak tahu apa itu takdir. Banyak yang sulit dimengerti oleh pikiran. Tidak selalu manusia itu punya kehendak bebas (free will, self destination) seperti paham Qadariyah. Tapi manusia juga bukan makhluk tanpa daya seperti wayang yang digerakkan oleh sang dalang seperti pahamnya orang2 Jabariyyah (fatalisme). Mungkin banyak hal yang tidak perlu diperdebatkan. Cukup kita nikmati dalam hati. Ah kayaknya Tuhan yang maha Indah punya cara yang misterius untuk membuat manusia terpesona pada-Nya. Tapi saya masih inget sebuah kalimat bijak ini:”Bangunkanlah pribadimu demikian hebat dan jayanya, sehingga ketika suatu saat Tuhan hendak menentukan takdirnya atasmu, sudilah Ia berdiskusi denganmu”Kemudia dalam salah satu bukunya Robert T Kiyosaki ada tulisan keren yang sangat terkenal itu…: tanamlah ide, tuailah gagasan, tanamlah gagasan tuailah perbuatan, tanamlah perbuatan tuailah kebiasaan. Dan tanamlah kebiasaan tuailah takdirmu…. Jadi kayaknya memang Tuhan yang maha Keren punya cara yang antik untuk memaksa manusia menjalani takdir dan titahNya. 

TENTANG MERAIH MIMPI

Kita tahu bahwa setiap detik adalah detik yang baru. Dan kita dikasih energi untuk meraih mimpi2 kita.Mari kita niatkan untuk mewujudkannya.Bagi temen2 di seputar Jabotabek mungkin sempat mengasah semangat pada motivator Mario Teguh yang suka tayang kamis dan sabtu malam di O’Chanel. Dia kasih tip2 jitu bagaimana supaya kita tidak hanya tenggelam dalam rencana2 tanpa upaya. Yaitu dengan aksi, dengan pembiasaan. Konon Siapa kita dibentuk oleh hal2 kecil yang rutin kita lakukan. Sayangnya kita lebih terbiasa melakukan hal2 yang kurang bermanfaat daripada kegiatan2 yang bisa mendekatkan kita pada mimpi kita (duh kena deh gw…..). yang suka buang2 waktu main game. Yang suka nunda2 kerjaan. Yang ….  

Akhir kata; Yukl kita saling mendukung, saling mendoakan dan sama-sama berdoa semoga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, bagi semesta.  Salam.

 

 

1 Comment

  1. Ping balik: Aries itu . . . | ...hidup penuh warna…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s