<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>...hidup penuh warna…</title>
	<atom:link href="http://nureldaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nureldaya.wordpress.com</link>
	<description>Nurul Hidayatun</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Mar 2009 09:17:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nureldaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4b6d6b913830026a0b8caa5bd60a7ea1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>...hidup penuh warna…</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Amazing Los Banos&#8230;.</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/20/amazing-los-banos/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/20/amazing-los-banos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 09:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Episode Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal saya sudah bertekad untuk bersuka ria dan menikmati hidup ini dengan seutuh-utuhnya. Dan hasratku terkabul. Aku mendapati sebuah gelanngang pesta yang begitu mengasyikkan dengan segenap suka-dukanya. Aku sangat menikmatinya.
 
Amazing place&#8230;.
Amazing Friens&#8230;
Exciting moments&#8230;



Amazing place&#8230;..
Los Banos khususnya komplek IRRI bukanlah tempat yang special untuk dinikmati. Sebuah komplek bangunan di tengah persawahan padi yang panas. Bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=326&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejak awal saya sudah bertekad untuk bersuka ria dan menikmati hidup ini dengan seutuh-utuhnya. Dan hasratku terkabul. Aku mendapati sebuah gelanngang pesta yang begitu mengasyikkan dengan segenap suka-dukanya. Aku sangat menikmatinya.</p>
<blockquote><p> </p>
<p><span style="color:#0000ff;">Amazing place&#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#800080;">Amazing Friens&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Exciting moments&#8230;</span></p></blockquote>
<p><span id="more-326"></span></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<h2><span style="color:#ffff00;"><em><span style="color:#ff9900;">Amazing place&#8230;..</span></em></span></h2>
<p>Los Banos khususnya komplek IRRI bukanlah tempat yang special untuk dinikmati. Sebuah komplek bangunan di tengah persawahan padi yang panas. Bagi beberapa orang mungkin cenderung membosankan, jauh dari mengesankan. Tapi tidak bagiku. Komplek  IRRI bagiku sangat mempesona. Bukan hanya karena tatanan kompleknya yang lengkap dengan berbagai fasilitas, akan tetapi juga karena di sini saya bisa melihat hamparan bumi yang begitu bulat.</p>
<p>Komplek IRRI dengan kelengkapan fasilitasnya kadang menggoda saya untuk menulis sebuah cerita detektif. Saya teringat cerita-cerita detektifnya Agatha Cristie dan beberapa kisah detektif berlatar setting asrama. Selain gedung-gedung penelitian yang terdiri atas laboratorium-laboratorium, ruang penyimpanan material genetik yang bersuhu extra dingin, rumah-rumah kaca dan rumah kawat, di sini juga ada berbagai fasilitas yang cukup lengkap untuk keperluan sehari-hari. Ada kafetaria yang buka dari pagi hingga malam hari, cybercafe, gym, berbagai lapangan olahraga (untuk basket, sepakbola, badminton, gym/kebugaran, tenis, pingpong dan bilyard). Juga ada TK international. Dan lain-lain. Ini sebuah setting yang sangat sempurna untuk membuat sebuah cerita. Pasti akan sangat seru dan asyik. SAyang saya gak punya cukup waktu mensurvey setiap pojok tempat di komplek ini. DAn juga (seperti biasa) ini hanya akan menjadi niat tanpa aktivitas saja.</p>
<p>YAng saya nikmati sehari-hari dari IRRI adalah kesempatan melihat bentangan alam secara lebih utuh. Ladang luas membentang membuat saya bebas menikmati sunrise hingga sunset hampir tanpa halangan.  PAgi hari saya bisa menemukan pancaran sinar matahari yang malu-malu mengintip di pagi hari dalam selimut merah nila. Siang hari saya bisa menikmati awan gemawan bergumul bergerombol bak gulungan ombak kapas bersama matahari yang menyala garang di siang hari. Dan sore hari bisa kusaksikan alam yang sebarkan selimut jingga ketika matahari hendak pamit tenggelam. Saat hari hujan sering kulihat pelangi yang begitu utuh. Kadang bukan hanya sebuah lengkung setengah lingkaran, tetapi dua buah.</p>
<p>Saya sangat menikmati warna-warni sunrise maupun sunset. Setiap hari selalu berubah-ubah, berbeda-beda, tetapi selalu indah. Dan setiap saat melihatnya, saya selalu tercekat oleh pesonanya dan terpekik: Wow&#8230;indah banget&#8230;..</p>
<p>Perbukitan dan Gunung yang melingkupi komplek IRRI yang begitu hijau juga merupakan pesona tersendiri. Saat sinar pagi menyapa dan menembus warna biru yang berkabut mencipta sebuah garis indah. Apalagi menjelang sore hari, saat sinar menyapa punggung-punggung bukit itu, dan mencipta sebuah warna hijau menyala dan berpendar indah. Atau saat sore hari ketika matahari bersembunyi di balik bukit menjelang pamit, dan mencipta sebuah suasana syahdu. Perbukitan dan gunung itu menjadi tampak begitu rupawan. Hm&#8230;mengagumkan!.</p>
<p>Belum lagi kalau malam hari. Kebijakan IRRI yang tidak  memasang banyak lampu di luar gedung membuat saya lebih nyaman menikmati alam semesta saat malam hari. Kerlip bintang dalam gugusan, planet, dan rembulan. Indah sekali. Ada beberapa tulisanku tentang kekagumanku pada rembulan dan malam hari di sini.</p>
<h2><span style="color:#ff9900;"><em>Amazing friends&#8230;.</em></span></h2>
<p> </p>
<p> Sejak pertama datang saya sudah merasai keramahan suasananya. WAlau awalnya saya tak punya seorangpun kenalan dan berkutat sepi sendiri di kamar, namun kemudian pelan-pelan kutemui sosok-sosok ramah, sosok manis, sosok baik &#8230;(bukan sok-sok ramah, sok-sok manis dan sok-sok baik lho!, apalagi sok ramah, baik dan manis, bukan banget!).</p>
<p>Diantara temen-temen ada yang sekedar kenal dan sedikit say hello, tapi ada juga yang cukup dekat dan sering bersama. Ada yang dekat dimata dekat dihati dan ada yang dekat dihati dekat di mata&#8230;(gak beda deh!). Oke, berikut yang aku list adalah temen-temen yang dekat dalam artian kita lumayan dekat lah&#8230;.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">1<strong>. Temen dorm</strong>: </span><span style="color:#ff00ff;">Chan</span> adalah temen pertamaku. Walau kamar kita berjauhan tapi kita selalu makan malam bareng. Saat ada Chan aku lebih sering makan di kamar daripada di kafetaria. Bersama Chan saya ikutan trip ke Manila. Saya sering pinjem kamera Chan buat berfoto-foto dan bernarsis ria. Chan yang membawaku kenal dengan <span style="color:#339966;">Vilacith</span> dan <span style="color:#ffcc00;">Nai</span>. Setelah Chan pergi datanglah <span style="color:#00ccff;">Ceki </span>dari Bhutan. Karena Cheki cuma tinggal sebentar jadi kita cuma punya sekali jalan bareng saat trip ke Manila. Cheki pergi datanglah <span style="color:#ffff00;">Aureline</span>, <span style="color:#ff00ff;">Sarah</span> dan <span style="color:#00ff00;">Atefeh</span>. Ketiga cewek ini bukan hanya temen dorm tapi juga temen pesta dan trip. Saat ketiga temen itu pergi saya merasa sangat kesepian. Memang masih ada temen lain juga sih yang cukup deket seperti Moon (Vietnam) <span style="color:#00ffff;">Jing</span> (China), <span style="color:#ffcc99;">Shon</span> (Korea) dan <span style="color:#800080;">Reena</span> (India). Tapi tetap gak sedekat dengan tiga temen sebelumnya. &#8230;.Ada juga temen2 dorm yang lain, tapi tidak cukup dekat.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Temen trip n party:</span></strong></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Dee   </span>    : Cewek manis; aku suka rambutnya. Dialah yang pertama kali mengajakku ikutan trip, dan setelah itu membawaku pada temen2 yang lain. Paling asyik ngobrol tentang cinta sama dia; hahahihi&#8230;.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Marry</span> : Dia seorang guide yang baik dan ramah. Memandu kita dalam berbagai trip (saat ke Pila dan ke Laguna lake). Dia juga memperkenalkan aku pada teman-teman Destini.</p>
<p><span style="color:#ffff00;">Pogs</span>   : Cowok bergaya metro yang selalu rapi, juga seorang guide yang baik. Dia memandu kita  ke Pagsanjan, ke Dampalit, ke Paete dan ke Tagaytay.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Denis </span>: Cowok manis dari Peru yang suka ngabisin makanku kalo aku gak bisa lagi makan. Walo masih muda cowok single ini dah punya anak. Tapi tetep singel; nah lho, keren kan?</p>
<p><span style="color:#cc99ff;">Yohei </span>: Cowok cakep dari Jepang idolanya para remaja (yang gak remaja juga banyak yang suka). Mungkin karena gak banyak bincang menjadikannya semakin tampak cool&#8230;</p>
<p><span style="color:#993300;">Fuji </span>: Cowok Jepang lagi. Dia baik dan pinter masak dan enak&#8230;.dan suka ngasih pasalubong. Dan kalo main kartu gak pernah kalah (mungkin karena ia orang baik).</p>
<p><span style="color:#99cc00;">Aureline</span> : Cewek muda belia dari France. Walaupun cuma 3 bulan bersamanya tapi kita deket. Dia ikut semua acara trip dan party selama keberadaannya di LB. Bahkan kita pernah trip cuma berdua putar-putar Baclaran sampai Makati. Saya juga mengajak Aureline  berteman dengan Destini.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Atefeh</span> : Cewek cantik dari Iran. Cewek Iran emang cantik-cantik kok&#8230;! Dia pinter statistik (gue benci statistik). Dia kadang lucu tapi asyik juga&#8230;.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Sarah</span> : Yahudi dari Canada. Dialah Jewis pertama yang kutemui di dunia ini. Dan sebagai seorang Yahudi dia smart. Bayangkan, diusianya yang 29 dia sudah berkibar gitu&#8230;. Dia asyik buat ngobrol tentang banyak hal; dari masalah cinta, film maupun agama. Keren dah! DAn selama kebersamaan kami (yang hanya 3 minggu) kita trip ke Pila, ke Dampalit n Paete, ke Laguna Lake dan ke Tagaytay.</p>
<p><span style="color:#33cccc;">Finbar:</span> dia staff dari Ireland. Baik dan ramah. KAlo kita pulang party kemaleman dia mau ngantar. Dia rajin menawarkan berbagai kebaikan, tapi lupa menepati. Tapi dia teteup orang baik, karena dia ngadain dua kali farewel dinner buatku. Thanks dude!</p>
<p><span style="color:#800080;">John </span>: Dari Ghana, Afrika. Hm, kadang2 dia baik juga.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Nobuko</span> : Cewek dari Jepang; cantik dan baik pula. Dia temen trip kalo shopping ke Manila, dia ngundang aku ke pestanya, dia teman kencanku di hari valentine.  bahkan dia berencana bikin party buatku. sayang, saat-saat terakhirku ini begitu sangat sibuknya hingga tak ada waktu.</p>
<p><span style="color:#339966;"> Reza </span>: Penari dari Iran. Dia asyik banget narinya. Dan memang music midle east juga kan asyik punya. Seorang syiah yang gak taat; kalo lagi trip dia gak sholat dan tetep minum alkohol saat party. Kali sholatnya pake nari kali ya&#8230;..btw dia tetep baik karena ngasih aku musik middle eastnya.</p>
<p> Sapa lagi ya&#8230;?</p>
<p>Ada <span style="color:#339966;">Tianyi</span>, <span style="color:#993300;">Nelzo</span>, <span style="color:#ff0000;">Cathrina</span>, <span style="color:#ffff00;">Vivay</span>, <span style="color:#3366ff;">Sheila</span>, Ecoy, Ejay. Dan teman2nya&#8230;.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Temen Destini:</span></strong></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Val</span> si calon pastur, <span style="color:#ff9900;">Jabe </span>yang menemukan hidup barunya, <span style="color:#ff0000;">RJ </span>yang kalo nyanyi begitu syahdu dan menghayati, <span style="color:#00ff00;">Roger </span>yang lucu dan pacarnya <span style="color:#ff0000;">Ana </span>yang lembut, <span style="color:#00ffff;">Jeni </span>yang ramah, <span style="color:#ff6600;">Ivet</span> yang baik, <span style="color:#ffff00;">Matt </span>yang ngasih popcorn, <span style="color:#ff9900;">Denis</span> yang baik budi dan dermawan, <span style="color:#00ff00;">Ana</span> yang baik, <span style="color:#00ffff;">Mini</span> yang punya komunitas lukis, <span style="color:#3366ff;">Denis-2  </span>yang dosen teater, dan lain-lain yang gue lupa namanya.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Temen kursus</span></strong></p>
<p>Dalam dua kali kursus Inggris gua punya beberapa kenelan yang cukup deket.</p>
<p>Ada <span style="color:#ffff00;">Svea </span>dari jerman yang baik hati, <span style="color:#ff0000;">Laura</span> dari Spanyol (?) yang juga baik, <span style="color:#008000;">Nobuko</span> yang kemudian kita jadi lebih akrab, dan temen-temen lain yang juga baik tapi gue dah lupa. Di kursus kedua ada Indie yang ramah, juga temen-temen Asian <span style="color:#008000;">Yam</span>, <span style="color:#ff0000;">Ming,</span> <span style="color:#ff0000;">Zhang</span>, Rang, <span style="color:#008000;">Moon</span>, dan <span style="color:#800080;">Rang</span>. Kayaknya cuma itu yang masih cukup akrab hingga diluar kursus.</p>
<p>Di kursus statistik ada Nelzo, Nonoy, Harold dan Aris. Dan temen-temen lain yang semakin terhapus karena gak pernah ketemu lagi.</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Temen Indonesia</span></strong></p>
<p>Sebagai orang baik saya juga senantiasa menjalin pertemanan, persatuan dan kesatuan dengan sesama warga negara Indonesia tercinta.</p>
<p>Ada <span style="color:#99cc00;">pak Panji </span>yang selalu siap sedia membantu setiap temen-teman butuh bantuan, <span style="color:#00ffff;">Pak Ruli </span>yang ngasih gue kuas, <span style="color:#ff00ff;">Bu Waty </span>yang suka sekali menjamu teman dan masakannya sangat uenak, <span style="color:#ffff00;">Bu Panji</span>, bu dokter yang lembut, <span style="color:#ff00ff;">Pak Yayan</span> yang mendampingiku di malam budaya,<span style="color:#00ff00;"> Edo</span> yang gue gak tahu apakah dia laki ato bencong, ups sorry, <span style="color:#00ff00;">Deswita</span> yang lembut, <span style="color:#ffff00;">Santi Batan</span> yang kalem, <span style="color:#ccffff;">Bu Lat</span> yang rajin, Ina yang manis, <span style="color:#ffff00;">Siwi </span>yang rajin ke IRRI, <span style="color:#ccffff;">Etsa</span> yang pendiam, <span style="color:#00ff00;">Pak Martin </span>yang renyah seperti potato snack, <span style="color:#ffff00;">Pak BAms</span> yang ustadz, <span style="color:#ff00ff;">Pak Ketut</span> yang gak pernah menang kalo maen 1-2-3 pas, <span style="color:#008080;">Pak</span> dan <span style="color:#008080;">Bu Andriy</span> yang ramah, dan adik-adik mahasiswa pertukaran yang pada rajin2 masak (<span style="color:#ccffff;">Putut</span>, <span style="color:#ff00ff;">Farid</span>, Citra, <span style="color:#ffff00;">Amalia</span>, <span style="color:#008080;">Setyaningrum</span>, <span style="color:#ff00ff;">Pak Asto</span> dll).</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;"> Temen lab n kerja:</span></strong></p>
<p>Ada <span style="color:#800080;">Josie</span> yang baik, <span style="color:#800080;">Pam</span> yang baik dan manis, dan temen-teman lain yang juga baik-baik dan manis-manis. </p>
<h2><span style="color:#ff9900;"><em> 3. Amazing, exciting moments&#8230;</em></span></h2>
<p>Sebuah pesta kostum dalam hidupku. Ah, bukan, bukan pesta kostum. Karena kita tidak memakai topeng dan identitas palsu untuk menyamarkan diri. Mungkin lebih tepat disebut pesta buta. Eh tapi kok pesta buta sih, sepertinya konotasinya negatif. Ya sudah, sebut saja pesta, titik.</p>
<p>DAlam pesta ini saya bisa berperan, bergaya dan berpose  semau saya. Di sini tak ada identitas. Kita bersama dan bersuka ria, itu saja. TAk peduli siapa kamu, darimana, dan bagaimana masa lalumu; kita di sini semua sama.</p>
<p>Dengan langkah ringan kujejakkan kaki dan kutinggalkan luka-luka, dan kusambut panggung dunia yang baru.</p>
<p>Kutemui begitu banyak hal yang mengasyikkan. Setiap saat. Kutemui teman-teman baru yang asyik, acara-acara yang asyik dan hal-hal lain yang asyik.</p>
<p> Penelitian yang tanghible. Sebagian besar kegiatan penelitian yang aku ikuti di kantorku adalah penelitian konservasi. ini adalah sebuah kegiatan yang bagus juga. sementara di IRRI saya terlibat dalam penelitian untuk menghasilkan varietas padi yang tahan terhadap genangan, seperti banjir. Ini adalah sebuah target yang begitu nyata dan terukur. Walaupun saya enjoy bekerja di konservasi akan tetapi kesertaanku dalam projek ini merupakan kesempatan dan tanntangan tersendiri.</p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong><em>Jelajah wisata</em></strong></span></p>
<p>Selama keberadaanku di Los Banos, ada beberapa tempat yang sempat aku kunjungi.</p>
<p>1 <span style="color:#cc99ff;">Tagaytay-</span>1: Tempat yang kukunjungi dalam trip pertamaku adalah Tagaytay, <span style="color:#ffcc99;">Rizal monumen </span>dan Asia Mall. Saat itu aku ikut rombongan sebuah group training dari afrika.</p>
<p>2. <span style="color:#ffff00;">Pagsanjan</span> : ini adalah awal perkenalanku dengan group triperku. Kita berangkat ber-tujuh. Hanya half day trip, tapi setelah itu kita jadi sering ngadain even-even bersama. Such as another trip, party or just get together at coffeeshop.</p>
<p>3. <span style="color:#00ffff;">Pila:</span> ini sebuah trip dadakan. Malam itu aku baru kenal sama Sarah, dan di awal perkenalan kami kita pergi ke arena permainan bingo dan mutusin mau pergi trip keesokan harinya. mendadak banget, dan kita gak tahu apa-apa tentang Pila. Untunglah kita bisa membajak MAry untuk memandu kita. Kita pergi berlima aje.</p>
<p>4. <span style="color:#ff00ff;">Laguna lake</span>: aggota Pila triper ditambah Dee dan Atefeh. Jadi kita bertuju. Berlayar seputaran Laguna Lake dan mencobai menembak pake senjata betulan ugh, seru! Thanks MAry for being host.</p>
<p>5. <span style="color:#99cc00;">DAmpalit-Paete</span>: Kita berangkat berapa orang ya, lupa. Pergi ke DAmpalit, sebuah air terjun di pelosok desa, hanya kecil saja, kira-kira ya kayak cucunya air terjun Pagsanjan lah. Kemudian lanjut ke Paete, sebuah lokasi kerajinan ukir-ukiran.</p>
<p>6. <span style="color:#00ffff;">Tagaytay</span> (again): Dasar, namanya triper sejati. Dah pernah ke Tagaytay juga pergi lagi. Ugh, habis mereka juga maksa aku untuk ikutan sih&#8230;. Mereka tahu kali, sebuah trip tidakhal seru tanpa kehadiranku. Ceiiiiii&#8230;&#8230; Anywey dalam trip ini ketemu temen baru yaitu Finbar dan Katrina. Dan dalam trip ini kita juga pergi ke lokasi lain yaitu ke sebuah resto yang lokasinya cukup cantik di tepian Tagaytay lake dan ke groove (apa namanya ya&#8230;..lupa), dan juga ke sebuah tempat perbelanjaan.</p>
<p>7. <span style="color:#ff6600;">Baclaran</span>: Gue pergi berdua aja sama Aureline. Gile!</p>
<p>8. <span style="color:#ffcc99;">Intramuros</span>: dan Rizal Park. Sebuah lokasi yang bagus dengan bangunan-bangunan kuno. cantik. but gue gak pingin cerita tentang trip ini.</p>
<p>9. <span style="color:#00ffff;">Batangas</span>: gue pergi sama temen-temen Indonesia. Menikmati gebyar kembang api di awal tahun baru. Memperkenalkan game baru. Sebuah wisata bersama yang asyik&#8230;.</p>
<p>9. <span style="color:#ff0000;">Art center</span>: ikut perayaan ulang tahun Destini. Seru!</p>
<p>10. <span style="color:#99cc00;">Mudspring</span>: kencan berdua sama Nobuko di hari valentine day.</p>
<p>11. <span style="color:#ff0000;">Faltrocks</span>: Kali ke-dua menapaki lereng Makiling.</p>
<p>12. <span style="color:#00ccff;">Peak2</span>: Wow mendaki ke puncak Makiling. Gue ketua rombongan dan ini pertama kali aku mendaki gunung. Untung temen-temen tidak tahu, jadi mereka tetep pada semangat.</p>
<p>13 <span style="color:#ffcc00;">Shopping trip</span>. Hampir tiap bulan ke Manila.</p>
<p> </p>
<p><span style="color:#00ffff;"><strong><em>Pesta</em></strong></span></p>
<p><strong><em><span style="color:#00ffff;">New game</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color:#00ffff;">painting Exhibition</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color:#00ffff;">being organizer&#8230;</span></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Dah siap-siap dulu ah, lagi mo farewel party malam ini. </span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong>Understanding others&#8230;</p>
<p>Painting exhibition&#8230;</p>
<p> Being organizer&#8230;</p>
<p> </p>
<p>Knowing others&#8230;</p>
<p>  </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Pestaku yang hampir usai. Entah kapan, aku tak tahu. Yang kutahu adalah bahwa ini akan segera usai. Segera.  Usai.</p>
<p>Ada sebuah rasa; entah apa. Sedih? Tak tahulah. Karena kadang sedih dan bahagia adalah sebuah keputusan walau seringnya merupakan kenyataan yang harus kita terima dengan melapangkan dada.</p>
<p>hm pesta ini akan segera berakhir. Akankah berganti dengan pesta yang lain?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=326&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/20/amazing-los-banos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tagaytay (again&#8230;?)</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/04/tagaytay-again/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/04/tagaytay-again/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 15:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Hiii&#8230;pergi ke Tagaytay lagi. Hm&#8230;.why not?
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=360&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hiii&#8230;pergi ke Tagaytay lagi. Hm&#8230;.why not?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=360&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/04/tagaytay-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peak 2 Mt Makiling</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/02/peak-2-mt-makiling/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/02/peak-2-mt-makiling/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 08:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Ugh, it&#8217;s really a great journey.
Climbing the slope of Mt Makiling.
Very steep slope with a very slippery wall.
Just hang on the root of trees. Even a thorny trees.
With leeches crawling in your face.
Wouw&#8230;..!!!!
 
Sabtu, Februari 28. Merayakan hari terakhir di Februari. Kita berenam berangkat ke Peak 2, summit of Makiling mountain.
Kita hanya berenam. Sebuah tim yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=352&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ugh, it&#8217;s really a great journey.</p>
<p>Climbing the slope of Mt Makiling.</p>
<p>Very steep slope with a very slippery wall.</p>
<p>Just hang on the root of trees. Even a thorny trees.</p>
<p>With leeches crawling in your face.</p>
<p>Wouw&#8230;..!!!!<span id="more-352"></span></p>
<p> </p>
<p>Sabtu, Februari 28. Merayakan hari terakhir di Februari. Kita berenam berangkat ke Peak 2, summit of Makiling mountain.</p>
<p>Kita hanya berenam. Sebuah tim yang kecil untuk sebuah pendakian (mustinya 7 lah biar gak terlalu sedikit gitu&#8230;.). Anggota tim terdiri dari 3 perempuan tangguh dan tiga pria (kayaknya bukan pejantan tangguh, mungkin adalah pria2 kesepian&#8230;._mengutip lagu2nya SO7). Tiga superwoman itu adalah saya (Indonesia asli), Nobuko (Japan), Dee (Philipinnes) dan Reza (Iran), Hannes (Jerman) dan Zhang (China). Hm&#8230;kurasa cukup komplit lah. Ok kita berangkat&#8230;..</p>
<p>JAm 7.45 kita mendaftar di gate Makiling, sayang belum buka. Jadi saya tinggalkan saja nomor Hp ku dan nama/identitas kami berenam. Perjalanan diawali dari sebuah jalan sedikit mendaki. Di sepanjang jalan kanan-kiri adalah deretan pohon2 besar yang tak henti menggugurkan daun-daunnya yang menguning kemerahan, menutupi permukaan jalanan. Rasanya seperti musim gugur saja, padahal ini  musim semi juga baru dimulai. Hmm asyik. Persilangan ke Flatrock kita lewati sudah. Dan jalanan mulai semakin mendaki.</p>
<p>08.45 am. SAtu jam kita sudah sampai di Station dekat Mudspring. Ada beberapa tempat menjual makanan dan minuman. Kita lewati saja; kan kita sudah punya bekal sendiri. Di tepi jalan ada piknik area, sebuah taman indah tapi tak terurus. Lebih jauh adalah persimpangan menjuju Mudspring: Gak, kita akan ke puncak&#8230;</p>
<p>Jalanan berikutnya tidak terlalu mendaki. Jalanan berlumpur. Oh kemudian mulai mendaki lagi. Kita menemukan guguran bunga indah berwarna biru. Ini adalh jenis bunga yang sudah langka dan hampir punah. Saya memungut beberapa.</p>
<p>Around 09.30 am. Kita sampai di Agila Base. Persinggahan terakhir yang masih memungkinkan di tempuh dengan kendaraan. Dari base camp ini kita mulai pendakian kita melewati jalanan setapak yang tentu saja sempit. Penuh dengan semak dan banyak terhalang oleh pokok2 batang pohon yang tumbang.</p>
<p>Hm&#8230;kita poto2 dulu deh sebelum bergerilya&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-353" title="agila-base" src="http://nureldaya.files.wordpress.com/2009/03/agila-base.jpg?w=300&#038;h=225" alt="agila-base" width="300" height="225" />..</p>
<p>Jalan setapak ini begitu mengasyikkan. Tapi kita harus waspada dengan banyak lintah di sekitar kita. Memang kita tidak melihatnya secara langsung (karena kita tidak memperhatikan dengan seksama. Kan tujuan kita adalah mendaki, bukan mo ngamatin lintah, hehe&#8230; Beberapa teman mulai mendapati lintah menempel di celana. Hm&#8230;untung saya pake celana agak ketat, kaus kaki panjang, tshirt lengan panjang dan jilbab. Jadi kurasa akulah yang akan paling terbebas dari gangguan lintah2 ini. Hingga pada suatu ketika aku merasakan ada yang aneh di leher bagian belakangku. Kuraba, terasa ada sebuah benda gilig bulat panjang. Aku langsung histeris. Woa&#8230;&#8230;gghhhh!!!! Dan temans langsung membantuku menemukan gerangan si lintah kurang ajar, akan tetapi tidak menemukannya. SAya yakin itu lintah, tapi mereka tidak menemukannya. Sedangkan aku sendiri tidak mau lagi meraba tengkukku. Hiiih! Kita berhenti beberapa waktu, sampai akhirnya ketahuanlah si lintah gadungan itu ternyata adalah sebuah tali pengikat pada tutup kepalaku. Hehehe&#8230;..! Yuk kita lanjut jalan lagi&#8230;&#8230;!</p>
<p>Around 10.00 am. Kita sampai di Jump of point. sebuah dataran lumayan luas, dengan dua buah batu besar. Dari sini kita bisa melihat pemandangan Laguna Lake dan kota Los Banos. Juga IRRI.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-354" title="irri n LB fokused from jump of Point Mt Makiling" src="http://nureldaya.files.wordpress.com/2009/03/irri.jpg?w=655&#038;h=491" alt="irri n LB fokused from jump of Point Mt Makiling" width="655" height="491" /></p>
<p>Dari Jump of Point kita bergerak menuju the real climbing. Kita memasuki kawasan Wildener zone; Zona liar. Wow!</p>
<p>Ah terusin besok ah&#8230;.to be continued tomorow&#8230;..</p>
<p>Hi&#8230;I&#8217;m back&#8230;.</p>
<p>OK, setelah melewati dua bongkah batu besar itu kita memasuki zona liar. Ini tepatnya dimulai pada station 17.  Hmmm&#8230;seliar apa sih zona ini?</p>
<p>Yang jelas pada zona ini kita tidak lagi hiking, tapi climbing. Kita tidak berjalan melintasi jalan setapak lagi, melainkan memanjat dinding/lereng gunung yang dipenuhi semak belukar.</p>
<p>Pertama kita dihadapkan pada dinding setinggi bahu. OK, kita bisa atasi. Kita kan gak pendek-pendek amat, jadi bisalah kita panjat.</p>
<p>Kemudian lereng yang begitu terjal. Kulihat ke atas. Mampukah aku melewatinya? Dindingnya begitu licin. Karena walopun hari cerah tapi kondisi lereng sini sangat lembab. Oleh tebalnya kanopi hutan dan semak belukar. Kondisi lembab ini menyebabkan dinding senantiasa basah dan licin. Hmm&#8230;terpeleset sedikit saya akan kembali meluncur ke bawah. Untunglah ada beberapa akar pepohonan yang dengan baik hati menjulurkan dirinya. Kita berpegangan pada akar-akar dan belukar, sambil kaki-kaki kita mencari tempat pijakan yang pas.</p>
<p>Sesedikit mungkin menapak, sehingga tidak memperlicin dinding. Beruntung aku ada di urutan kedua setelah Hannes, sehingga dinding ini belum banyak tersentuh dan belum terlalu licin. Sedapat mungkin kepijakkan kaki ke tepi menggapai batang semak.</p>
<p>Ups awas hati-hati terhadap apa yang kau jadikan pegangan. Semak-semak berduri ada di sepanjang tepian kita. Untunglah saya membawa sarung tangan, jadi sedikit banyak mengurangi resiko tangan hancur menjadi sarang duri. Sarung tangan ini tadinya saya maksudkan untuk mengambil/mencabut lintah-lintah yang menempel. Nobuko juga memakai gloves, malah punya dia dari kain tebel. Jadi selamatlah tangannya dari luka-luka.</p>
<p>Selain dinding terjal bin licin, kita juga dihadapkan pada semak belukar. Melewati sekumpulan pohon duri (mirip seperti pohon salak), kita harus merunduk sedemikian rendahnya (kita lebih suka merayap dengan dua tangan) untuk menghindari sapuan duri-duri tajam itu.</p>
<p>Semak herba belukar juga begitu rimbun. Saya yang ada di depan mencoba mematahkan batang-batang yang terlalu mengganggu supaya teman yang di belakang bisa lebih nyaman dan bisa mengikuti jejak kami. Hal ini karena kadang semak begitu rimbun sehingga sulit melihat teman yang ada di depan atau di belakang kita. Biasanya kalau beberapa teman belum kelihatan kita akan berteriak memanggil. &#8220;Hii&#8230;.where R U? R U OK? Kalau ada balasan kita akan maju ke depan, akan tetapi kalau belum ada balasan kita akan menunggu dulu.</p>
<p>Di barisan belakang ada Tianyi yang dibantu Reza. Setaip saat kita bisa mendengar jeritan Tianyi yang berkali-kali jatuh, atau tergores duri atau tersangkut duri atau apalah. Yang jelas dialah yang paling banyak mengalami jatuh, terpeleset dan luka. Didekatnya kita akan sering mendengar jeritan; &#8220;Ouw&#8230;.!&#8221;, &#8221; Wouw&#8230;.&#8221;, &#8221; Argghhhhh!&#8221; atau &#8220;Oh My God&#8221; . Saya jadi geli, soalnya dia itu kan atheis, gak percaya pada adanya Tuhan, tapi reflek spontannya pake &#8216;OMG&#8217;. Zhhiii&#8230;</p>
<p>Pada saat ini tidak ada yang sempat mengambil foto-fotoan. Kita semua sibuk dengan diri kita sendiri. Lintah-lintah sudah tidak begitu menakutkan lagi. Saya dengan santai mencabuti setiap kulihat ada lintah berjingkat di celana. Bahkan saat kutemukan lintah telah dengan santai menggerayangi wajahkupun saya tidak begitu histeris (sempet nahan nafas tapi gak menjerit gitu deh&#8230;.). Aku tahu gaya lintah itu: dia berlagak mengelus pipiku dan mencoba menciumku, tapi apa yang dia ingin sebenarnya adalah untuk menghisap darahku. No way! Gue gak akan terpesona oleh rayuanmu. enyah lo!</p>
<p>Selain lintah kita juga sering menemukan sebangsa kaki seribu. Ada yang jenis gilig melingkar maupun yang pipih lincah. Tapi kalau ular saya cuma melihat sekali.</p>
<p>Ugh, dah malem&#8230;.diterusin besok lagi ah&#8230;.to be continued tomorow (again)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=352&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/03/02/peak-2-mt-makiling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nureldaya.files.wordpress.com/2009/03/agila-base.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">agila-base</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nureldaya.files.wordpress.com/2009/03/irri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irri n LB fokused from jump of Point Mt Makiling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Flatrocks</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/21/flatrocks/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/21/flatrocks/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 13:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[trip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Pingin meditasi. Dan melukis di alam terbuka. Refreshing. Dan juga having fun. Mungkinkah dilakukan dalam waktu bersamaan?

 
Masih terbawa emosi romantisme sekembali dari Mudspring pekan lalu, dan diselingi oleh perasaan iri terhadap histeria temen-temen yang juga baru pulang dari Pinatubo, maka hari ini kita pergi ke Flatrocks.
Ini acara yang cukup mendadak juga sebenarnya. Senin lalu Nobuko [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=343&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pingin meditasi. Dan melukis di alam terbuka. Refreshing. Dan juga having fun. Mungkinkah dilakukan dalam waktu bersamaan?</p>
<p><span id="more-343"></span></p>
<p> </p>
<p>Masih terbawa emosi romantisme sekembali dari Mudspring pekan lalu, dan diselingi oleh perasaan iri terhadap histeria temen-temen yang juga baru pulang dari Pinatubo, maka hari ini kita pergi ke Flatrocks.</p>
<p>Ini acara yang cukup mendadak juga sebenarnya. Senin lalu Nobuko dapat valentine cake dari &#8216;boss&#8217;nya. Ia mengajakku menikmatinya bersama. Dan sekalian aja kujadikan itu sebagai sebuah valentine party sederhana bersama beberapa temen. Ada gue, Nobuko, Dee, Nana, Li-Jing, Nguyet, Rheena dan Miesing (?). Saat itulah terlontar keinginan untuk ke Flatrocks. Tampaknya cuma iseng saja, tapi kutindaklanjuti juga. Why not? Toh aku bahkan pernah punya trip cuma berdua doang (saat kemarin sama Nobuko ke Mudspring, dan juga beberapa waktu lalu saat ke Baclaran bersama Aureline). Kita gak ada banyak pembicaraan setelah itu. BAru hari Jum&#8217;at pagi saya ketemu Nobuko saat break pagi, kita kembali bilang: &#8216;OK kita ke mudspring&#8230;!&#8221;</p>
<p>Dan kemudian aku email beberapa temen. DAn undang secara lisan beberapa temen juga. Hanya beberapa ngasih konfirmasi; yang gak bisa, yang pikir2, yang maybe, etc. Ada yang bilang mungkin mo gabung tapi gak muncul-muncul. Oke, kita gak butuh yang &#8216;plin-plan&#8217;2 kayak gitu&#8230;&#8230;</p>
<p>Dan Hari ini pergilah kita ke Flatrocks. Kita ber-enam. Empat cewek mungil (but gak imut): Gue, Dee, Nana dan Nobuko dan dua cowok gede: Tianyi dan Reza.</p>
<p>Berangkat dari dorm jam 8.45 am kita kumpul  dulu di apartement Nobuko. Jam 9.20 an kitapun berangkatlah.</p>
<p>Flatrocks adalah tujuan terdekat dari beberapa tempat menarik di lereng Gunung Maria Mckiling. Hanya sekitar 1 km dan dilanjutkan jalan setapak. Jalanannya lebih mudah dibanding saat kita ke Mudspring pekan lalu.</p>
<p>Flatrocks adalah gugusan batu-batu besar di sebuah sungai yang mengalirkan air dari puncak Mackiling. Huh, batu-batu itu memang sungguh sangat besar-besar.</p>
<p>Menyusuri bebatuan raksasa itu terasa sungguh mengasyikkan. Kita tanggalkan bacpeck dan sepatu kita, menaiki bongkah demi bongkah batu itu, tenggelam diantaranya, menghilang dan muncul lagi.</p>
<p>Tiduran di bebatuan itu berfoto-foto menyalurkan hasrat narsisme, dan menenggelamkan diri dalam harmoni suara alam. Suara burung yang sesekali muncul disela alunan hembusan angin di dedaunan dan gemerisik air jernih menghempas bebatuan bisu.</p>
<p>Sungguh, ini merupakan tempat yang sungguh indah. Cocok buat meditasi. Menghayati bagaimana sehelai daun melayang jatuh. Kemudian menerpa bebatuan dan terhempas oleh angin dan kembali terbang dan kemudian jatuh dan hanyut bersama aliran air.</p>
<p>Menikmati bagaimana kupu-kupu terbang menari-neri, mengitari seresah dedaunan kuning kemerahan yang mengapung dalam genangan air di sela bebatuan, hinggap sebentar dan kemudian kembali terbang berputar dan menari. Karena untk itulah ia dicipta; untuk memberi keindahan bagi para pecinta.</p>
<p>Menikmati kebisuan batu-batu yang begitu beku. Yang tampak diam dan bisu. Tapi memancar sebuah energi. Kebesaran. Kesabaran. Keanggunan.</p>
<p>Batu-batu itu&#8230;.. Begitu banyak hal yang telah dia saksikan: keceriaan, kesedihan, tangis dan tawa, segenap suka dan duka. Dan dia selalu dalam kesabaran menjadi tempat berbagi.</p>
<p>Batu-batu yang selalu tunduk pada Ilahi.</p>
<p> </p>
<p>Karena kita ber-cukup banyak maka kita cukup having fun. Dan gak sempet meditasi. Apalagi melukis. Padahal gue dah bilang sama Dee untuk bawa serta kanvasnya (saya menjanjikan untuk mengajarinya melukis &#8211; maksudku kita melukis bareng- di tempat ini). Maafin gue ya Dee, saya sulit sekali meluangkan waktu untuk itu.</p>
<p>Dan kita makan-makanlah. Kita nikmati bekal kita masing-masing. Keripik pisangku, keripik kentang Nana, coklat reza, jeli Dee dan nasi sirashi Nobuko. Hm&#8230;Nobuko nih semangat banget. Dia bela-belain bikin bola-bola nasi demi untuk lunch kita. Sirashi dimakan pake lembaran seaweed asyik&#8230;.</p>
<p>Jam 12.30 kita beranjak pulang karena kita mo ikutan bis untuk pulang ke dorm. Dan diperjalanan pulang kita merencanakan next trip, ke peak2 Mt Mackiling. Itu adalah salah satu puncaknya Mt Mackiling: kapan ya?</p>
<p> </p>
<p>Los Banos, Feb 21 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=343&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/21/flatrocks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di hari 14</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/15/di-hari-14/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/15/di-hari-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 00:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Hari Valentine. Begitu orang menyebutnya.
Gue naik ke Mackiling sama Nobuko.
Hm&#8230;.cewek-cewek naik gunung, berdua aje; gak takut kesambet wewe gombel tuh&#8230;..?

 
Sebenarnya alasannya agak kampungan banget juga. Gue gak bisa ngikut rombongan tim naik ke gunung lain yang lebih keren, deket Manila sana. Salahku juga sih, saat rencana beberapa minggu yang lalu saya bilang tidak akan ikut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=315&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari Valentine. Begitu orang menyebutnya.</p>
<p>Gue naik ke Mackiling sama Nobuko.</p>
<p>Hm&#8230;.cewek-cewek naik gunung, berdua aje; gak takut kesambet wewe gombel tuh&#8230;..?</p>
<p><span id="more-315"></span></p>
<p> </p>
<p>Sebenarnya alasannya agak kampungan banget juga. Gue gak bisa ngikut rombongan tim naik ke gunung lain yang lebih keren, deket Manila sana. Salahku juga sih, saat rencana beberapa minggu yang lalu saya bilang tidak akan ikut. Karena menurut perkiraan saya saat itu saya akan pulang Indonesia pertengahan Februari ini.</p>
<p>Tapi waktu bersabda lain. Aku masih banyak kerjaan yang belum beres, sehingga gak bisa pulang secepat itu. Dan kemudian kudengar juga bahwa pendakian itu akan ditunda, karena berbagai alasan. Dalam muka yang kusedih-sedihkan kusampaikan simpatiku. Padahal dalam hati aku bilang,&#8221;Asyiii&#8230;k, jadi gue punya temen nih di hari valentine&#8221; Kriuk!</p>
<p>Sampai Kamis Feb 12 saat valentine party di lab-ku, kita-kita masih berkeluh kesah gak ada planing keluar. Dan saya nyantai merencanakan untuk kerja lab di hari 14 Feb. Toh bagi gue juga gak ada arti tanggal itu.</p>
<p>But sore hari saat iseng saya chat sama Dee, dia bilang rencana climbing akan jadi. Gubrag, gue musti ikut&#8230;.!</p>
<p>But apa kata? Sudah gak ada tempat lagi. Ugh, sebel bangett&#8230;..!</p>
<p>Sambil menahan bete ku sms Nobuko menanyakan apa rencananya di hari 14. Ternyata dia gak ada rencana, dan dia menyambut baik ajakanku untuk keluar. Saat itu saya belum tahu mau keluar kemana. Mungkin ke Liliw (daerah Santa Cruz) atau ke Botanical Garden.</p>
<p>Sambil berlinang air mata cari cari-cari informasi tentang transport dan rute jalan ke Liliw. Ugh, kayaknya cukup jauh juga. Kelamaan di angkutan dan akan sangat melelahkan. Dan gak akan setimpal dengan yang aku inginkan. Kawasan Liliw adalah kawasan industri kerajinan sepatu sandal. Dan saya tak sedang ingin belanja-belanji. Jadi Liliw gak masuk dalam rencana lagi.</p>
<p>Jadi mungkin ke Botanical Garden aja. Tempatnya gak jauh, dan sekarang tempat itu juga buka di hari Sabtu. But kata Nobu disana gak ada yang special. Dan dia nawarin ke Mudspring. Ok deh, kita jalan&#8230;.</p>
<p>Sabtu pagi gue ketok2 kamar Shon (Korean) yang katanya mungkin mau gabung, tapi tak ada jawaban, jadi ya tak tinggal aje. berbekal 4 potong kecil kue, berangkatlah gue ke Forestri. Dan kitapun naiklah ke Mackiling. Cuma berdua aje.</p>
<p>Dua cewek itupun berjalan penuh semangat menuju gerbang pintu Mackiling. Membayar tiket masuk sebesar lima PhP dan mendapatkan selembar peta. Just follow the way, and you&#8217;ll never get lost! Begitu kata penjaga gatenya. OK, siapa takut; kita-kita kan superwoman!</p>
<p>Jam 8.15. Dua cewek menyandang backpack itu menapaki jalan berbatu yang mendaki. Melewati batas persimpangan ke FlatRock; kita sedang tidak ingin bercinta&#8230;.eh maksudku kita tidak sedang ingin kesana!</p>
<p>Langkah terus terkayuh menapaki jalanan yang semakin mendaki dan berbatu dalam rimbunan pokok-pokok pohon yang menjulang tinggi. Diantara tebing dan jurang. Diselai canda tawa diantara nafas yang terengah&#8230;.it&#8217;s OK, kita superwoman!</p>
<p>Dalam satu jam, dua cewek backpacker itupun sampailah di station terdekat dengan tujuan. &#8216;&#8221;Apa kita mau istirahat dulu? Makan dulu? atau menghela nafas dulu?</p>
<p>Tidak, gak perlu. Kita langsung menuju tujuan aja. Kita adalah superwoman!</p>
<p>Dan kembali dua cewek backpacker itu meneruskan langkah. Kali ini adalah jalan setapak. Sempit, licin, kadang terjal di antara belukar semak dan akar pepohonan. Langkah-langkah yang biasa anggun dan gemulai kayak peragawati di catwalk itu kini harus merasai terjalnya kehidupan; wuih!</p>
<p>Jarak yang tak begitu jauh dari pos (sekitar 700 m?) itu ditempuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan akhirnya&#8230;.sampailah kita di lokasi: Mudspring Mt Mackiling.</p>
<p>Sebuah kolam lumpur mendidih meletup-letup. Asap yang membubung menyentuh rimbunnya dedaunan sekitar menimbulkan suasana magis, mengingatkan pada setting kisah-kisah mitos kuno.</p>
<p>Ada larangan untuk mendekati kolam lumpur itu. Akan tetapi letupan-letupan dan bubungan asap itu begitu menggoda sehingga dua cewek itu pun dengan terpaksa melanggar larangan itu. Kita lompati kawat berduri itu, dan mendekat pada lumpur yang mendidih itu.</p>
<p>Berfoto-foto bergaya demi memuaskan hasrta narsismenya. Salah seorang cewek sempet jatuh dan belepotan lumpur. Ugh, rasanya jadi bener-bener kaya hiker deh! Tapi gak lucu juga kalo belepotan lumpur sana-sini, harus dibersihkan.</p>
<p>Dan cewek itu menuju tepian kolam lumpur itu, untuk sekedar mendapat sapuan air lumpur yang terasa hangat itu. Tapi&#8230;.</p>
<p>Wow&#8230;. panas banget&#8230;..!</p>
<p>Dan dia coba mengukur kedalamannya dengan memasukkan sebatang ranting. Hmm&#8230;.cukup dalem juga.</p>
<p>Merasai panasnya lumpur dan kedalaman itu; dia jadi sadar; kayaknya peraturan itu memang bener dibuatnya. Kita gak harusnya mendekat ke sini&#8230;gak kebayang deh kalo sampe kita kecemplung, wuih gak kebayang&#8230;..</p>
<p>Dan kemudian kedua cewek itu hanya duduk-duduk santai di tepian kolam saja, menikmati coklat valentine, sepotong kue, dan sebotol air putih. Sambil nyesel; kenapa kita lupa gak bawa telur ya&#8230;.?KAn bisa kita rebus di sini!</p>
<p> </p>
<p>Aih tapi kita dah bahagia bisa sampe di sini; dan menyadari betapa hebatnya kita. Huebat, great, Yess!</p>
<p> </p>
<p>H14: malam hari</p>
<p>Saya ikutan kumpul-kumpul sama teman Indonesia. Kita sedang menggelar bazar jualan makanan. DAn kita makan soto&#8230;.</p>
<p>Hm&#8230;soto rasa Filipina, but it&#8217;s ok; semua teteup seru; selagi kita bersatu; right?</p>
<p>Sampai jam 10.30. pm. Dan habis itu saya masih ada kerjaan di lab. Wuih&#8230;..</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Los Banos, Feb09</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=315&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/15/di-hari-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gue sebel</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/13/gue-sebel/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/13/gue-sebel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 09:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Arrrgggghhhhh&#8230;&#8230;.!!!!!!!!

Semua-mua mau pergi.
Dan aku tinggal sendiri.
Dan gue ngiri.
Dan gue benci;
Gue benci kenapa gue ngiri,
Gue benci kenapa gue sebel.
Gue sebel kenapa gue benci.
Gue sebel kenapa gue sebel.
Huh!
Dan gue sedih, dan gue bingung, dan gue heran: Kenapa gue mendadak jadi emosional kayak gini?
Mencoba menerka jawabnya&#8230;.gak perlu!
Ah&#8230;monumen basi&#8230;&#8230;..
DAn gue tambah sedih, tambah sebel, tambah bete: karena gue tahu kenapa?
Ih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=309&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arrrgggghhhhh&#8230;&#8230;.!!!!!!!!</p>
<p><span id="more-309"></span></p>
<p>Semua-mua mau pergi.</p>
<p>Dan aku tinggal sendiri.</p>
<p>Dan gue ngiri.</p>
<p>Dan gue benci;</p>
<p>Gue benci kenapa gue ngiri,</p>
<p>Gue benci kenapa gue sebel.</p>
<p>Gue sebel kenapa gue benci.</p>
<p>Gue sebel kenapa gue sebel.</p>
<p>Huh!</p>
<p>Dan gue sedih, dan gue bingung, dan gue heran: Kenapa gue mendadak jadi emosional kayak gini?</p>
<p>Mencoba menerka jawabnya&#8230;.gak perlu!</p>
<p>Ah&#8230;monumen basi&#8230;&#8230;..</p>
<p>DAn gue tambah sedih, tambah sebel, tambah bete: karena gue tahu <strong>kenapa?</strong></p>
<p>Ih rasanya kayak patah hati aja&#8230;.</p>
<p>=====================</p>
<p>Gue marah&#8230;..!!!!!!</p>
<p>Tubuh bergetar mau meledak,</p>
<p>Dan tiba-tiba berubah kheki;</p>
<p>Kok jadi sinting sih!</p>
<p>Ah kampungan amat!</p>
<p>KAmpungan dan super norak.</p>
<p>Hm&#8230;.</p>
<p>(berharap dengan Hm&#8230;bisa meredam rasa&#8230;.)</p>
<p>Uh&#8230;..</p>
<p>(hirup nafas dalam-dalam, untuk meredam emisi eh emosi&#8230;.)</p>
<p>Dan&#8230;kembali tampil anggun, wuih!</p>
<p> </p>
<p>DAn bernyanyilah&#8230;.</p>
<p>&#8230;.. I am beautifulll&#8230;&#8230;</p>
<p>(gak tahu lagunya sapa)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=309&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/13/gue-sebel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Cinta</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esay]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Bicara cinta di bulan cinta.
1. Topik yang tak pernah aus&#8230;?
1. Cinta itu&#8230;..


Powerfull&#8230;always up to date

 
Topik yang selalu seru, selalu asyik dan tak pernah aus; itu adalah cinta.
Semua orang bicara tentang cinta, menulis tentang cinta, berpidato, bernyanyi, bersyair&#8230;.tentang cinta.
 
Orang bahagia karena cinta, sakit karena cinta,
Segenap rasa bisa tercurah karena cinta,
Segenap rasa itu tercampur-aduk tak berbentuk&#8230;
&#8230;&#8230;.bisa karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=302&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bicara cinta di bulan cinta.</p>
<p>1. Topik yang tak pernah aus&#8230;?</p>
<p>1. Cinta itu&#8230;..</p>
<p><span id="more-302"></span></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Powerfull&#8230;always up to date</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p> </p>
<p>Topik yang selalu seru, selalu asyik dan tak pernah aus; itu adalah cinta.</p>
<p>Semua orang bicara tentang cinta, menulis tentang cinta, berpidato, bernyanyi, bersyair&#8230;.tentang cinta.</p>
<p> </p>
<p>Orang bahagia karena cinta, sakit karena cinta,</p>
<p>Segenap rasa bisa tercurah karena cinta,</p>
<p>Segenap rasa itu tercampur-aduk tak berbentuk&#8230;</p>
<p>&#8230;&#8230;.bisa karena cinta,</p>
<p>&#8230;&#8230;.bisa menjelma cinta,</p>
<p>&#8230;&#8230;.bisa oleh dan untuk &#8230;cinta;</p>
<p>&#8230;&#8230;..bisa jadi&#8230;<strong>itulah cinta</strong>!</p>
<p> </p>
<p>Cinta menjelma:</p>
<p>Cinta menjelma senyum,</p>
<p>cinta menjelma tawa,</p>
<p>cinta menjelma tangis.</p>
<p>Cinta menjelma canda tawa,</p>
<p>cinta menjelma duka lara. </p>
<p> </p>
<p>Cinta menoreh luka tapi juga mengibatinya.</p>
<p>Itulah katanya&#8230;.The power of Luv!</p>
<p> </p>
<p>Ih koq jadi melow gini seh&#8230;.udah ah!</p>
<p> </p>
<p>Saat kecil, saya membaca sebuah tulisan pada sebuah hiasan dekoratif dari kertas krep dan kertas manila (yang saya yakin tidak dibeli di Manila). Tulisan itu berbunyi: &#8230;tiada keindahan selain cinta&#8230;.</p>
<p>Lupa tahun berapa (jadul deh&#8230;) di LIP belakang Betesda kita melihat pekan pertunjukan teater Garasi bertajuk &#8220;empat penggal kisah cinta&#8230;.).</p>
<p>Dalam booklet selebaran dan tiketnya ada sebuah tulisan yang sebagian berbunyi kurang lebih gini:</p>
<p style="text-align:center;"><em> &#8230;betapapun sakit dan perihnya; cinta adalah sesuatu yang terindah yang pernah kita miliki&#8230;.</em></p>
<p> </p>
<p>Lembaran tulisan itu saya simpan selalu sampe beberapa tahun(sekarang gak tahu dimana, mungkin dah saya buang) dan saya masih selalu teringat kalimat itu.</p>
<p> </p>
<p>Pernah membaca (kalau tidak salah dari Muhammad Ghazali) yang berbunyi kurang lebih:</p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;&#8230;Kualitas kemanusiaan seseorang bukan ditentukan oleh tingkat keilmuannya akan tetapi pada kemampuannya mencintai orang lain&#8230;. &#8220;</em></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;">Ugh, keren banget..</p>
<p style="text-align:center;"><em></em></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Cinta itu&#8230;..mmm</strong></p>
<p> </p>
<p>Begitu powerfull nya cinta itu, dan beragam definisi dituangkan.</p>
<p>Dalam sebuah bincang-bincang tentang cinta kira-kira dua bulan yang lalu, saya mendapati sebuah ungkapan baru yang cukup cantik.</p>
<p> </p>
<p>Konon dalam kamus China cinta digambarkan sebagai setangkup mangkuk; yang dimaknai bahwa alasan penciptaan manusia adalah untuk memberi dan menerima cinta. Sebagaimana Ikan dicipta untuk berenang, dan burung dicipta untuk terbang, begitulah.</p>
<p>Ugh, keren juga.</p>
<p>Aku berniat search ke internet tapi belum sempet2.</p>
<p> </p>
<p>SAya gak pernah tertarik membaca tulisan yang mendefenisikan cinta secara skematis, memilah-milahnya dan kemudian memaknai setiap bagian secara terpisah-pisah.</p>
<p>Saya gak pernah ingin dan tertarik membaca tulisan Freud Si Psikoanalis legendaris itu.</p>
<p>Pasti bikin mumet deh.</p>
<p> </p>
<p>Saya lebih menikmati membiarkan berbagai makna itu menyapaku di sepanjang perjalanan hidupku.</p>
<p> </p>
<p>Saat membaca kalimat &#8220;&#8230;tiada keindahan selain cinta&#8230;&#8221;, saya yang saat itu masih SD awal berontak.</p>
<p>Ugh, masak sih?</p>
<p>Bagiku kemeriahan hari lebaran dengan baju baru dan banyak jalan-jalan bereng temen adalah sebuah puncak keindahan yang sangat ditunggu2 setiap tahun.</p>
<p>Maklum saat itu aku masih SD, dan SD saat itu belum sedewasa SD sekarang.</p>
<p> </p>
<p>Saat SMP. Sebagai anak kampung (dari lereng Merapi) yang terpaksa harus nge-kost karena jarak yang (saat itu) cukup jauh.</p>
<p>Datang ke kota, menemukan begitu banyak wajah-wajah yang cantik. Hm&#8230; Seperti remaja lain; kenal dunia baru, teman baru, bacaan baru, dan perasaan baru.</p>
<p>Ikutan deg-degan kalo ngelihat sosok idola (padahal sang sosok idola gak bakalan ngeh deh sama kita).</p>
<p>Sepertinya cinta ya kumpulan chemistri yang timbul saat kita berdekatan dengan seseorang yang mempesona.</p>
<p>Entah secara fisik atau sekedar imaginasi.</p>
<p>Bayangkan saja, hampir semua temen sekelasku saat SMP itu naksir sama Ryan Hidayat (yang saat itu main jadi tokoh Lupus) dan Onky Alexander (Mas Boy&#8230;).</p>
<p>Juga sama John Stamos dan Michael J Fox yang saat itu main dalam serial &#8220;Dreams&#8221;.</p>
<p>Selain itu juga ngefan berat sama Ikang Fawzi, Gilang Ramadhan, Eki Soekarno (Ih kok tiga2nya milih kelg Haque sih&#8230;?).</p>
<p>Dan masih masih banyak lagi.</p>
<p>Belum lagi sama sosok-sosok manis yang selalu hadir di sekolah dan kita temui tiap hari.</p>
<p>Ada kakak kelas yang cool,  anak kelas lain yang caem, adik kelas yang manis&#8230;&#8230;.</p>
<p>Wuih&#8230;.pokoke &#8230;kalo diinget-inget rasanya kok jadi  pingin nyanyi:</p>
<p><em>&#8230;&#8230;malu aku malu sama semut merah&#8230;.</em></p>
<p><em>yang berbaring (eh berbaris) di dinding menatapku curiga. </em></p>
<p><em>Seakan penuh tanya sedang apa di sana&#8230;.</em></p>
<p><em>&#8230;&#8230;&#8230;.mencari pacar jawabku!</em></p>
<p> </p>
<p>Biasanya cinta ini bersifat spontan, tanpa upaya.</p>
<p>Tiba-tiba saja kita menemukan diri sudah &#8216;jatuh cinta&#8217;.</p>
<p>Kita gak ngapa-ngapa, hanya melihat pesona sang idola, eh, tiba-tiba&#8230;&#8230;.. jatuh deh&#8230;.gedubrag!</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Masa SMA tidak jauh berbeda.</p>
<p>Cuma ada perkembangan.</p>
<p>Pada masa ini kadang kita lebih realistis.</p>
<p>Tidak lagi terjatuh pada idola yang nun jauh di sana akan tetapi pada sosok-sosok yang lebih dekat dan lebih terjangkau.</p>
<p>Tapi gak mau yang diskon lho, apalagi yang diobral&#8230;!</p>
<p>Mendengar lagu cinta jadul dari Fariz RM ( yang saat itu keren banget..) juga memberikan makna tersendiri: simak deh &#8216;&#8230;.adakah cinta kau rasakan dapat memberikan segalanya, kasih sayang keindahan&#8230;bukankah cinta tlah cukup untuk cinta&#8230;&#8221;</p>
<p>(Ah kalo dari lagu mah gak akan cukup waktu kita mengungkapkannya).</p>
<p>Saat di akhir semester ada teman meminjami buku berjudul <strong>&#8216;..Cinta dan yang lainnya&#8230;</strong>(kalau gak salah). Tapi saya masih ingat penulisnya Teo (Leo?) F Bucaglia.</p>
<p>Saya tak pernah tahu isinya. Ketika baca sejak halaman pertama sudah kesulitan mengikuti dan jadi eneg, jadi ngapain bingung&#8230;?</p>
<p>Karena cinta mustinya gak bikin bingung&#8230;.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Pernah ketemu sebuah buku/buletin tipis berjudul <strong>&#8220;Cinta tanpa syarat (Unconditional love).</strong></p>
<p>Lupa pengarangnya, sepertinya hanya sebuah topik dari sebuah buletin. Bahwa cinta hendaklah bukan karena ingin mendapatkan; akan tetapi untuk memberi. Seperti cinta seorang ibu kepada anaknya.</p>
<p>Hmmmm cool juga sih. Selain itu gue dah lupa.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Konsep cinta yang lain kutemukan dari Erich Fromn.</p>
<p>Sebelumnya saya sudah cukup terpesona olehnya melalui &#8220;Escape from Freedom&#8217; yang hanya kubaca sekilas resensinya, dan tak pernah kubaca isinya. </p>
<p>Maka ketika bertemu bukunya tentang cinta, saya langsung tertarik membelinya.</p>
<p>(Hm&#8230;sebenarnya ini sebagian dari penyakitku: suka membeli buku tapi males membaca&#8230;.hiks!).</p>
<p>Walaupun cover bukunya tampak nDang-Dut banget berupa rangkaian untaian bunga membentuk rangka hati (saya lupa ada panah asmaranya gak), akan tetapi isinya asyik.</p>
<p>Saya  cuma baca beberapa lembar tetapi cukup terinspirasi.</p>
<p>O, ya judulnya adalah <strong><em>The Art of Loving</em></strong></p>
<p>Dari Erich saya dapatkan konsep &#8217;standing love&#8217; dan bukannya &#8216;falling love&#8217;.</p>
<p>Bahwa mencinta mestinya adalah sebuah action positif. Sebuah langkah nyata &#8216;melakukan mencinta&#8217; dan bukan sekedar terkena cinta atau &#8216;dikenai cinta&#8217;.</p>
<p>Saya pikir ini asyik banget. Saya langsung setuju.</p>
<p>SAya sudah agak lupa-lupa ingat dan tidak membaca keseluruhan.</p>
<p>Mmmm coba deh saya coba lagi meraba apa kira-kira yang diungkap, sebatas ingatan saya (kalo ternyata gak sesuaipun gak apalah&#8230;.ntar gue bikin teori sendiri aja).</p>
<p>Sepertinya dalam konsep ini cinta bukanlah semata bentuk keterpesonaan dan keterpenjaraan hati dan jiwa oleh sosok yang begitu mempesona. Sehingga kita tak berdaya untuk tidak mendamba,</p>
<p>Juga bukan bentuk keinginan untuk mendapatkan: mendapatkan kasih sayang, perhatian dan kasih sayang.</p>
<p>Tapi cinta lebih sebagai bentuk berbagi keindahan. Seseorang menjadi indah ketika ia (mampu) mencinta, dan dengan berbagi ia akan menumbuhkan keindahan pada sosok yang dicinta.</p>
<p>Dan saya pikir semua orang musti setuju donk&#8230;.(maksa amat dot com).</p>
<p> </p>
<p>Walo ternyata gak semua setuju.</p>
<p> </p>
<p>Gue sempet gak habis pikir ketika terjebak dalam perdebatan sengit dengan temenku tentang mana yang lebih mulia,; mencintai atau dicintai?.</p>
<p>Gue berkeras bahwa mencintai adalah jauh lebih mulia; karena kita memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi sesuatu yang kita cintai.</p>
<p>Dia temenku beranggapan bahwa dicintai lebih mulia; karena itu membuktikan bahwa kita memiliki sesuatu yang membuat cinta datang mengenai kita.</p>
<p> </p>
<p>Setelah tak pikir-pikir lagi, itu hanyalah sebuah perdebatan konyol karena kita memaknainya secara berbeda, kita punya jelajah pengalaman yang berbeda, dan kita punya kondisi yang berbeda.</p>
<p> </p>
<p>Saat Tuhan memerintahkan manusia untuk mencintai sesama tentulah cinta itu sesuatu tindak kegiatan yang sangat mulia, indah, dan penuh rahmat dan berkah.</p>
<p>Saya yakin Tuhan tidak memerintahkan kita untuk berlomba-lomba ngeceng dan berbuat sedemikian rupa untuk memenangkan hati dari seorang manusia dan kemudian memenjarakannya, memperkosanya dan memperbudaknya untuk mengagungkan kita.</p>
<p>Saya yakin tuhan memerintahkan kita mencinta karena dengannya akan memuliakan kita, menjadikan manusia sebagai insan yang indah dan berkualitas.</p>
<p>Manjadi insan yang &#8230;gimana ya?</p>
<p>Ah mungkin berbeda-beda pada setiap tataran manusia.</p>
<p>Bagi seorang anak, bagi seorang remaja, bagi seorang ibu, bagi seorang perwira, dll tentu berbeda-beda pula tingkatannya.</p>
<p>Ah, aku gak mau bicara tentang beragam-ragam cinta: cinta eros, cinta asmara, cinta tanah air, cinta keluarga, cinta faham, cinta ini, cinta itu, dll.</p>
<p>Kupikir tetap ada sesuatu yang sangat universal dari segala bentuk macam cinta itu. Sebuah inti yang memancar ke sekitar, memberi rasa dan warna pada semua. Jadi biarlah dia seperti adanya;tak usah kubagi-bagi, kupilah-pilah, ntar malah remuk!</p>
<p>Ah, jadi ingat; ini sesuai dengan konsep yang terakhir kali aku temukan.</p>
<p>Konsep terakhir ini aku temukan dari seorang perempuan cantik berdarah gipsi. Saat pertama melihatnya saya sudah tertarik. Bukan karena penampilannya yang hampir setengah telanjang, tetapi mungkin karena memang dia punya daya pikat yang cukup menggugah.  Dan orang mengenalnya sebagai seorang penyihir. Perempuan yang aslinya bernama Serin itu lebih dikenal sebagai Athena.</p>
<p>Hm apa sih konsepnya mengenai cinta?</p>
<p>Ternyata cinta itu&#8230;..ya cinta!</p>
<p>Itu saja. Gak usahlah sulit-sulit menerjemahkannya. Atau lebih tepatnya;  biarlah orang menerjemahkannya sesuai dengan pemikirannya. Manusia itu tumbuh, pikiran tumbuh, dan dunia ber-evolusi. Kita tidak akan pernah cukup waktu untuk memaksakan (istilah halusnya mah menyamakan) persepsi.</p>
<p>Biarlah orang menerjemahkannnya sesuai dengan pengalamannya. Pemaknaan setiap orang akan segala sesuatu akan senantiasa bertumbuh seiring dengan perjalanan hidup, pencarian dan kematangan berfikirnya.</p>
<p>Kalo ABG merasai cinta sebagai letupan rasa dari kekaguman terhadap seseorang ya biar sajalah. Setidaknya dia bisa merasai dan menikmati keindahan makhluk ciptaan Tuhan.</p>
<p>Kalo muda-mudi memaknainya sebagai debaran emosi rindu-dendam, ya biar sajalah, toh mungkin dengan demikian akan membawanya pada pengenalan diri yang lebih dalam.</p>
<p>Kalo seseorang memaknainya sebagai bentuk pengorbanan dan perjuangan ya beri selamatlah. Karena itu akan membawanya pada sebuah kohormatan dan kemuliaan.</p>
<p>Kalau saya memaknainya sebagai bentuk rasa unknown ya biarkan saja lah, toh saya rasa cinta adalah sebuah misteri yang tak harus dilucuti. Cukup dirasai, dimengerti dan di-asyik-i; tapi untuk itupun kadang sulit&#8230;.</p>
<p> </p>
<p>Kita gak bisa memaksakan persepsi kita pada orang lain.  Setiap orang punya tingkat dan tahap perjalanan yang berbeda. Apabila kita berada pada suatu tingkat pemahaman tertentu, kita tidak seyogyanya memaksakan pemahaman kita pada orang yang (kita anggap) memiliki tahap perjalanan yang lebih rendah atau lebih pendek dari kita. Seyogyanya kita turut mendorongnya; untuk terus berjalan menapaki warna-warni dunia ini. Karena sebenarnya saat kita menyapanya dan mengulurkan cinta kasih padanya; saat itu adalah juga bagian perjalanan kita.</p>
<p>Yang lebih tinggi; terbukti dari kehadirannya yang menjadi berkah!</p>
<p>Yang lebih mulia; terbukti dari sinarnya yang indah!</p>
<p> </p>
<p>Sudah ah, kok malah jadi melenceng kayak gini&#8230;.beginilah kalo nulis sepenggal-sepenggal dan gak kontinu; ah biarlah namanya juga gado-gado!</p>
<p> Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu (dan mau) mencinta.</p>
<p>&#8220;Are you in love?&#8221;</p>
<p>Tanya temenku dalam bincang cinta beberapa bulan yang lalu.</p>
<p>&#8220;Yes! Always, every moment&#8221;</p>
<p>Begitu jawabku. Walo sulit tuk membuktikannya.</p>
<p style="text-align:right;">Los Banos dalam sinaran.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=302&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tangis tawa&#8230;</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tangis-tawa/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tangis-tawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya mo nulis tentang Cinta. But baca dulu beberapa email. Malah jadi pingin nangis&#8230; Dan ketawa&#8230;. Entah kenapa.
Mungkin karena pestaku yang akan segera usai.
Berada di Los Banos ini seperti menghadiri pesta kostum. Aku bergembira ria. Berjingktak menikmati hip hura&#8230;
But ini akan segera usai&#8230;.
Aku suka pesta ini.
Aku bebas tampil seperti yang kumau. 
Oh diterusin besok dah&#8230;.
  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=300&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tadinya mo nulis tentang Cinta. But baca dulu beberapa email. Malah jadi pingin nangis&#8230; Dan ketawa&#8230;. Entah kenapa.</p>
<p>Mungkin karena pestaku yang akan segera usai.</p>
<p>Berada di Los Banos ini seperti menghadiri pesta kostum. Aku bergembira ria. Berjingktak menikmati hip hura&#8230;</p>
<p>But ini akan segera usai&#8230;.</p>
<p>Aku suka pesta ini.</p>
<p>Aku bebas tampil seperti yang kumau. </p>
<p>Oh diterusin besok dah&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=300&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/02/02/tangis-tawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awan hari ini</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/30/awan-hari-ini/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/30/awan-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 11:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Hanya bukit, langit dan awan.
Tapi setiap hari selalu berbeda; membuatku tak pernah berhenti terpesona.
Tapi tidak hari ini
Salah satu yang kusukai dari IRRI adalah bentangan sawah luasnya. Setiap hari saya berjalan dari dorm menuju lab atau kantor, selalu asyik memandagi perbukitan yang berlekuk-lekuk dan langit yang merendah pada ujung dunia sana.
Bentangan luas persawahan itu juga menunjukkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=296&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hanya bukit, langit dan awan.</p>
<p>Tapi setiap hari selalu berbeda; membuatku tak pernah berhenti terpesona.</p>
<p>Tapi tidak hari ini<span id="more-296"></span></p>
<p>Salah satu yang kusukai dari IRRI adalah bentangan sawah luasnya. Setiap hari saya berjalan dari dorm menuju lab atau kantor, selalu asyik memandagi perbukitan yang berlekuk-lekuk dan langit yang merendah pada ujung dunia sana.</p>
<p>Bentangan luas persawahan itu juga menunjukkan betapa bulatnya bumiku ini.</p>
<p>Dan ini sedikit banyak mengingatkanku pada Ayahku.</p>
<p>Ayahku tercinta yang disamping seorang petani dia adalah seorang ilmuwan antariksa. Dialah yang pertama kali menemukan bahwa bumi itu bulat. Sejak saya belum masuk sekolah ayahku sudah mengajarkan padaku (dan kepada para tetangga yang sering berkunjung ke rumahku) bahwa bumi itu bulat.</p>
<p>Dan baru ketika saya SMP lah saya membaca bahwa Galileo juga punya teori yang sama dengan ayahku; bahwa bumi itu bulat&#8230;.</p>
<p>DAn pada saat malam hari posisi kita terbalik (saat kecil saya bela-belain keluar malam hari untuk melihat bagaimana pohon-pohon terbalik; akarnya diatas dan pucuknya dibawah&#8230;.tapi tidak berhasil).</p>
<p>Walo begitu sejak kecil saya menyukai awan.</p>
<p>Gumpalan-gumpalan kapas putih bergerumbul dengan background biru terang yang diam. Ada buah anggur. Ada berpiring-piring nasi. Ada bunga-bunga. Dan masih banyak lagi.</p>
<p>Dan disini saya bisa menjumpainya setiap hari. Sepertinya Tuhan sungguh sedang memanjakanku. Itu membuat saya selalu bersyukur.</p>
<p>Tapi tidak hari ini.</p>
<p>Berjalan menyusuri trotoar siang ini.  Berpayung menghindar panas. Aku temukan hari ini begitu cerah. Sebenarnya sudah dua hari ini. Kemarin dan hari ini, entah esok.</p>
<p>Hanya saja aku tidak begitu menyadarinya. Sebuah masalah yang tiba-tiba muncul menyelimutiku dan menutup pandanganku akan kecantikan yang tersaji dua hari ini.</p>
<p>Senampan anggur di langit itu tiba-tiba menjelma menjadi sesosok monster dengan mata membelalak dan mulut menyeringai buas. Kemudian mulut itu pelan-pelan menipis sirna; dan tiba-tiba menjelma seekor naga dengan mulut siap menerkam. Ekornya panjang menjuntai mengawang di atas pucuk-pucuk punggung perbukitan yang tampak bungkam.</p>
<p>Di depan sang naga; sepiring besar nasi menjelma buaya. Kepalanya sedikit terangkat; matanya bulat dan mulutnya besar menganga. Tubuhnya tak sepanjang Sang Naga; akan tetapi lebih padat dan besar. Tampaknya siap menghadapi tantangan Sang Naga.</p>
<p>Dua monster raksasa berhadapan. Saya tidak suka itu.</p>
<p>Saya lebih suka kuntum-kuntum anggur yang tergantung tanpa pengikat. Atau strowberry dalam pinggan-pinggan kecil. Atau senampan besar nasi. Atau ber-rol2 kue arum manis. Atau sekedar bongkahan kapas membentuk selembar karpet untuk saya bisa tiduran dan berkendara keliling dunia.</p>
<p>Ugh, kemana gerangan benda-benda khayalan itu?</p>
<p>Kucoba menemukannya diantara dua kepala monster yang perlahan memudar. </p>
<p>Kepala sang Naga telah menghilang, dan anggota tubuh seputar leher menjelma tangan.</p>
<p>Sementara Sang Buaya masih tetap tegar menatap dan menyeringai ganas.</p>
<p>Sesosok manusia tanpa kepala; dengan dua tangannya terangkat, seolah berkata:  &#8221; OK, gue kalah. Kau ambil kepalaku; pikiran dan imaginasiku. I give up&#8230;..&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba jadi berfikir: Siapakah manusia tanpa kepala itu?</p>
<p>Gue kah????</p>
<p>&#8220;Oh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; no&#8230;..!!!!</p>
<p>Saya gak mau lihat awan lagi hari ini. Jadi saya putuskan untuk pulang agak malam saja. Sekalian nunggu PCR selesai. Jam 8 nanti saat pulang semoga saya tidak akan menjumpai Sang Naga, Sang Buaya, ataupun si Manusia tanpa kepala.</p>
<p>*Tuhan, berikan keindahan dalam Hati, Rasa, dan Pikirku; please&#8230;.&#8221;</p>
<p>Los Banos, Januari 30; 6 pm</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=296&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/30/awan-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My painting exhibition</title>
		<link>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/11/my-painting-exhibition/</link>
		<comments>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/11/my-painting-exhibition/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 12:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nureldaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nureldaya.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Siang tadi mamerin beberapa koleksi lukisanku di depan teman2 Destiny.
Hanya sebentar, sebuah presentasi power point aja.
MAles nulis ah..
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=274&subd=nureldaya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siang tadi mamerin beberapa koleksi lukisanku di depan teman2 Destiny.</p>
<p>Hanya sebentar, sebuah presentasi power point aja.</p>
<p>MAles nulis ah..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nureldaya.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nureldaya.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nureldaya.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nureldaya.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nureldaya.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nureldaya.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nureldaya.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nureldaya.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nureldaya.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nureldaya.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nureldaya.wordpress.com&blog=2592802&post=274&subd=nureldaya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nureldaya.wordpress.com/2009/01/11/my-painting-exhibition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ddb71bc9e38db4c194fa80d45427bf54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nureldaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>