Sedihmu. Marahmu. Hitam-mu. Deritaku.
Harus berubah? Sedikit memutar haluan!
Sedihmu. Marahmu. Hitam-mu. Deritaku.
Harus berubah? Sedikit memutar haluan!
Menjadilah aku semesta, dan damai tercipta. Continue reading ‘Damaiku’
Datanglah ke Jogja, dan coba menetap setidaknya beberapa bulan saja. Dan nikmati hidangannya.
Kecanduan deh…. Continue reading ‘Jogja itu Candu’
Sungguh…..
Ini adalah cerpen jaman dulu kala….
Cerpen pertamaku dimuat di harian Suara Merdeka tahun 2001.
Ada juga behind the scene-nya yang gak kalah seru. Tapi belum sempet di…..bikin!
Bongkar2 file….eh ketemu sama beberapa puisi yang sempat kutulis waktu masa mudaku dulu…saat baru lulus S1. Padahal kukira dah ilang sama yang lain2nya… Continue reading ‘Puisi JaDul’
Sebuah bencana….meninggalkan lara, berjuta rasa terkubur, berjuta rasa terhampar. Tapi…..kadangkala semua berlalu begitu saja,….. karena kita tlah lelah oleh nafsu dunia. (guesih, 2008) Continue reading ‘Bencana ini….’
Dimensi spiritual manusia adalah sesuatu yang sangat bersifat personal/individual. Tuhan mempunyai begitu banyak pintu untuk hambaNya bisa datang mengadu. Tuhan juga maha mengerti segala bahasa, semua yang tersembunyi dan terbuka, sehingga tak ada alasan untuk tidak bersimpuh dihadapanNya. Tapi seringkali kita begitu lemah, hingga lebih takut pada manusia dan mengkhianati hati nurani kita. Hanya sebuah puisi pendek yang sempat kutulis waktu muda dulu…. Continue reading ‘Paragraf Buat Tuhan’
Bangsa Liliput; Hanya sebuah puisi mengenang kisah sebuah bangsa yang tak mampu menolak kemunafikan Continue reading ‘Bangsa Liliput’