Ibu

Tiba-tiba ingat Ibu.

Ibuku yang melahirkanku dan ke-enam kakak-kakak-ku.

Yang setia mendampingi ayahku: bekerja siang malam membanting tulang untuk menghidupi kita.

Yang menggadaikan sawah demi untukkita bisa sekolah.

Yang rajin puasa mutih.

Yang mengajarkan begitu banyak hal kepada kami….

 

Ibuku tidak pandai mengajari agama, tapi dia ajarkan bagaimana hidup yang bersahaja

Ibuku tidak pandai mengaji, tapi dia ajari kami untuk senantiasa berdo’a dan bermohon pada-Nya.

Ibuku mengajari kami untuk menjadi anak-anak yang rajin dan kuat. Yang semangat dan pantang menyerah.

Ibuku juga dermawan, meskipun dalam keterbatasannya.

Ibuku adalah seperti namanya: Mentes

Mentes berarti berisi, bernas.Demikian pula Ibuku.

 

Ibu tak pernah mengeluh……

Begitu tak pernah mengeluh Ibu, hingga ketika menua ia terkena stroke.

Mungkin dengan begitu Ibu bisa beristirahat.

 

Saat Ibu sakit…

….. saat itu aku tak disamping Ibu ….

Maafkan aku Ibu, kalau aku tak ada saat kau membutuhkanku.

Maafkan aku Ibu, kalau aku belum pernah membalas segala kasihmu

Maafkan aku Ibu, kalau aku belum bisa mewujudkan harapmu

Maafkan aku Ibu, maafkan aku…….

 

Yang kuingin Ibu tahu (kuyakin Ibu tahu)

Bahwa aku begitu bangga menjadi anakmu

 

Salam damai Ibuku: Do’a ku selalu buat Ibu

 

LB; 22-01-2012