Gus Mus ‘Membaca Indonesia’

Puisi Gus Mus dalam membaca Indonesia

Ketika suatu hari membuka youtube dan menemukan Gus Mus yang membacanya…. begitu menggugah rasa.
Segenap rasa: Ada haru, sedih, marah dan luka….

Ada  gado-gado dan nano-nano.

======

NEGERIKU

mana ada negeri sesubur negeriku?
sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung
tapi juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung
perabot-perabot orang kaya didunia

dan burung-burung indah piaraan mereka
berasal dari hutanku
ikan-ikan pilihan yang mereka santap
bermula dari lautku
emas dan perak perhiasan mereka
digali dari tambangku
air bersih yang mereka minum
bersumber dari keringatku

mana ada negeri sekaya negeriku?
majikan-majikan bangsaku
memiliki buruh-buruh mancanegara
brankas-brankas ternama di mana-mana
menyimpan harta-hartaku
negeriku menumbuhkan konglomerat
dan mengikis habis kaum melarat
rata-rata pemimpin negeriku
dan handai taulannya
terkaya di dunia

mana ada negeri semakmur negeriku
penganggur-penganggur diberi perumahan
gaji dan pensiun setiap bulan
rakyat-rakyat kecil menyumbang
negara tanpa imbalan
rampok-rampok dibri rekomendasi
dengan kop sakti instansi
maling-maling diberi konsesi
tikus dan kucing
dengan asyik berkolusi

DI NEGERI AMPLOP

Amplop-amplop di negeri amplop

Mengatur dengan teratur

Hal-hal yang tak teratur menjadi teratur

Hal-hal yang teratur menjadi tak teratur

Memutuskan putusan yang tak putus

Membatalkan putusan yang sudah putus

Amplop-amplop menguasai penguasa

Dan mengendalikan orang-orang biasa

Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan

Mencairkan dan membekukan

Mengganjal dan melicinkan

Orang bicara bisa bisu

Orang mendengar bisa tuli

Orang alim bisa nafsu

Orang sakti bisa mati

Di negeri amplop

Amplop-amplop mengamplopi

apa saja dan siapa saja

1414

 

AKU MASIH SANGAT HAFAL NYANYIAN ITU

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

Aku masih sangat hafal nyanyian itu
Nyanyian kesayangan dan hafalan kita
bersama
Sejak kita di sekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu
menyanyikannya
Ketika anak-anak disuruh
Menyanyi di depan klas
satu-persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira
Saat guru kita mengajak
menyanyikan lagu itu
bersama-sama

Sudah lama sekali
Pergaulan sudah tidak
seakrab dulu
Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri
Atau
tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah di mana
Tapi aku masih sangat
hafal nyanyian itu, sayang
Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya
kembali
Bersamamu

Indonesia
tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu
dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan
bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup
mata

Aku merindukan rasa haru dan iba
Di tengah kobaran kebencian
dan dendam
Serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang mengubah
lirik lagu
Kesayangan kita itu
Dan menyanyikannya dengan nada
sendu

Indonesia tanah air
kita
Bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba-tiba
Selalu
dihina-hina bangsa
Di sana banyak orang lupa
Dibuai kepentingan
dunia
Tempat bertarung merebut kuasa
Sampai entah kapan
akhirnya

Sayang, di manakah kini kau
Mungkinkah kita bisa menyanyi
bersama lagi
Lagu kesayangan kita itu
Dengan akrab seperti
dulu

Rembang, 2000

 

NEGERI HAHA HIHI

(A. Mustofa Bisri)

Bukan karena banyaknya grup lawak maka negeriku selalu kocak.

Justru grup-grup lawak hanya mengganggu dan banyak yang bikin muak.

Negeriku lucu dan para pemimpinnya suka mengocok perut:

Banyak yang terus pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan.

Banyak yang terus pamer keberanian dengan kebodohan yang mengharukan.

Banyak yang terus pamer kekerdilan dengan teriakan yang memilukan.

Banyak yang terus pamer kepengecutan dengan lagak yang memuakkan. Ha ha…

Pejuang keadilan jalannya miring

Penuntut keadilan kepalanya pusing

Hakim main mata dengan maling

Wakil rakyat baunya pesing. Hi hi …

Kalian jual janji-janji

untuk menebus kepentingan sendiri

Kalian hafal pepatah-petitih

untuk mengelabui mereka yang tertindih.

Pepatah-petitih, ha ha…

Anjing menggonggong kalian terus berlalu

Sambil menggonggong kalian terus berlalu

Ha ha, hi hi……

Ada udang di balik batu

Otaknya udang kepalanya batu

Ha ha, hi hi……

Sekali dayung dua pulau terlampaui

Sekalu untung dua pulau terbeli

Ha ha, hi hi……

Gajah mati meninggalkan gading

Harimau mati meninggalkan belang

Kalian mati meninggalkan hutang

Ha ha, hi hi……

Hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri

Lebih b aik yuk hujan-hujanan caci-maki

Ha ha, hi hi……

 ====================================================

Makasih Gus Mus….

Los Banos, 11 oct 2011

9 Comments

  1. Ping-balik: NEGERIKU | Dunia Ilmu Pengetahuan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s